PKL STIS 54

Hai, maaf ya. Gua baru aja in the mood buat nulis panjang soal PKL. Ini nih, ceritanya, Soal foto, ehm, maaf, gua ga banyak foto-foto di Cirebon. Soal pengalaman, banyak sih tapi gua akan ceritakan yang gua ingat aja ya… Berhubung udah lama. Oh ya, This is it… Kita mulai ceritanya ya guys!

Dari kita, Oleh kita, Untuk Indonesia

Hayuk, yang sekampus gua, hapal ga judul PKL kita apa?

Kajian Usaha Rumah Tangga Perikanan tangkap laut..

Nah, jadi tujuan PKL kampus gua adalah untuk tahu struktur ongkos, produksi, sumber modal dll nelayan yang jadi unit usaha. Ok, ga usah berlama-lama lagi gaes.

  • Hari pertama

Kita apel dulu … Dan di situ gua lihat orang-orang pake jaket PKL. serius, gua perhatiin, ada beberapa orang yang keren kalo pake jaket PKL (lebih keren maksud gua. Ya kalo merasa lebih keren, baguslah. Mungkin yang gua maksud elu hehehe :v Bercanda ). Ada juga yang ga -__- Sebelum itu, gua foto dulu pastinya sama temen-temen satu bisa gua. Dan lu tahu, ternyata bukan koper gua yang paling gede, haha!!! Masih ada orang rempong lainnya yang bawa seukuran dan lebih gembung dari gua. Padahal isi koper gua baju semua sama makanan -_- Tapi, kenapa gembung juga ya?

Satu bus belum lengkap
Satu bus belum lengkap

Sepanjang perjalanan di bus, yang diputar lagu-lagu koesplus dan banyak pemandangan sawah serta laut biru yang luas (mulai dari indramayu), balongan (Pertamina Indramayu) dll.

Sampailah kami di Hotel di Cirebon… Dan ternyata ga ada liftnya -_- Dan sebagai wanita yang strong, ya gua angkat sendirilah (*gaya banget eta*)

Gua sekamar dengan kak lidya, cecil dan dian

kak lidya, cecil, dian, gua
kak lidya, cecil, dian, gua
dyah-kak lid-liza(sisipan/kortim Tim lain)-gua-mbak titin
dyah-kak lid-liza(sisipan/kortim Tim lain)-gua-mbak titin

Malamnya habis makan, perasaan gua sedikit ga enak waktu mbak titin (kortim gua) bilang, “Priskil, karena kamu dah pernah SP (survei pendahuluan), jadi aku percaya kamu bisa cepet ya…”

Waduh, perasaan gua makin ga enak nih…

Akhirnya satu cirebon kumpul di ruang makan dan bahas teknis lapangan. Malamnya ada pembagian dokumen bersama tim dari Kortim ke PCL (pencacah lapangan). Dian dan cecil dah mau pergi duluan ke ruang makan, dan kami pun menyusul mereka untuk bertemu dengan Kortim kami (mbak titin) dan dyah.

Keliatannya mereka dah mau selesai, akhirnya gua kasih deh kunci kamar ke dian dan cecil, mereka balik ke kamar dan kami baru mulai dapat pengarahan dari kortim.

Kortim gua pun akhirnya ngomong bla bla bla, dia ngejelasin teknis lapangan, peta WA, WB dan stiker. Akhirnya suatu hal yang ‘sedikit ga enak’ itu pun muncul. “Kita dibebankan 950 RuTa (katanya paling banyak 1 cirebon) dan di bagian priskil itu yang paling banyak ya.”-ya kira-kira gitu sih intinya, lupa juga pasnya mbak titin bilang gimana

e buset, hello, mereka ga tau ngana lumayan cepat kecapekan, OMG, What must i do God? Bisakah ini dilimpahkan ke orang lain saja? Anak cowok gitu? Yang sistem kekebalan tubuhnya lebih baik dari aku?

Gua pun sedih~~

Gua ragu apa gua bisa atau ga menerima tanggung jawab sebesar itu.

Gua pun menerima 3 1/2 gulungan stiker listing dari mbak titin. Hati gua sedikit kurang enak. Gua hanya bisa diam dalam perjalanan balik ke kamar.

