Terimakasih untuk pengertiannya :’)

(bukan kesombongan diri, kesaksian saja)

Kalian mungkin tak pernah tahu apa-apa yang selama ini aku pikirkan, aku pertimbangkan.

Pertama-tama, aku pengen banget minta maaf sama pemimpin komselku yang lama karena begitu ‘batunya’ aku dipimpin olehnya dulu. Setiap ada jarkoman Komsel, selalu saja ada alasanku untuk tidak datang, bahkan sampai-sampai bilang ga enak badan, padahal biasa aja. Aku pengen minta maaf karena betapa seringnya dulu ia memintaku untuk melayani di Gereja, tapi tidak pernah kulakukan sama sekali. Kak, aku minta maaf ya atas kebebalanku selama ini.  Atas begitu kerasnya hatiku kayak batu karang. Padahal, kakak sudah banyak menabur untuk aku sama Eny. Kak, tenang saja, kakak sudah menabur banyak, memang mungkin bukan kakaklah Pemimpin Komsel yang menuai hasilnya, tapi kakak udah jadi saluran Tuhan menguatkan kehidupan kami, dan aku ingat sekali waktu Tingkat 1 Semester 1 dulu, UTS, Ujianku sukses pas sehari setelah kita semua berdoa, cukup sukses. Terimakasih sudah membantu saya bisa lebih dekat dengan Tuhan Yesus, Bapa kita yang tidak pernah sekalipun meninggalkan kita kak.

Yang kedua, aku senang luar biasa ketika ada temanku yang kelihatannya sudah ‘jauh’ dari Persekutuan mau datang ke sebuah acara ibadah besar yang kami rayakan dari kampus. Setelah aku menghubunginya berkali-kali dan memaksanya untuk datang, awalnya ia menolak, namun seiring beberapa sms yang aku kirim, dia akhirnya datang, walaupun terlambat. Aku bukan PKKnya yang bisa menegurnya atau melakukan hal besar untuk membawanya kembali mendekat pada Tuhan, tapi hai temanku, hanya itulah yang bisa aku lakukan untukmu, kecil sekali, hanya meng-sms untuk datang ibadah. Dan ketika aku melihatmu datang, aku senang banget… Meskipun, aku bukanlah orang yang dengan gampang mengekspresikannya, tapi aku senang kau bisa datang.

Pantas saja di Alkitab dibilang kalau 1 orang bertobat, seisi Surga bersukacita… Memang kecillah hal yang bisa aku lakukan, tapi aku senang luar biasa kau bisa mengerti, bahwa biarpun kau terlihat ‘jauh’ dari persekutuan, satu hal yang ku tahu kalau kau tetap cinta sama Tuhan Yesus apa adanya dan bagaimanapun kondisimu saat itu.

Yang ketiga, aku mau berterimakasih buat My Spiritual Mother, Best spiritual mother ever in STIS maybe, hehehe 😀

Ketika pertama aku dibagikan kelompok kecil, aku bingung mana sih yang namanya ‘MEGA’? Ternyata nama aslinya Enggelin Giacinta Wongkar… well, ga ada nyambung-nyambungnya dengan MEGA bukan? Yah, dia ini kata orang ‘cantik’, ya semoga menurun ke AKKnya yak… muehehehe

Dulu, waktu aku Tingkat I, aku memiliki kerinduan untuk menjadi PKK, namun yang sekarang terjadi adalah aku tidak jadi PKK karena pertimbangan waktu atas aktivitas padat yang mulai kulakukan di Tingkat II. Aku sebenarnya punya kerinduan itu sampai sekarang, tapi aku takut kalau-kalau aku tidak bisa membawa AKK-ku bertumbuh baik karena banyaknya kesibukan (sebenarnya ga banyak banget sih, Cuma semakin bertambah tanggung jawab saja). Sekarang-sekarang ini sedang sibuk men-sharingkan CPKK.. Sampai suatu malam aku makan bersama SKK-ku yang notabenenya adalah seorang pengurus di PMK STIS (ngurus KK pula), aku bilang sama dia, “Ndah, kalo aku gak jadi PKK, kalian gak marah kan?”.. Di situ dia terdiam sejenak dan berkata, “gak papa kok kil, mungkin di tempat lain, di gerejamu kan… bukan Cuma di sini kok wadahnya memuridkan..” Dia bilang gitu, dan nada bicaranya seperti antara rela tidak rela. “sorry ya semua..”dalam hatiku. Sampai KK tadi kakak PKK-ku memberitahu kalau dia lulus kompre. Langsung aku peluk dia, aku senang sekali waktu itu.

Aku jadi sedih juga, bentar lagi kak mega pergi, dan aku kehilangan dia.. aku pasti rindu sama dia, PKK yang suka bawain masakannya, apa lagi masakan Manado yang itu tuh pisang goreng pake sambel Manado, OMG itu maknyus banget dah… Aku rindu penguatan yang dia kasih. Begitu banyak kondisi yang telah kami alami bersama, menceritakan soal sakit, up and down perkuliahan, masalah keluarga, hubungan (ups ups ups), semuanya deh… Betul-betul semua yang kami alami sampai sekarang, itu semua karena kasih Tuhan semata.

Because of who You are I give You Glory

Because of who You are I give You praise

Because of who You are I will lift my voice and say

“Lord I worship You, because of who you are”

Jehovah Jireh, He’s my Provider

Jehovah Nissi, Lord Your reign in Victory

Jehovah Shalom, My Prince of Peace

“Lord I worship You because of who You are”

Itu adalah lirik lagu yang sering aku nyanyikan kalo aku merasa sendiri. Seringkali aku pergi KK, tapi kurang semangat, tapi aku selalu bahagia dan semangat menjalani hariku setelah pulang KK. Dan waktu aku jujur ke kak mega kalo aku gak bisa jadi PKK, dia bilang,”aku dah tau kok.. tadinya kalo kau belum melayani di Gereja, aku mau jadikan kau PKK. Tapi, setelah kulihat terjadi perubahan besar di dirimu, aku pikir tidak apa-apa kalo kau gak jadi PKK.”

“Kakak kok bisa tahu?”tanyaku padanya. “Aku kan PKKmu, aku tahu isi hatimu, hehehe.” Syukurlah mereka mau mengerti, tidak marah dan tidak memaksakan semuanya padaku. Terimakasih atas pengertian dan doa kalian atas banyak hal yang sudah terjadi dalam hidupku. Mungkin orang yang tidak dekat denganku pikir aku itu selalu senang, gak pernah mengalami turunnya dalam hidup, karena mukaku ga ‘mutung’ kali ya :3  Tapi banyak kali aku jatuh, sakit, sedih, khawatir dan bimbang, kalian selalu memberi arahan. Terimakasih buat kasih kalian semua. Aku sayang kalian semua J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s