Melawan rasa takut

7


Setelah trauma berkelanjutan belajar motor, akhirnya kemarin saya pertama kali ke jalan. Langsung bonceng Nelica yang notabene lebih berat daripada saya. Nel, thank you so much ya… Ketegasanmu sebagai guru kemudi motor dan juga kesabaranmu buat aku dah mulai bisa naik motor. Dari yang naik sepeda aja goyang-goyang. Makasih banyak nel.

Saya terpaksa oleh keadaan karena hanya saya yang gak bisa naik motor di sini, saya pengen bisa pergi lebaran ke rumah kak Heny naik motor nanti, saya pengen hemat juga kalo kemana-mana bisa naik motor soalnya lumayan juga pengeluaran kalo kemana-mana naik ojek (kecuali kalau malam dan hujan, saya belum berani hehehe), dan terakhir adalah supaya saya bisa jadi pengawas survei supaya pencacah saya gak bisa bohongin saya. Kalau diawasi baik, maka hasil datanya juga lebih baik sehingga pekerjaan saya di IPDS (Pengolahan) jadi lebih mudah. Saya mau buntutin pencacah saya biar gak macem-macem, biar dia beneran ke lapangan. Jadi, saya harus bisa naik motor.

Kalo kamu cuma di halaman kantor aja, gak berani ke jalan, sampai kapanpun kamu gak akan bisa.

-Nelica-

Dan saya baru sadar, kalau udah bisa naik motor, setidaknya saya gak perlu ngerepotin orang lain buat nganterin saya.

Walau saya belum lancar ngerem dan ganti gigi, serta masih goyah kalau udah mulai rame. Masih tegang, belum bisa nyebrang dan keluar gang kost, dan juga kalau ada banyak jalan jelek dan tergenang air, saya belum bisa melewati di jalan yang bagus (bisa bikin kejipratan lumpur). Tapi, saya akan terus coba belajar sampai saya lancar. Saya harus berani.

Waktu masih belajar di halaman kantor, saya sempat jatuh sekali, but..

It is good to fall sometimes. Jadi, kita bisa belajar bangkit..

Hal itu pun mestinya diterapkan dalam kehidupan kita semua. Kalau kita jatuh, kita capek, kita lelah, kita harus bangkit dan melawan rasa takut.

Seusai itu, malamnya badan saya pegal semua dan tangan saya juga. Untungnya Nelica mau bantu pijit saya, dikerokin juga (Thanks again ya nel…).

Makasih banyak ya nel. Ini sangat berguna.

Kira-kira apa sih yang kamu takutkan dalam hidup ini? Ya, kita semua punya jawaban masing-masing. Tapi, yang jelas, kalau kita bisa melawan rasa takut, kita akan mampu mengerti bahwa kita sebenarnya mampu melakukannya. Semangat!

Ingin bertemu

6


Beberapa masalah yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini membuat saya menjadi bingung dan lucunya setiap kali saya kesal akan tindakan orang lain, pasti mama saya akan menghubungi saya dan saya hanya bisa cerita via text WA saja karena saya tidak ingin orang lain tahu keluh kesah saya jika saya menelepon mama. Saya baru bisa bertemu lagi dengan beliau pada bulan Juli nanti. Saya ingin sekali menceritakan banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan pada siapa-siapa di Waropen ini. Saya kangen berat. Tak hanya dengan mama, saya kangen berat dengan keponakan saya, walaupun setiap kali saya menelepon, dia tak mau bicara dengan saya. Namun, kata mama setiap kali mama putar video saya di Laut Jayapura, keponakan saya bye-bye ke Handphone seolah saya bisa lihat dia. Nak, kita baru bisa ketemu Desember ya… Bou rindu banget sama alom. Saya jadi ingat lirik lagu Raisa yang LDR

