Bagi IP

Good night guys! Sebenarnya malam ini, saya pengen bagiin banyak hal yang saya dapatkan beberapa hari terakhir ini, namun saya tidak punya cukup tenaga karena masih merasa kecapekan.

Tepatnya tanggal 3 September 2015, Saya menerima hasil IPK untuk semester 5 dan 6. Jujur hasilnya mengecewakan saya. Sangat mengecewakan. Karena hasil sementaranya menyatakan inilah IPK paling rendah yang saya punya selama kuliah. Jujur, saya pengen nangis waktu itu, cuman saya memang tidak ada motivasi, dorongan, dan semangat kuliah selama tingkat 3 ini. Jadi saya pikir, saya pantas mendapatkannya.

Dan saya pikir saya tidak akan mampu menaksir nilai saya selanjutnya dari apa yang terjadi. Di 2 mata kuliah istimewa yang saya pikir saya tidak mampu, ternyata Tuhan kasih nilai yang bagus buat saya. Saya ingat kata dosen saya di 1 pelajaran, “Kalian harus kerjakan dengan sangat baik ya tugas akhirnya, soalnya nilai kalian banyak yang jelek waktu UTS.” Dan saya ingat waktu itu saya lumayan SKS (Sistem Kebut Semalam) mengerjakannya dan saat itu laptop saya nge-hang. Alhasil 1/4 bagian dari tugas saya yang menggunakan program Eviews7 yang notabene sudah saya kerjakan. Kebetulan, saat itu kondisi laptop saya yaitu:

  1. Mainboardnya dah rusak
  2. Baterainya dah bocor

Jadi, laptop saya saat itu hanya bisa hidup jika dia menginginkannya. Jika tidak, akhirnya saya telepon teman saya malam-malam dan ternyata dia lagi pergi sama saudaranya. Padahal, saya mau minta program Eviews7 sama dia. Saya nangis malam itu, karena udah jam 11 malam, saya belum punya progress apapun. Itu kali pertama  saya nangis dan dilihat sama temen-temen sekontrakan saya. Akhirnya saya mengerjaka menggunakan laptop adik kelas saya (Dia masih tingkat 1, sementara yang lainnya tingkat 3 dengan jurusan berbeda dengan saya, jadi mereka tidak punya program itu di laptop mereka) dan saya pun mencari ulang data yang heteroskedastis, akhirnya ketemu dan puji Tuhan program Eviews7 tersimpan dalam Flashdisk saya. Saya kerjakan benar-benar seadanya. Menurut saya, tulisan saya itu adalah tulisan anak SMP, bukan anak kuliahan. Bener-bener tidak bermutu menurut saya, di situ saya cuma berdoa sama Tuhan biar Tuhan tolong saya, karena waktu yang saya punya untuk mengerjakan itu gak banyak dan itulah daya yang bisa saya upayakan dan akhirnya saya tidur hampir jam 3 pagi untuk menyelesaikan tugas akhir tersebut. Waktu UAS, saya lumayan was-was lagi. Namun, di tengah kelemahan saya yang saya pikir nilai saya bakal hancur, saya gak bisa apa-apa, Tuhan bekerja di tengah setiap kelemahan yang saya miliki. Karena anugerahNya, saya bisa mendapatkan sebuah nilai yang menurut saya, saya tidak layak untuk mendapatkan itu semua. Saya bersyukur dan sangat berterimakasih pada dosen saya yang sangat baik di mata kuliah tersebut.

Untuk mata kuliah kedua ini juga ceritanya hampir sama. Setiap kuis mata kuliah ini, saya tidak pernah sekalipun menjadi The Best Performances di kelas. Terus saya pada kuis terakhir dapat nilai terrendah satu kelas sampai-sampai saya nangis dan  setelah itu saya jadi kecewa kenapa saya harus nangis, setidaknya saya berusaha jujur. Saya mau pensiun nyontek pelajaran. Dan meskipun saya sempat dapat nilai paling hancur di kelas, saya bisa lihat Pekerjaan Tuhan di mata kuliah itu, saya tidak menyangka saya bisa dapat nilai segitu. Baik banget dosennya, makasih Tuhan! Sekali lagi saya gak pantas dapat segitu. Saya yakin bahwa ketika kita berusaha melakukan sesuatu denga benar, tidak peduli semua orang di sekitar kita berlawanan dengan kita, maka Tuhan akan bekerja. Dia tidak akan menutup mata dan membiarkan kita menjadi orang yang ‘cemen’.

Namun, di beberapa mata kuliah yang saya pikir saya mampu dengan kekuatan saya sendiri dan saya pikir saya akan mendapat nilai yang sesuai ekspektasi, ternyata tidak. Jadi, intinya gak boleh sombong ya Tuhan? Sedikit aja rasa di hati kita yang menyatakan bahwa gua pasti bisa karena gua bisa, itu udah mengandung kesombongan, dan ternyata beberapa diantaranya nilai yang saya dapatkan adalah pas-pasan.

Tapi, saya senang sekali untuk pembagian IP kali ini, keluarga asuh saya di kampus, baik adik-adik Tingkat 1 aman dan naik tingkat 2 semuanya, begitupun yang tingkat 2 dan saya serta saudara asuh saya. Tidak seperti peristiwa setahun lalu, dimana adik asuh saya, Rio tidak melanjutkan ke tingkat 2 dan itu adalah masa-masa menyedihkan buat saya. Karena bagi saya, dia sudah seperti adik sendiri. Dan untungnya, Puji Tuhan, dia udah di UGM sekarang 🙂

Intinya, saya harus belajar bersyukur Tuhan. Saya bisa naik Tingkat 4. Tahun depan saya akan wisuda… Cie wisuda… Gila ya,  gak kerasa banget. Perasaan saya baru TK deh kemaren.  Kalau ada yang mulai tanya PW (Pendamping Wisuda)nya mana? He’s on the way ya… 😉 😉 😉 Hehe

Intinya, saya senang Tuhan bahwa semuanya bisa senang seperti ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s