Ibadah natal BPS STIS 2015

Pdt. Ariyono

Matius 20:26
“Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,”

Kita semua diciptakan sebagai pribadi yang memiliki harga diri.
Dengan posisi puncak, kita diharapkan memiliki kekuasaan, kita mendapatkan pleasure, prestise, dan dapat upah yang lebih (prosper).
Tapi Tuhan katakan sebaliknya, kalo mau jadi besar, jadi pelayan.

Matius 20:20-21
Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”

Markus 1:19-20
Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Kalo mau jadi besar, kita harus melayani dengan merendahkan hati. Alasannya:
1. Kita harus melakukan penyangkalan diri. Kalo ga bisa, kita ga bisa jadi pelayan. Kita mampu menyangkal diri jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus.

Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Kemenangan terbesar ketika seseorang mengalahkan diri sendiri-Plato.

Saya belajar banyak dari dosen pembimbing saya yang punya jabatan cukup penting di instansi tempat saya bekerja kelak, beliau adalah seorang wanita cerdas yang saya kagumi dari pertama kali bertemu, waktu itu beliau minta saya dan novi untuk ganti topik skripsi, begitu rendah hatinya ia sampai mengantarkan kami pada anak buahnya yang punya banyak jurnal dan telah menyelesaikan Tesis dari UI. Bahkan, kami terlambat bertemu setengah jam, dia tidak marah, malah dia bilang, “macet ya?”

Satu hal yang saya pelajari, saya akan tetap jadi diri saya sendiri, saya harus tetap rendah hati, seberapa tingginya saya diangkat Tuhan. Saya harus jadi pribadi yang ‘humble’ dan tidak mengeksklusifkan diri.

2. Harus punya kasih pada orang yang kita layani.
Kita tidak bisa melayani orang lain dengan tulus jika kita tidak punya kasih.

3. Kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita.

Merry Christmas! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s