Seandainya jarak tiada berarti, akan kuarungi ruang dan waktu dalam sekejap saja

Benar juga lagu itu… Rasanya sekarang, ketemu dengan orang-orang yang kita sayang jadi momen mahal yang gak bisa digantikan sama apapun juga ya. Semoga suatu hari nanti, kita bisa lebih sering ketemu ya lom… 😦


Beberapa waktu lalu, teman saya Sarshe kebanjiran dan dia minta didoakan. Baru kali itu, dia mau cerita masalahnya -_- Dia sosok cewek kuat menghadapi masalah, tegar, dan selalu jadi tempat cerita saya setelah Indah (urutan pertama). Dia bilang pada saya sebelum penempatan, “La, kalau kau ada masalah, telepon aja aku ya. Daripada kau simpan sendiri.” –dia tahu gua pilih-pilih mau cerita ke siapa– Sementara saya kesal sendiri karena dia gak pernah cerita masalahnya ke saya. Orang setegar sarshe harus kebanjiran lagi. Saya pikir setelah kuliah, kami semua akan terbebas dari satu jenis bencana alam itu, tapi ternyata Sarshe harus kebanjiran lagi. Saya pun meneleponnya dan nada bicaranya berbeda dari biasanya. Duh ce, kau baik-baik aja kan? Rasanya pengen banget ketemu sama dia… Ace, rindu banget loh ce 😦


Saya rasa, sekarang saya terkena penyakit  rindu akut sama keluarga dan teman-teman saya. Tapi, saya gak bisa ketemu sama mereka sekarang.

Aku harap bisa bertemu kalian semua segera :”)

ALIVE!!!

5


Ada hal yang saya syukuri dengan musim hidup saya saat ini. Saya menjalankan banyak hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dan selalu saya cita-citakan. Kebetulan ada kesempatan jalan-jalan dengan orang-orang kantor ke Serui beberapa waktu lalu. Serui itu adalah kota di Kepulauan Yapen. Yapen tepat berada di seberang Waropen. Sebelumnya Waropen dan Yapen berada dalam satu kabupaten yang sama sebelum akhirnya mekar pada tahun 2003.

Kami pergi dengan menggunakan Kmp. Masirei dengan jarak tempuh sekitar 2 jam.

KAPAL

Perjalanan di Serui itu begitu menyenangkan. Destinasi pertama yang kami tuju adalah Sarawandori. Wah, lautnya di sini biru sekali, bersih. Tapi bagian yang paling saya suka saat di Sarawandori ini adalah saat kami menaiki sebuah perahu kecil dengan mesin untuk mengelilingi pulau-pulau di Sarawandori dan ini sangat menyenangkan! Saya yang notabene tak bisa berenang, dengan nekadnya naik perahu itu. Panas terik tidak masalah.

Jangan sia-siakan masa mudamu untuk tidak jalan-jalan, hanya karena kamu takut hitam (jadi hitam kulitnya)

-Nelica-

Itulah yang selalu saya ingat hehehe 😀

Dulu, setiap pulang sekolah SD, kalau tidak main kemana-mana dan tidak ada orang di rumah, saya selalu melakukan hobi aneh, pura-pura jadi host Jejak Petualang dan jalan-jalan di tempat-tempat sehijau Sarawandori menaiki perahu kecil. Agak konyol memang, tapi ini adalah cita-cita saya dari sejak kecil. Dan tercapai! Asyik banget! Saya gak menyangka bahwa pesan abang saya sebelum ke Papua untuk banyak lihat hal baru benar-benar tercapai. Saya tidak hanya bisa lihat banyak hal baru, tapi jutaan hal indah, pemandangan indah yang Tuhan buat. How Great Thou Art!!! Tuhan tuh ajaib bener ya bisa ciptain banyak hal indah di dunia ini. Pemandangan yang indah di berbagai tempat di dunia. Saya selalu merasa terkagum-kagum melihat hasil ciptaanNya. Kadang, saya berpikir gila, bahwa mungkin jika saya tidak ditempatkan di Papua, saya hanya akan terus berada di comfort zone dan belum tentu bisa melakukan banyak perjalanan ke berbagai tempat indah seperti Sarawandori ini. Makasih ya Tuhan memberikan kesempatan ini 🙂

