Thanks for being my inspiration

Selama saya hidup di dunia ini, ada banyak sekali orang-orang yang menginspirasi hidup saya secara pribadi, jujur saya belum bisa jadi terang atau pun inspirasi bagi orang lain.

  • Mama

Mama saya adalah sosok wanita yang sangat kuat dan tabah yang pernah saya kenal selama ada di dunia ini. Saya ingat waktu jenazah alm.bapak saya belum sampai di rumah, waktu itu jam 5 sore tanggal 6 November 2003 mendung kami berdua duduk di ruangan bunga mama, kala itu matanya sembab habis menangis, bahkan pingsan mendengar bahwa bapak sudah meninggal, waktu di ruang bunga mama. Dengan polosnya seorang gadis kecil sepertiku bertanya, “Jadi kita gimana?” Lalu mama tersenyum kecil dan berkata,”Kan ada Tuhan Yesus…” Ia adalah sosok yang sangat saya sayangi di dunia ini, dia dengan setia selalu membangunkan saya dari kecil untuk bangun pagi Saat Teduh bersama, walaupun dengan kenakalan saya dulu, saya seringkali tertidur saat kami  Saat Teduh, dia mengerjakan setiap usaha supaya kami anak-anaknya bisa sekolah. Selain mengajar di suatu SMP Negeri sebagai guru matematika, ia pun berusaha bunga, kost-kostan, saya salut banget atas semangatnya. Tuhan buka berkat yang banyak dari usaha-usaha mama sehingga kami bisa sekolah. Hanya saja, saya sering kesal kalau mama sakit dan tidak memberitahu saya karena tidak mau membuat saya cemas. Mama, terimakasih ya ma. Ada 1000 ibu terbaik di dunia mungkin, tapi mamalah wanita terkuat yang selalu percaya pada pertolongan Tuhan. Doakan aku ya ma biar aku selesaikan kuliahku tahun 2016 nanti dan aku bisa jadi orang hebat yang membuat mama bangga, senang, sukacita, bisa bawa mama jalan-jalan ke negara-negara di dunia, dan bisa jadi saluran berkat buat banyak orang dari sekarang sampai masa depan hingga aku dipanggil Tuhan ma. Terus, mama jangan sakit-sakit lagi ya.

  • Opung

Meskipun sudah tua, opung tetap semangat dan tiap harinya tidak lupa opung menyebutkan setiap nama keturunannya di dalam doa-doanya. Dia selalu mengatakan berkat, masakannya juga enak 😀 Ia bahkan hari ini mendoakan kakak sepupu saya yang sidang hari ini supaya bisa wisuda oktober nanti di ITB (Kak, kalo jadi wisuda, ga peduli mau DN kek apa kek, daku datang kak… daku usahakan hehehe :D), kalaulah kakak tahu opung sampe puasa loh kak.. Dia selalu membuat kue nastar yang banyak setiap natal untuk dibagi-bagikan kepada saudara-saudara, teman gereja, dan lain-lain. Kemurahan hatinya adalah sesuatu yang luar biasa.

  • Kak cory

Dulu waktu kuliah di bandung, misalnya dia kehabisan uang, dia tidak banyak mengeluh pada mama. Dan juga pemikirannya yang sangat dewasa sekali. Dulu, saya pernah bilang ke dia waktu gereja, “Ih, apaan coba ke gereja pakaiannya kayak gitu?” Lalu saya kaget dengan tanggapannya, “La, orang ke gereja itu kan bisa aja dia baru hidup baru, baru dijamah Tuhan, jadi wajar aja kalo dia begitu. Semua kan butuh proses.” Jih, ini orang ngomongnya jeleb jeleb banget, tapi semenjak saya mengalami kekecewaan luar biasa, saya rasa kita tidak bisa menjudge seseorang dari apa yang terlihat, karena kita tidak mengetahui alasannya dan tampak luar belum tentu mencerminkan apa yang kelihatan.

