Ibadah 1 JPCC KOKAS 7 Juni 2015

By: Ps. Jeffrey Rachmat

Jiwaku menyadarinya

Ayo buka Alkitab kita di Yakobus 3:16

Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

1 Samuel 18:1-9

Jangan membanding-bandingkan orang lain, apalagi langsung di depannya! Karen iri hati yang kecil pun dapat berakibat sangat besar!

Ayo kita belajar dari Daud dan Saul…

1 Samuel 9:2

Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.

Dilihat dari ayat di atas, sebenarnya Saul tidak punya alasan untuk harus tersinggung dengan nyanyian para wanita karena Saul adalah orang yang paling tampan dan gagah di zamannya, dia raja, berkuasa sedangkan Daud orangnya kecil dan dia hanyalah seorang suruhan.

Akar segala macam kejahatan ada pada iri hati. Jadi, marilah kita memeriksa diri sendiri! Jangan sampai kita iri dengan makanan yang dimakan orang lain (diupload di Instagram), jangan sampai kita cemburu dengan keberhasilan orang lain, jangan sampai yang ada dalam jiwa kita hanyalah kepentingan diri sendiri! Jauhilah pembandingan yang tidak perlu.

Buat orangtua: Bijaksanalah untuk membimbing anak-anak anda menjadi lebih baik, mungkin ada cara yang lebih baik daripada membandingkan prestasi anak anda dengan anak orang lain.

Jangan dibandingkan! Jangan dikecilkan! Jangan dikalahkan!

Karena, pada dasarnya setiap orang tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan orang lain!

sebab… Setiap orang punya kekuatannya sendiri. Percayalah, di dunia ini akan selalu ada orang yang lebih baik daripada kita, lebih cantik, lebih kaya, lebih bertalenta, dlsbnya. So, just relax your life… (Belajar bersyukur, mengucap syukurlah senantiasa)

Tapi, meskipun kita tidak membanding-bandingkan orang lain, seringkali orang membanding-bandingkan diri kita dengan orang lainnya. Stay strong!

Saya sadar harus bersyukur jadi diri saya seperti ini setelah saya mengenal seseorang yang cukup terkenal (secara dilihat kasat mata dari luar dia adalah sosok orang yang sempurna, baik, kaya, cantik, bertalenta, terkenal, punya banyak teman), tapi ternyata dia adalah orang yang sangat kesepian dan menyimpan kepahitan yang cukup dalam. Saat itu, saya mengerti bahwa Tuhan menciptakan manusia pasti ada kekurangan yang dimiliki dan itu wajar. Jadi buat apa kita iri melihat orang lain?

Masih mau iri?

Terus, bagaimana cara kita untuk menjaga agar hati ini terbebas dari iri hati?

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, menangislah dengan orang yang menangis. (Ikut merasakan sukacita yang orang lain alami tanpa perlu iri hati). Karena, tidak selamanya apa yang dilihat itu sama dengan kenyataan yang ada (Orang upload foto makanan yang bagus banget, tapi rasanya kan belum tentu enak…)

Mazmur 139:14

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

NKJV

I will praise You, for I am fearfully [and] wonderfully made; Marvelous are Your works, And [that] my soul knows very well.

Kita itu dahsyat dan ajaib, tidak ada orang lain yang seperti kita. 🙂

Kalau saja kita sadar akan hal ini, kita tidak akan mudah tersinggung, iri hati dsbnya. Memang mudah sih melihat kekurangan diri sendiri dibandingkan kelebihan yang ada dalam diri kita. Tapi, kalau kita hanya fokus pada apa yang kurang terus-menerus, bagaimana kita bisa mengucap syukur?

Kebahagiaan itu sumbernya dari hati saat kita mengenal Tuhan Yesus. Itulah sumber kebahagiaan yang sejati dan tidak akan kita temukan selain di dalamNya. Kebahagiaan itu bukan dari seberapa terkenal kita, bukan dari makanan apa yang bisa kita beli, ke negara mana kita bisa pergi, berapa jumlah teman kita, seberapa bertalentanya kita, kebahagiaan itu BUKAN dari hal-hal itu semua. Coba saja wujudkan kebahagiaan dari semua hal itu. Selamat mencoba! Hingga suatu saat kamu akan merasa semua itu bukan hal yang berarti dan nyatanya tidak bisa memberikanmu kebahagiaan. 

Pengkhotbah 7:29

Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

Tuhan jadikan kita itu sederhana sebenarnya. Jadi katakan pada jiwa kita, “Jiwaku, sadarlah aku ini buatan Allah, jadi jangan buat segala sesuatu menjadi rumit dan berbelit-belit. Karena kasih karunia melihat kita apa adanya.

Daripada sibuk memikirkan hal-hal yang tidak kita miliki dan menjadi iri hati, cobalah untuk bersyukur.

Saya sudah tidak punya bapak lagi karena bapak saya sudah meninggal sejak saya kelas 4 SD, namun saya bersyukur saya punya banyak sosok bapak di hidup saya yang saya temui dari tulang-tulang (Adik laki-laki mama dalam bahasa batak) saya, dari orangtua rohani saya. Mereka sering memperhatikan saya, mengantar saya berobat waktu saya sering check-up dulu. Jadi, kasih orang-orang sekitar saya itu cukup bagi saya. Dan bersyukur punya orang-orang yang mengasihi saya yaitu keluarga saya, teman-teman saya.

Daripada sibuk memikirkan apa yang tidak kita punya. Coba deh tulis hal-hal yang kita syukuri tiap hari sebelum tidur malam. Saya dulu sempat melakukan hal ini, tapi tidak dilanjutkan karena keburu capek ngerjain tugas, entar saya coba lagi…

Kita semua tidak perlu iri akan pencapaian orang lain, tapi kita harus terus berusaha untuk menjadi lebih baik dan senatiasa mengucap syukur dalam segala hal ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s