Oh, ya sewa perahunya untuk 7 orang berkisar Rp300.000 saja.. Lumayan ya… Hehehe

              Serui

sarawandori1

sarawandori2
Dua sejoli kecil. Ciehhh 😀
sarawandori
Perkampungan warga di Sarawandori, Serui
sarawandori3
Ini dengan orang-orang kantor 🙂

sarawandori4
Kembali lagi bersama saya di My Trip, My Adventure 😀

Setelah itu, sorenya kami jalan-jalan ke Serui Laut.

Serui laut ini adalah salah satu bentuk objek yang ingin saya kunjungi dari kecil. Tebing-tebing putih dengan jalan meliuk-liuk dan laut lepas. What a beautiful view!!

Senja di sini saat itu kebetulan warna langitnya pink 🙂 Saya emang paling suka foto pemandangan senja, warna langitnya bisa beda-beda. Bisa pink, orange, ungu, biru, kuning. Suka banget sama langitnya 😀

SERUI
Kayaknya ini cocok untuk adegan orang lagi galau deh tempatnya hehe
SERUI1
Langitnya ❤
SERUI2
di Instagram, saya post foto ini tapi mama-mama yang lagi duduk di-crop. Hahaha peace 🙂

SERUI3

Saya senang sekali bisa melakukan perjalanan ke Serui ini 🙂

 

Lady in Waiting

20170506_121935[1]

Hal-hal yang didapat dari buku Lady in Waiting.

Buku ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang masih lajang, tetapi juga bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dalam buku ini, dipaparkan 10 karakter baik yang dimiliki Ruth sehingga ia menjadi wanita yang berkenan dan memuliakan Allah, yaitu:

  1. Wanita dengan Penyerahan Tanpa Ragu

“Seorang wanita tidaklah lahir sebagai seorang wanita. Ia tidak pula menjadi wanita saat ia menikahi seorang pria, mengandung seorang anak, dan mencuci pakaiannya, bahkan juga waktu ia bergabung dengan gerakan pembebasan kaum wanita. Seorang wanita menjadi seorang wanita saat ia menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan baginya.”