4 gulung stiker listing buat gua :')
4 gulung stiker listing buat gua :’)

Ternyata cerita punya cerita Timnya cecil dan dian itu bebannya 800an RuTa, kedua terbanyak se-cirebon katanya… Kami pun tertawa-tawa dalam tangis di hati begitu tahu apa yang harus kami kerjakan. Hahaha!!! Teman seperjuangan :”

Kami pun tidur. Balik lagi. Karena gua takut ga bisa nuntasin tugas gua, gua berdoa sama Tuhan malam itu, biar gua bisa sehat-sehat aja sepanjang PKL yang ‘cukup melelahkan’ ini.

Day 2

Paginya, gua dan cecil melangkahkan kaki ke ruang makan dan belum ada orang! Tadi malam, kami sekamar yang makan paling lama, nah sekarang cewek-cewek yang berdua ini bangun dengan rapih dan jadi orang-orang pertama banget makan di ruang makan! Wow, amazing. Kami tertawa kegelian karena ini. Di saat cewek-cewek lainnya anggun datang makan tidak begitu cepat, sedangkan kami? -_-

Kami packing dan kumpulin koper di Lobi and then pergi deh semua ke Kantor Bupati Cirebon. Nih ada fotonya, maaf pecah, gua ga punya file aslinya, ini download dari internet.

54
54 di kantor Bupati Cirebon
Salah satu foto yang gua suka 54!
Salah satu foto yang gua suka 54!

Selanjutnya, kami disebar ke wilayah masing-masing. Yang cowok diturunin dan yang cewek jalan terus naik angkot GG.  Gua mencari-cari mana lautnya? Mana lautnya? dan Mana lautnya? Dan sampai memasuki jalan menuju penginapan kami, gua masih belum melihat laut. Pantainya mana? Tapi, satu hal yang menandai kami akan mulai mengumpulkan data di tempat yang tepat adalah adanya pembuatan perahu di jalan tersebut. Kami pun tiba di penginapan. Mulailah terjadi cekcok sedikit dalam masalah pembagian kamar. Diantara sekitar 16 cewek-cewek yang harus mengalokasikan diri masing-masing dengan tempat tidur masing-masing di 3 kamar. Akhirnya gua tidur dekat kamar mandi (kamar paling belakang) di Desa Grogol, Cirebon. Rumah penginapan kami ini cukup bagus dan gua merasa nyaman-nyaman aja di situ. Dan sorenya sebelum penelusuran wilayah, gua foto sawah di belakang penginapan kami barengan sama kak lidya (btw, gua heran itu seksi umum yang nge-plot ga salah apa alokasiin gua sekelompok sama kak lid? Kita dah sekelas, satu Tim lagi… huft huft -_- Padahal, dalam bayangan gua di PKL ini, gua akan dapat temen baru yang belum pernah gua kenal sama sekali, dan masalahnya kami cewek semua satu Tim. Padahal, bukan apa-apa ya, jangan mikir aneh-aneh ya. Bukan mau modus atau apa, tapi gua lebih merasa aman kalo di Tim gua ada cowoknya biar sebagai ‘naungan’ cielah ‘naungan’ :3 kalo ada orang jahat atau maksudnya ga baik, tuh orang bakal mikir ulang karena ada cowok di Tim itu). Nah fotonya yang mana? itu tuh foto gua yang jadi header blog ini, itu tuh fotonya. Kalo yang lebih dramatisnya ini..

Open you eyes and see the beautiful world, come with me. i'll show you :)
Open your eyes and see the beautiful world, come with me. i’ll show you 🙂

Selanjutnya, setelah makan siang, gua merasa seperti kelelahan. Sementara, setiap Kortim sedang penelusuran wilayah bersama dengan aparat desa, kami para PCL pun menunggu di penginapan. Gua hampir tidur, dan hasilnya Tim kami ga dapat 1 motor doang, tapi 2! Puji Tuhan! Motornya biru, sama kayak warna kesukaan gua. Kan, gua ga bisa naik motor, jadi kak lidya deh jadi tukang ojeg selama PKL ini. hehehe :v maaf yak, ga bisa gantian kalo capek. Habisnya gua pernah nyoba belajar, tapi gua takut. Jadinya gua ga bisa naik motor deh sampe sekarang -_-

Kita pun penelusuran wilayah di Desa Mertasinga yang menjadi daerah tempat kerja lapangan kami selama di Cirebon. Warga di sini cukup ramah-ramah. Hanya saja sosialisasi yang kurang, membuat beberapa warga merasa keheranan karena melihat kami yang berseragam PDA plus Jaket PKL mondar-mandir lalu lalang di depan mereka. Kami belum bisa tau batas-batas wilayah yang pasti karena belum ada aparat desa yang menemani kami di H-1 listing.

