Intro

Seperti lagu, tulisan saya juga pasti ada awalnya. Hai viewers! Bagaimana kabar kamu hari ini? Senang banget bisa nulis blog lagi. Oh ya, selama liburan ini, sebenernya saya punya niat untuk menuliskan resume 1 buku yang belum sempat saya tuliskan di blog ini. Buku itu menurut saya mudah dimengerti dan merupakan buku pertama dalam hidup saya yang saya baca sambil di-stabilo-in (entah benar atau tidak EYD saya, maapkeun). Nah buku itu mengajarkan saya akan banyak hal dalam hidup ini dan bisa jadi sumber inspirasi juga dan menambah keyakinan saya bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam segenap hidup saya.

Mungkin saya akan me-resumenya beberapa hari ke depan, so keep visiting my blog guys!! Now, saya bakal review sedikit musim hidup saya di tingkat 3 ini. Ehm, kalo ditanya apa aja yang sudah saya lewati di tingkat 3 ini, saya akan jawab terlalu banyak hal indah yang terjadi buat saya sekalipun ada beberapa hal yang sedikit kurang mengenakan, but Tuhan  turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi umatNya yang mengasihiNya. Dan saya bakal kutip 1 kata-kata dari drama Jepang, Jin yang sangat saya sukai yang bercerita mengenai seorang dokter bernama Minakata Jin yang memiliki pacar yang terkena tumor otak dan koma cukup lama, nama pacarnya Miki, dan ini kata-katanya kira-kira

Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya

Kalo saya, Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan umatNya. Karena cuma iblis yang mencobai, sementara Tuhan itu menguji kita.

Nah, seperti tulisan di blog saya dulu, sebelum masuk tingkat 3 saya sempat stres dan kecewa dengan sesuatu (beberapa orang) dan membuat saya berada pada kondisi heran, bingung, dan sebagainya. Selanjutnya, saya sempat sakit (Bukan sakit keras, sakit biasa saja, karena operasi yang saya jalani adalah operasi kecil), mama saya sempat sakit, PKL yang berkesan buat saya dan teman-teman yang memiliki kesan beda-beda buat saya pribadi, hingga banyak keputusan ‘hati’ yang harus diambil demi kehidupan yang lebih baik (alay banget ya -_- ). Intinya, dalam semua itu, ternyata Tuhan selalu ada bersama saya. Dan setelah saya melewati itu semua, saya bisa tertawa mengingat semuanya saat ini.

Ada seseorang yang pernah berkata 🙂

Hidup itu kalo enak, nikmatin aja. Kalo ga enak, yang dibuat enak.

Manusia macam apa itu? Easy goingnya luarrrrrrr biasa!!! Bisa ga dalam musim hidup saya ke depannya, saya menerapkan hal itu? Oh My God, how hard to do that!!! What should i do to face my life by that? Intinya, dalam hidup ini, pastilah ada masa-masa yang ga enak, masa-masa sukar, tapi setelah saya pikir-pikir jauh lebih banyak berkat yang Tuhan beri daripada masalah yang ada karena kata orang juga,

Tuhan jauh lebih besar daripada setiap masalah kita, APAPUN masalah itu

Sejujurnya saya bukan cewek yang kuat banget menjalani hidup ini, karena jujur saja, ada beberapa hal yang tidak bisa saya kontrol dalam hidup saya, seperti Perasaan. Wah, kalo yang namanya perasaan ini, susah nih, bisa gak makan, gak tidur entar saya hanya untuk bahas ini, Oke, stop ya, saya tidak mau bahas-bahas masa lalu. Intinya, kadang kita dalam hidup ini bertemu dalam kondisi yang tidak sesuai, yang membuat hati dan logika kita bertentangan amat keras, tapi saya memilih untuk tidak memulai sesuatu yang tidak jelas, tidak ada ujungnya daripada nantinya hanya bisa menyakiti semua pihak (diplomatis bukan?).

Ya ya ya, saya punya 1 harapan di tingkat 4 nanti, tapi kalaupun permintaan saya tidak dikabulkan Tuhan, saya akan tetap menghadapi segalanya.

Yaps, itu dulu intro sebelum resume bukunya. Selamat malam viewers! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s