-Learning to Be a Woman-

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Hati-hatilah jika kamu menghabiskan sebagian besar waktu luangmu dengan seorang teman wanita yang tidak sama-sama memiliki komitmen pada Yesus. Maka bangunlah pertemanan dengan orang-orang yang dapat membangunmu dari segi rohani juga.
  • Carilah sesuatu yang dapat merangsang pertumbuhanmu dalam Tuhan. Hal ini berarti mengutamakan Tuhan dalam segala sesuatu.
  • Jatuh cintalah pada Tuhan Yesus lebih dalam lagi setiap hari. Yang perlu direnungkan, apakah Kamu lebih banyak tahu tentang menyenangkan seorang pacar daripada menyenangkan Tuhan Yesus?
  • Ketidakpenuhan bukanlah akibat menjadi lajang, tetapi akibat tidak penuh di dalam Yesus. Hanya melalui proses penyerahan tanpa ragu kepada Yesus sajalah seorang wanita manapun dapat akhirnya mengerti bahwa di dalam Dia, ia utuh.
  • Tinggalkanlah keadaan biasa-biasa saja di belakangmu, berketetapanlah untuk mengejar Yesus dengan segenap hati, jiwa, dan pikiranmu.
  • Setiap wanita yang tidak mengerti bahwa ia utuh di dalam Yesus, maka ia rentan terhadap penyembahan berhala. Apa masih merasa belum utuh hanya karena sedang sendiri sekarang? Jadi, apa berhala di hidupmu?
  1. Wanita yang Rajin
  • Seorang wanita lajang harus rajin menggunakan waktu lajangnya dengan bijaksana.
  • Daripada tinggal di rumah mengkhawatirkan lagi satu hari Sabtu malam “tanpa kencan”, sadarilah bagaimana berharganya waktu yang telah dipercayakan kepadamu pada titik kehidupanmu saat ini. Daripada menolak begitu banyak jam-jam kesendirianmu, gunakanlah wkatu-waktu itu sebagai suatu hadiah dari Allah – satu paket yang berisi kesempatan-kesempatan untuk melayaniNya.
  • Kehidupan itu memuaskan hanya jika Anda dengan rajin melayani Tuhan, apa pun keadaanmu.
  • Carilah seorang partner doa yang dapat saling memperhatikan denganmu.
  • Semangati orang-orang sekitarmu dengan kata-kata yang menyegarkan dan menguatkan, doakan mereka. Rutin!
  1. Wanita yang Beriman
  • Yesus dapat membawa pasangan hidupmu kepadamu, di mana pun kamu tinggal.
  1. Wanita yang Penuh Kebajikan
  • Janganlah memandang semua pencobaan karena status lajang itu sebagai butiran pasir yang membuat iritasi dan harus sesegera mungkin dibuang. Sadarilah bahwa Allah membiarkan mereka di sana untuk menciptakan sesuatu yang indah di dalammu.
  • Jika Kamu menarik pria semata-mata dengan penampilanmu, maka Kamu menghadapi masalah, karena penampilan tidaklah kekal. Jadi, bagaimana rupamu di bagian dalam jauh lebih penting daripada bagaimana rupamu di bagian luar.
  • Jika Kamu perhatikan dalam Amsal 31:10-31, Kamu akan melihat gambaran Allah mengenai seorang wanita cantik. Ada 20 ayat yang menggambarkannya dan hanya satu ayat yang menyebut penampilan luarnya. Jadi, kembangkanlah kualitas yang Allah gambarkan sebagai cantik, seperti: bijaksana, baik hati, dan saleh.
  • Iri seringkali merupakan akibat dari membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau akibat dari membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau akibat dari hati yang tidak tahu berterimakasih.
  • Untuk dipenuhi oleh Roh Kudus, Kamu harus menjadi kosong akan dirimu sendiri dan dipenuhi oleh Allah. Kamu memberi Roh Kudus kendali penuh dan total atas hidupmu.
  • Mungkin, Kamu memiliki dosa-dosa yang harus segera dituntaskan. Akuilah semua dosa itu dan mintalah Roh Allah mengendalikanmu untuk tidak melakukan hal-hal itu lagi. Mintalah seorang teman yang saleh untuk berdoa bagimu untuk menghilangkan hal-hal itu.
  1. Wanita yang Penuh Pengabdian
  • Banyak wanita masa kini yang mengabdi, tepat sekali! Mereka mengabdikan diri mereka sendiri untuk mengembangkan sebuah hubungan cinta, tetapi tidak dengan Tuhan. Mereka secara salah mencari kasih dalam rasa dan janji-janji. Pengabdian mereka tidak teralihkan kepada Yesus Kristus.
  • Dosa itu lebih memuakkan bagi Allah daripada nafas berbau bawang terhadap seorang kekasih hati.
  • Untuk dapat bertumbuh dalam pengetahuan akan Allah, Kamu harus mencari Allah yang benar.
  • Carilah Dia karena siapa Dia, dan bukan sekedar karena apa yang dapat Dia lakukan bagi Kamu.
  • Jika Kamu ingin mengenal Tuhan, Kamu harus mencari Dia tidak hanya dengan sepenuh hati yang bersih dan murni, tetapi dengan hati yang mendengarkan.
  • Keadaan lajang meletakkan Kamu dalam posisi yang menguntungkan karena, hampir pasti, Kamu mempunyai lebih banyak waktu untuk mencari Allah sekarang daripada di waktu-waktu mendatang jika Kamu menikah.
  • Jika kamu sekarang adalah Wanita dalam Penantian dan telah menggunakan masa lajangmu untuk mengembangkan kehidupan ibadahmu, Kamu sudah memiliki sumber daya yang membuatmu dapat bersekutu dengan Allah selama hari-hari yang paling kacau.
  • Bacalah Mazmur setiap hari dalam waktu teduhmu, dan jawab ketiga pertanyaan berikut ini, yaitu: Apakah yang dikatakan bagian Alkitab ini tentang saya?; Apakah yang dikatakan bagian Alkitab ini tentang Tuhan?; dan Bagaimanakah ini dapat diterapkan oleh saya?