Day 3

Pagi ini, kami berdoa makan bersama sebelum berangkat, dan kami baru mulai penelusuran wilayah dengan si pembuat Peta WB SP2010 sekitar pukul setengah 11 atau jam 11 siang gitu. Dan selesai menelusuri wilayah kak lidya dan gua jam 2 an. (Capek juga ya. Dulu, gua pikir jadi KSK itu gampang. Tapi ternyata susah ya mengumpulkan data itu… ga segampang yang gua pikirkan selama ini. Kita harus panas-panasan keliling wilayah nentuin dengan pasti setiap batas wilayah. Salut buat setiap KSK di seluruh Indonesia yang tangguh-tangguh banget)

Kita ketemuan sama dyah dan mbak titin untuk makan siang bareng dan mulai ngelisting di Blok Sensusnya dyah. Tantangan pun dimulai!

Gua kebagian giliran nge-listing ibu-ibu yang full bahasa jawa (rasanya tuh, gua pengen nangis banget. Boleh request dia ngomong bahasa sunda aja paling boleh ga bu?). Gua ngomong indonesia, dia jawab jawa terus. Apa yang harus gua lakukan? Mbak titin yang notabene juga orang jawa aja kagak ngerti apalagi gua -__-

Tapi setidaknya perbendaharaan kata-kata bahasa jawa gua bertambah.

Wes kabeh

Selaweh

Seket

Nok

Kejer

dll

Maaf ya kalo salah tulis 🙂

Nah selanjutnya yang menarik ini ada kakek yang kami tanyain berapa umurnya, dan kira-kira tahun berapa lahirnya, dia ga tau, anaknya ga tau, ga punya KTP dan mungkin dia agak jengkel karena kami tanyain terus. Akhirnya kami mendapat kuliah sejarah langsung dari kakek yang udah merasakan NIPPON masuk ke Indonesia dengan berkata, “Kalian belajar sejarah ga waktu sekolah? Coba kapan datang jepang?…” Yaps, gua akuin ini kakek emang TOP BGT dah pengalamannya. Gua jadi nambah pengetahuan sejarah deh jadinya gara-gara probing yang susah hanya untuk umur aja (gua sadar itu buang-buang waktu banget, nanya umur sampe rada lama -__-)

Selanjutnya setelah kami selesai mencoba untuk  listing bersama-sama, kami dipisah dan gua diantar ke Blok sensus gua oleh mbak titin. Dan jujur gua ditinggal dan gua inget banget itu. Gua ditinggal di depan sebuah warung yang dindingnya kuning dan menjual berbagai macam makanan yang langsung menghadap ke sungai Bondet (kira-kira 8 km menuju Laut Jawa). Gua merasa seperti anak yang harus jauh dari orangtuanya begitu ditinggal mbak titin. Jujur gua takut banget…

Gua adalah anak perempuan yang tidak begitu terbiasa menghadapi tantangan berat, dan gua adalah seorang perempuan yang ga suka pada kondisi sepi, sendiri, tanpa temen untuk berbicara. Gua adalah anak perempuan yang hampir ga pernah mengalami kesulitan dalam menghadapi tantangan karena adanya orang-orang di sekitar gua yang jadi tempat gua untuk bergantung dan melindungi gua. Sampai akhirnya bapak gua meninggal waktu kelas 4 SD, itu adalah salah satu titik balik hidup gua. Gua mulai mengerti kondisi keuangan orangtua gua (mama) udah ga bisa seperti dulu. Gua juga ga begitu mandiri, ga bisa masak, pokoknya gua parah banget dah. Tapi setelah gua sakit, gua mulai melatih keberanian gua dalam setiap kenyataan yang ada, dan kondisi juga mengharuskan gua untuk masak (mandiri), berani menghadapi setiap kemungkinan yang ada.

Tapi, tetep aja gua takut untuk ngobrol dengan orang-orang baru dan berbasa-basi. Ngetuk rumah mereka satu-satu, perkenalkan diri, maksud dan tujuan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s