  • Bang reinheart

Abang saya yang satu ini adalah CS saya melawan kakak saya dulu, tapi DULU loh… Sekarang mah kita semua damai atuh.. Waktu bapak sama mama dulu SOM (Sekolah Orientasi Melayani) tiap minggu malam hari di gereja, saya dititip di kamar abang saya. Dia dengan sabar menyuapi saya makan waktu saya masih kecil, kami sering main skooter sama-sama (gantian maksudnya), dan saya serta kakak selalu menjadi kelinci percobaan untuk menjadi penumpang mobil yang ia baru bisa kendarai dulu waktu SMA (dia cuma bawa mobil loh ya. Dia ga dikasih lah sama bapak nyetir ke sekolah). Sampai dia menikah pun kakak ipar saya pernah bilang, “Baik sekali ya abangmu la…” Dalam hati saya, siapa dulu adeknya?

  • Seseorang A

Dia adalah seorang wanita yang hanya bisa menikmati pernikahannya dengan suaminya 2 tahun atau 3 tahun pertama hingga mereka memiliki anak pertama. Namun, suaminya mulai tidak bisa berkomunikasi dengan baik, sering lupa, bahkan berhenti dari pekerjaannya hingga sakit di rumah dan tidak bisa melakukan apa-apa, seperti bayi dewasa istilah saya. Suaminya divonis mengalami pengecilan otak. Hingga suatu hari ibu wanita ini berkata, “Kamu kan masih muda. Tinggalkan saja suamimu itu.” Namun, ia tidak mengikuti anjuran ibunya, dia tetap setia mencari uang sebagai guru sekolah dan guru les untuk membiayai sekolah anaknya dan penyakit suaminya. Untunglah, Tuhan buka jalan, meskipun sampai saat ini suaminya masih sakit, ada dokter dari amerika yang mau membantu dengan ikhlas dengan memberikan sebotol obat setiap bulannya kalau tidak salah, dan ibu dari suaminya yang menjaga di rumah selagi wanita itu pergi bekerja. Ia adalah wanita kuat, tabah, dan tetap percaya bahwa suatu hari nanti suaminya bisa disembuhkan Tuhan.

Jujur, saat itu, saya yang baru operasi tumor mamae merasa bahwa masalah hidup saya tidak ada apa-apanya. Dan saya bertanya dalam hati, Apakah saya bisa sekuat itu jika saya menjadi dia? Entahlah… Luar biasa wanita itu menurut saya. :”)

  • Seseorang B

Dia terkena kanker, dan sudah sering kemo. Ia masih kuliah saat itu. Ia sering bolos kuliah, dari tahun kedua dia sudah sakit, namun baru di tahun ketiga teman-temannya tahu bahwa dia sakit. Akhirnya di tahun ketiga itu, temen-temannya datang berkunjung ke rumahnya, dan ia menjemput mereka ke gang tempat temen-temannya berhenti untuk sampai ke rumahnya, namun ternyata itu cukup jauh dan dia kuat. Dia bisa mengikuti KKN juga, dia selalu mengerjakan tugasnya dan dia bisa lulus tepat 4 tahun dari kuliahnya itu. Dia tetap semangat dan tidak merepotkan orang-orang di sekitarnya. Dia yang sakit saja semangat, saya harusnya lebih semangat lagi. :”)

  • Seseorang C

Setelah dikhianati oleh istrinya dengan selingkuh hingga mempunyai anak dari selingkuhannya itu, namun pria ini mau mengampuni istrinya yang sudah menyakitinya. Dia mau menerima istrinya dan anaknya itu sebagai anaknya sendiri. Dia melakukan suatu tindakan pengampunan yang luar biasa. (Kata Tuhan kan kita harus mengampuni orang lain 70×7 kali APAPUN kesalahannya pada kita) Pria ini menunjukkan sikap dewasa dengan memberi tanggung jawab dan pengampunan atas segala yang telah terjadi. Keep strong! :”)


Terimakasih semua. Mungkin sampai saat ini, sikapku masih kekanak-kanakan, belum bisa jadi panutan, dan mungkin tidak ada atau hanya sedikit hal dalam hidupku yang bisa menginspirasi orang lain, tapi aku ingin berubah jadi lebih baik? Masih bisakah?

Kata Tuhan, “Pasti bisa, anakku Priskila Tiarma Saragih Simarmata.”

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s