  1. Wanita yang Murni
  • Allah rindu kamu sebagai wanita untuk menyerahkan “hadiah kamu” pada seorang kekasih yang berkomitmen (dalam pernikahan), yang membahagiakan, menjaga dan melindungimu. Allah ingin Kamu dan hadiah Kamu pada pria ini diperlakukan sebagai sesuatu yang berharga dan membahagiakan, dan ditundukkan serta ditaklukkan.
  • Jika Allah tahu bahwa pria yang Kamu pikir Kamu cintai itu tidak dapat menjaga hatimu, maka Ia tidak mau Kamu memberikan bagian manapun dari dirimu kepadanya.
  • Ingatlah, setan senang membuatmu sedih dan lelah, membuatmu merasa tak berharga, dan dengan demikian membuatmu tidak mampu memuliakan Allah atau berdiri di hadapan orang lain.
  • Seorang wanita yang baik rindu dikenal sebagaimana apa adanya ia sebagai wanita, bukan sekedar tubuh fisiknya saja.
  • Tidak adanya penguasaan diri sebelum menikah adalah percabulan. Tidak adanya penguasaan diri setelah menikah adalah perzinahan.
  • Seseorang akan merasakan kesakitan rohani yang akut dan keterpisahan dari Allah waktu terlibat dalam seks di luar pernikahan.
  • Jangan biarkan hatimu terlalu mudah diserahkan. Jika seorang pria berkata I love you, Kamu tidak perlu mengulangi frase itu. Karena kata-kata itu bisa menjebak secara emosi dan membawamu pada hal fisik. Kasih sejati memerlukan waktu untuk berkembang dan bertumbuh tanpa ketiga kata itu.
  • Ini cukup radikal, tapi simpanlah ciumanmu untuk suami masa depanmu!
  • Mungkin, ada beberapa hal yang dapat dijadikan standar untuk menghindari hubungan yang tidak benar, seperti: hanya akan berkencan dengan pria Kristen yang bertumbuh, berkonsentrasi pada persahabatan-bukan kisah cinta, tidak menghabiskan waktu berduaan sendirian di rumah atau tempat sepi/gelap/tidak dapat diakses, tidak akan dengan bebas memberikan ciuman dan pelukan, dan tidak berbaring di sebelah seorang pria.
  • Seorang pria yang saleh tidak akan menekan wanita secara verbal, tetapi akan mengasihi dia dengan pernyataan kasihnya dan mengantarnya pulang sebelum mereka harus menyesal karena melanggar kemurnian mereka.
  • Kamu harus mengampuni dan melupakan dosa-dosa mereka yang telah berdosa terhadapmu. Kamu tidak akan terbebas dari rasa sakit jika Kamu menyimpan kepahitan.
  1. Wanita yang Memiliki Rasa Aman
  • Hanya Allah yang dapat menyediakan rasa aman.
  • Rasa tidak aman menyebabkan Kamu bergantung pada suatu hubungan.
  • Ikutilah rencana Tuhan dalam hidupmu, bukan rencanamu.
  1. Wanita yang Puas
  • Jangan lari dalam mendahului Tuhan dalam hubungan cintamu
  1. Wanita yang Penuh Keyakinan
  • Hindarilah seorang bodoh. Seorang bodoh adalah seorang pria yang penampilan luarnya adalah suatu tampak luar. Lihatlah kualitas ini dalam dirinya: seorang Kristen yang dikendalikan Roh Kudus, Yesus nomor satu dalam hidupnya dan bukan sekedar hiasan, bergantung penuh pada Yesus, berpikiran pada pelayanan dimana pun dan kapan pun ia berada, seorang motivator yang punya visi dan peduli pada jiwa yang tersesat, punya roh yang peka terhadap kebutuhan-kebutuhan orang lain, mengerti tanggung jawab luar biasa sebagai seorang suami pada istrinya, cukup rendah hati untuk dimuridkan dan mampu memuridkan orang lain, pria yang berdoa (ia tahu kunci keberhasilan adalah waktu pribadinya dengan Allah), dan seorang pria keluarga (ia rindu memiliki anak-anak dan membesarkan mereka dengan sepatutnya bagi kemuliaan Allah).
  • Setiap pasangan yang tidak percaya awalnya muncul sebagai seorang tidak percaya dalam kencan pertama. Hindarilah berkencan dengan seorang tidak percaya.
  • Kamu perlu menyerahkan keinginan-keinginan Kamu pada Tuhan.
  • Kesalahan yang paling umum yang dibuat oleh seorang pasangan dalam pernikahan adalah menikahi seseorang yang ingin mereka ubah. Hampir mustahil mengubah seseorang!
  • Ada beberapa ciri pria yang memiliki prospek, yaitu: menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri, bersukacita dalam hubungannya dengan Kristus, menjaga hubungan sebagaimana sepatutnya, tidak mau melompat mendahului waktu Tuhan, berusaha untuk memenuhi kebutuhan praktis orang lain, membela yang benar (It reminds me to ‘Pak Ahok’), menyelesaikan tanggung jawab-tanggung jawab yang Tuhan berikan, mengerti pentingnya perasaan dan emosi, dan lari dari pencobaan untuk berkompromi.
  1. Wanita yang Sabar
  • Menantilah dengan sabar dan dengan berjaya menangkanlah masa depan yang Bapamu rencanakan bagimu.
  • Seorang pria yang mati secara rohani tidak akan pernah bisa mengenal bagian rohanimu yang paling intim, yaitu hatimu.
  • Menantilah dengan sabar, mungkin Kamu memberi waktu kepada Allah untuk mempersiapkan, bukan dirimu, tetapi kekasihmu. Biarkanlah Bapa Surgawimu melengkapi pekerjaan-Nya saat pria lajangmu tidak terganggu. Masalah-masalah dalam kehidupan seseorang yang diselesaikan pada saat lajang, membatasi stres dan kesulitan yang tidak perlu pada pernikahan nantinya.
  • Pernikahan itu baik tetapi jangan tertipu dan salah mengira bahwa itu adalah surga.

