Selasa, 30 September 2014

Pagi ini, gua beranjak dengan sangat lelah dari tempat tidur dan mulai mandi untuk pergi Seminar di Kampus. Gua pikir bakalan udah rame. Tapi enggak sama sekali, belum banyak orang yang datang dan terjadilah tada!!! Gua adalah orang pertama yang dateng dari kelas gua 2K. Emagod, kuliah aja ga gini -_-

Gua belum sarapan nih ceritanya. Terus orang-orang pun mulai berdatangan. Jujur aja, ada salah satu motivasi gua datang seminar karena …. wkwkwkwk 😀 Sebenernya kata dokter gua, ini karena minus gua nambah so, gua harus pake kacamata terus, tapi gua masih malu… Jadi gua pake waktu ada tampilan slide aja…

Bagus seminar kali ini. Gua sedikit terlintas pengen jadi pembicara yang memaparkan hasil PKL 54 nanti… Tuhan, bisakah? Kakak-kakak yang maparin hasilnya analisisnya bagus banget. Tapi, menurut gua ada pertanyaan yang jawabannya masih menggantung. And you know what? Menurut gua, itu pertanyaan udah bisa buat anak kuliahan S3 deh kayaknya…

Sesungguhnya dari seminar ini, gua sadar akan satu hal yaitu:

Sebenernya gua belum menemukan sense dan passion mendalam di Statistika. Gua cuma menjalani kuliah supaya lulus, ga tinggal kelas, nilai gua aman. Selebihnya kenapa gua udah mau tingkat 3 tapi gua masih aja seperti ini? Apa emang ini jalan hidup gua? Atau ternyata profesi gua di masa depan ternyata bukan Statistisi?

Entahlah… Gua merasa iri dengan temen-temen gua yang bisa menikmati dan tahan belajar lama. Jujur aja, gua paling lama belajar jam 1 pagi, dan itu cuma sekali buat UAS Pengantar Matematika. Emang sih gua kayaknya belum usaha semaksimal yang gua bisa kerahkan, seandainya gua lebih sungguh-sungguh… 😦

Akhirnya selesai juga seminar, ketemu SKK gua Indah, dan dia pilih SE juga … wkwkwk 😀 gua pikir dia jadi pilih SK.. Tapi ya, biar Tuhan ajalah yang nentuin jurusan terbaik. SE boleh, SK juga boleh. It’s fine..

Ketemu temen-temen sekelas. Tapi, waktu seminar tadi ada orang sms ada yang penting. Gua bertanya-tanya apa ya itu? Makanya selesai ambil makan siang, gua pulang.

Sampe di rumah, orang itu telepon dan tanya, “La, lagi di atas (ada temen-temen) ? ”

“Iya”

“Turun ke bawah sekarang, ada yang penting.”

Jantung gua mulai dag dig dug.

Dan gua ga akan cerita…


Intinya, selesai telepon gua naik ke atas dan melanjutkan makan, tapi gua ga bisa. Gua hampir nangis, tinggal nunggu waktu air mata gua keluar. Gua ga selera makan, gua mentah hati, gua kecewa, gua sedih, dan gua ga nyangka sama sekali hal itu bisa terjadi… Gua yang tadinya lapar berat, hanya makan 3 suap siangnya. Karena gua sekamar ama temen gua, gua hadap ke dinding dan nangis terus sampe mata gua bengkak dan ketiduran.

Bangunnya waktu gua berdoa malam, gua nangis lagi.

Satu pelajaran penting yang gua ambil, Jangan melihat orang dari apa yang terlihat di luar.

Gua belum bisa mengampuni mereka. Mereka memang ga salah sama gua… Tapi sikap, perilaku dan tindakan mereka buat gua malu… gua malu. gua malu. Gua selama ini menghormati, menghargai, menjadikan panutan, tapi..

Gua mau tidur malam, gua nangis lagi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s