Dari penjara ke Istana

Ibadah sesi 1 dan 2 GKTT Kenari Mas, Jakarta oleh Ps.Yoseph M. Situmeang

Your day will come. Ok la!!! Tuhan udah komitmen biar setiap kita itu dipromosikan. Lala, kamu harus belajar sungguh-sungguh biar nama Tuhan dipermuliakan. Harus sungguh-sungguh biar dipromosikan. Karena kalau kita gagal, keluarga gagal dan Sorga ‘gagal’. Oh no La!!!

Tuhan itu mempromosikan individu. Nanti la, kamu bisa jadi orang hebat, tapi harus tetap punya ‘Hati hamba’.

Terus, kenapa kita harus dipromosikan?

Karena kita adalah Refleksi dari Tuhan…

Buka Alkitab kita yuk di Yesaya 55:9

Intinya dari ayat tersebut adalah Jalan Tuhan jauh lebih baik dari kita. Cuman, tinggal kitanya yang harus taat. Jangan jalan di tangga yang salah dan rancangan yang ‘kita buat sendiri’ tanpa Tuhan, itu pun sia-sia.

Promosi itu keluar dari rancangan kita dan masuk ke rancangan Tuhan. Rancangan Tuhan itu jauh lebih baik daripada kita.

Ayo buka lagi yuk di Mazmur 105:16-21

Untuk promosi, kadang kita harus dihancurkan (melalui proses yang sulit). Karena, semua promosi dari Tuhan butuh Ujian.

Untuk mengenal Tuhan pun sama. Kita butuh proses.

Ada saatnya nanti, kita akan tertawa melihat berbagai masalah di masa lalu kita, karena betapa bodohnya cara kita untuk menanggapi setiap masalah yang ada itu.

Sebagai kesaksian, dulu aku khawatir over banget sampe nangis-nangis habis UAS Peluang Tingkat I. Bahkan, aku sampe belajar untuk remedialnya. Tapi, waktu pengumuman nilai, ternyata aku gak remedial. Sia-sia semua air mata, khawatir. Karena semua pasti berlalu dan Tuhan pasti menolong kok…

Kita meminta Tuhan untuk mengangkat kita, ya kita harus siap dan konsisten. Lakukan yang terbaik! Sebab, Tuhan lebih perduli pada karakter daripada pencapaian kita.

Semua yang sehat harus bertumbuh. Sama kayak anak 15 tahun ga bisa bicara, berarti dia ga sehat. Gitu juga dengan kita, bertahun-tahun terus jadi anak Komsel, KAPAN JADI PEMIMPIN KOMSELNYA? #upskodekeras

Jadi, kita kalau mau dipromosikan, jangan cepat puas, dan jangan stag di sini. Ok ok

Bagaimana Yusuf mengalami Promosi dari Tuhan?

  1. Menjadi orang yang menyenangkan.

Amsal 11:30

Harus rajin, jujur, ramah, kerja bagus, ngatur segala hal yang bagus, ngasih solusi buat persoalan-persoalan di sekitar kita.

Menyenangkan = Memenangkan jiwa.

Dimana kita ada banyak orang kumpul dan jadi seru.

Kita itu diajar di Gereja bukan cuma bersekutu, tapi juga bagaimana berkeluarga yang baik dan benar. Mengamati cara pelayan Tuhan hidup, bersikap, menyapa orang. Availability of Time. Be with Him. 

Ga boleh jadi orang yang menyebalkan ya la… Harus ramah sama siapapun juga.

2.  Mengerjakan lebih dari yang diharapkan

Kejadian 39:6

“Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri.”

Ilustrasi:


 

Yusuf di rumah tuannya, bersihkan kandang ayam. Lalu, dia bersihkan. lalu, dia liat ayamnya ga betah lagi, dia cat kandangnya. Eh, dia liat lagi atapnya bocor, dia benerin. Dia peras susu sapi Potifar.

Nah, waktu tuannya datang…

Potifar      : Yusuf, udah jadi dibersihin kandangnya?

Yusuf        : Sudah tuan

Potifar      : ok, kalo gitu kamu cat kandangnya sekarang ya…

Yusuf        : Oh, sudah tuan.

Potifar      : Hah, sudah? kalo gitu, benerin genteng deh…

Yusuf        : Sudah tuan.

Potifar      : Hah, sudah juga?

Yusuf        : Iya tuan. Ini susu sapi tuan, minumlah… Sepertinya tuan lelah habis pulang kerja..


Wow!!! Yusuf melakukan lebih dari yang disangka oleh tuannya. Makanya dia jadi kepercayaan Tuhan.

Dan segala sesuatu yang dikerjakan Yusuf diberkati Tuhan (Kejadian 39:23) Kejadian 40:7-8

Trus, darimana dia pelajari ini semua?

Dari ayahnya Yakub. (Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan!)

Kejadian 36:31-42

Ayat 42 akhir

“…dan jerih payahku telah diperhatikan Allah…”

Tuhan ga pernah lalai, Dia melihat setiap kesulitan-kesulitan yang kita alami. Hanya tinggal kitanya, apakah effort kita udah bagus atau belum?

3. Mendapatkan perkenanan Tuhan

Dalam 1 Korintus 6:16-17. Ada 2 macam penyatuan, yaitu:

  • Penyatuan seksual secara fisik untuk menghasilkan keturunan.
  • Penyatuan dengan Tuhan di dalam penyatuan Roh. Melalui penyembahan.

Sebab, tujuan penyembahan adalah untuk mendengarkan suara Tuhan.

Di dalam Yohanes 15:16 Ada urutan ibadah/Liturgi:

a. Mazmur 95:2

Ucapan syukur dan Pujian. To enter His Presence.

b. Penyembahan. Di Mazmur 95:6-7

Penyembahan itu bukan skill, tapi sikap. Lagi makan aja, kalo hadirat Tuhan ada bersama dengan kita, maka orang bisa rasakan penyembahan dan hadirat Tuhan dalam diri kita.

 

Jujur, setelah khotbah ini, banyak hal yang ditegur dalam hidup saya secara pribadi. Khusunya, menyangkut ketakutan saya pada UAS mendatang, tapi saya diajar untuk berusaha sebaik mungkin dan percaya bahwa Tuhan pasti bantu saya. Kekuatiran ga akan nambahin nilai kita 1 senti pun, 

Semangat UAS… GBU SEMUANYA!!! HAVE A NICE TEST!!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s