Setelah membaca buku ini, ada beberapa hal yang berubah dari doa saya. Sekarang, saya mulai berdoa untuk menjadi orang yang tepat buat suami saya kelak. Selama ini saya punya list sama Tuhan yang banyak tanpa berpikir apa saya cukup layak? Saya ingin menjadi seorang wanita yang ‘penuh’. Tambahan doa saya adalah supaya saya dan suami saya kelak saling menjadi pasangan yang tepat satu sama lain dan juga sudah ‘penuh’. Hanya Yesus yang bisa memenuhkan hidup kita, bukan pasangan kita. Kebahagiaan sejati hanya ada padaNya. Perspektif saya dalam hal seperti ini mulai diperbaiki. Dan saya percaya suatu saat kelak saya akan menjadi penolong yang tepat untuk pemimpin saya yang tepat 🙂

Sapaan hangat

4


Satu hal yang gua senangi di sini adalah setiap kali gua pulang kerja dan melewati Mambui (nama tempat di Waropen), pasti selalu ada anak kecil yang panggil gua, “Kaka Lala!” Sambil tersenyum atau melambaikan tangan mereka. Gua yang kelelahan ngentry data sepulang kerja jadi punya semangat baru dan mengembangkan senyum lebar sambil bye bye dengan mereka. Dulu pas di Jakarta? Astaga! Boro-boro itu mah.. Bahkan tetangga gua kayaknya gak tahu nama gua siapa.

Gua senang banget disapa mereka. Jaim gua hilang seketika wkwk 😀

Walau sederhana, terima kasih banyak adik-adik 🙂 Itu memang sederhana sekali, tapi itu menambah stok energi kakak di sini 🙂 Kalian akan sangat kaka rindukan pasti suatu saat nanti :’)

Harapan yang muncul kembali

3


Gua merasa bahwa gua tak bisa berbuat apa-apa untuk cita-cita gua. Gua merasa gak berguna. Gua frustasi dan putus asa karena gua tidak bisa menerapkan apa yang dipesankan saudara gua 100% dalam menjalani hidup ini. Sampai di suatu saat seorang teman gua mengatakan bahwa semangat gua udah bagus. Baru itulah satu sisi positif kehidupan gua yang sekarang gua ketahui.

Gua merasa tidak dapat mempercayai banyak orang. Gua mengalami rasa kekecewaan agak besar buat beberapa orang. Gua frustasi karena merasa bahwa sepertinya gua tak bisa memperbaiki suatu kondisi yang buruk. Gua frustasi dengan sistem dan beberapa orang. Gua benar-benar hampir putus harapan. Sampai-sampai gua berusaha mencari-cari apa passion sejati dalam hidup gua. Berhari-hari gua terus berpikir apakah setelah 8 tahun gua bekerja di instansi ini, gua akan berpindah haluan mengejar passion gua secara fulltime atau melakukan hal-hal yang pastinya akan ditentang oleh beberapa orang di hidup gua. Entahlah, gua terus-menerus bertanya-tanya sampai suatu saat ada seorang kakak yang bilang, “Kamu punya beban dan visi kan untuk kerjaanmu dek? Berarti Tuhan emang pengen kamu kerjakan itu. Dan apa setiap passion kamu itu sesuai dengan kehendak Tuhan?” Gua pun terdiam, gua tak mengambil kesimpulan apa-apa. Yang jelas, gua hanya bisa berusaha mengerjakan tugas gua sebaik mungkin sekarang dan soal-soal yang lain itu akan ada jawaban pastinya kelak bagaimana.


Di suatu siang, kak Ata (Kakak di Gereja) sms gua untuk mengajak gua dan kak Ester ikut ibadah Tunas (Untuk anak-anak kisaran kelas 5 SD-SMA). Tadinya, gua dan kak ester gak pengen ikut, tapi ternyata sempat untuk ikut (rapat di kantor selesai tepat waktu).

Sesampainya di sana, gua lihat adik-adik yang biasa ada di Sekolah minggu.

Salah satu sumber sukacita gua adalah setiap lihat adik-adik ini 🙂

Meski kadang gua sempat stres soal kerjaan, Tuhan kasih satu hal menarik di sini, anak-anak 🙂

Lalu, singkat cerita datanglah seorang kakak-kakak yang gua gak kenal dan belum pernah lihat sebelumnya. Ternyata kakak itu menyampaikan Firman dan pesannya adalah untuk tetap percaya pada Tuhan Yesus. Sekalipun kalau adik-adik gak punya ongkos buat naik ojeg ke sekolah, adik-adik harus percaya sama pertolongan Tuhan bahwa Tuhan pasti sanggup untuk menolong dengan mengantarkan orang yang mau mengantarkan kalian ke sekolah.

Gua harus akui, gua mengalami krisis kepercayaan baik pada diri sendiri, orang lain, maupun Tuhan. Ada beberapa hal yang gua doakan sejak lama namun tidak berdampak apa-apa sampai sekarang. Terkhusus 1 doa untuk kerabat gua. Gua agak kecewa, frustasi, bingung harus berbuat apa dan nyaris tak punya pengharapan. Tapi, setelah mendengar khotbah itu, gua kembali membangun rangkaian harapan gua yang udah hancur sebelumnya. Dan gua nangis.. Gua gak tahu apa adik-adik ini lihat gua nangis atau gak. Yang jelas, itu karena gua sudah gak sanggup nahan air mata lagi. Sejujurnya malu banget diliat nangis sama orang, apalagi sama anak-anak. Sampai sekarang, gua asumsikan mereka ga sadar aja kalo gua nangis.


Dalam khotbah kak Ice di Ibadah Tunas, dia kasih kesaksian bagaimana Tuhan menolongnya bisa menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik diantara teman-teman seangkatannya di Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih. Beberapa minggu lagi dia akan berangkat S2 ke ITB karena dapat beasiswa LPDP.

Kak Ice sangat menginspirasi gua. Dia orang asli Papua yang menurut gua luar biasa semangat belajarnya. Gua ingat kata mama gua, “jangan pernah mengecilkan cita-cita la!” Ok deh, gua jujur aja ya… Kalo Tuhan perkenankan beberapa tahun lagi gua pengen S2 Ekonomi ke Belanda, Erasmus University of Rotterdam

Gua sekarang punya harapan akan hidup di Waropen ini, menjalani pekerjaan ini, menjalankan cita-cita gua dan misi hidup di sini sebelum gua pergi dari tempat ini. Masih ada jutaan hal indah di sini. Dan Tuhan gak akan mungkin menaruh gua di sini tanpa sebuah tujuan yang mulia. Pasti ada hal-hal luar biasa yang Ia mau lakukan buat hidup gua di sini. Gua harus semangat terus! Pasti bisa! 🙂


Selama ibadah tunas itu, gua melihat wajah polos dan mata adik-adik, gua meyakini dan percaya benar bahwa suatu hari nanti mereka juga bisa seperti kak Ice. Mungkin mereka tinggal di daerah yang bisa dibilang tidak begitu maju, namun gak pernah ada 1 hal pun yang bisa menghalangi cita-cita kita selagi kita mau terus berusaha dan berdoa. Gua sangat yakin dan sambil berdoa dalam hati, gua ingin suatu hari nanti di masa tua ketika liburan dengan keluarga ke luar negeri, gua akan ketemu adik-adik ini dalam keadaan yang jauh lebih baik. Mereka kuliah di tempat-tempat yang bagus di luar negeri dan kembali membangun Waropen. Gak ada yang mustahil kalau Tuhan berkenan. Semangat terus adik-adik! Tuhan yang bikin kalian pintar, tapi kalian perlu belajar rajin! 🙂

Lebih baik ganggu aku

2


Gua punya seorang teman yang kepribadiannya cukup mellow. Beberapa kali gua memergoki dia menangis. Mungkin masalah dia berat.. Sejujurnya gua gak suka dengan sikapnya yang seperti itu. Gua gak suka lihat orang nangis. Jadi, setiap kali dia menjadikan gua sebagai bahan gangguan atau membuat lelucon dengan gua, gua selalu pasrah aja. Lebih baik dia ketawa-ketawa bahagia dengan ganggu gua daripada gua lihat dia nangis.

Gua harap, sukacita sejati dari Tuhan Yesus bisa lu dapatkan kak. Gua bukan bilang nangis itu gak boleh. Nangis itu manusiawi. Tapi, jangan terlalu sering.. Sebarkanlah sukacita buat orang di sekitarmu. Percayalah sekalipun semua orang, semua temanmu pergi, masih ada Tuhan Yesus yang menemani. Walau memang sulit juga buatku menerapkannya. Aku harap hidupmu lebih banyak dipenuhi kebahagiaan kak. Janganlah terus-menerus seperti ini. Serta cobalah untuk ‘memakai sepatu orang lain’ selanjutnya..