Hitamku

Hai readers. Waktu SMP, saya suka banget sama lagunya Hitamku Andra and The Backbone ini, jadi saya terinspirasi aja untuk nulis malam ini. Saya sedih sih karena ujian kompre saya tidak meyakinkan, kayak prediksi saya itu beda banget sama soalnya. Akhirnya saya refreshing bareng temen-temen sekontrakan ke Tebet, makan sushi, sama ramen yang udah saya idam-idamkan dari zaman UAS 🙂 Terlampiaskan sudah ramen jepang kesukaan saya 🙂 Selalu merasa bahagia banget kalo makan ramen. Kami ngobrol banyak soal masa SD, SMP, SMA, TK juga. Dan saya mau share bagaimana pribadi saya waktu SMA.

Saya hanya mau flashback aja, ini galau bikin baper aja deh ._.

Kalo orang lain bilang masa SMA adalah masa paling indah, bagiku tidaklah demikian. Bagiku tidak ada warna yang indah. Sama sekali tidak berwarna. Aku adalah seorang siswi cupu, study oriented, bahkan bisa dikatakan ansos. Mungkin hal ini adalah suatu hal yang tidak masuk akal bagi teman kuliahku yang melihatku sangat berbeda dengan kata ansos. Aku benar-benar tidak peduli akan lingkunganku, yang aku pikir bagaimana caranya aku bisa lulus ke ITB. Kerjaanku hanya belajar, belajar, belajar, dan belajar. Hasil simulasi-seperti Try Out di Bimbelku pun beberapa kali lulus ke ITB. Aku pikir dengan kemampuanku, dengan kekuatanku, aku pasti mampu, aku pasti bisa. Aku benar-benar ansos. Bahkan aku tidak bisa dekat dengan teman-teman sekelasku yang mayoritas adalah temanku yang sudah sekelas selama tiga tahun. Tapi, nyatanya kemalingan di rumahku tepat saat aku mau SNMPTN waktu itu mulai menyurutkan keinginanku untuk kuliah di ITB. Di hari pengumuman pun, aku ternyata tak bisa lulus di ITB. Semua yang kuandalkan nyatanya tak berarti apa-apa.

Setiap kali kuingat masa SMAku yang begitu kelam, aku sangat menyesal. Kalau aku bisa minta sama Tuhan beberapa hal, aku ingin Ia tahu bahwa kuingin mengulang masa SMAku dengan pribadi yang tidak ansos, tidak study oriented, dan menjadi peduli pada orang-orang di sekitarku.

Orang-orang di perkuliahanku pasti tidak pernah menyangka bahwa seorang Priskila, seorang Lala yang mereka kenal ramah, ceria, sering ketawa, humoris, ternyata adalah orang yang begitu layak untuk diberi belaskasihan semasa SMAnya. Aku cerita sama Hotna dan Sarshe betapa menyesalnya aku menjadi diriku  di masa lalu. Aku teramat menyesal. Namun, satu hal yang kudapat dari hotna, “Gak papalah la. Tiap orang memang harus punya masa gak enak di hidupnya dan itu kan jadi pelajaran buatmu. Sekarang kau gak begitu lagi kan?” Ya sih.. Semenjak kegagalanku ke ITB, aku menjalani kuliah dengan lumayan seimbang semuanya, berteman seimbang, belajar seimbang, melayani seimbang, dan banyak hal lainnya juga. Aku gak ansos lagi. Setidaknya aku mulai coba untuk mendengarkan orang lain sebagai ‘penebus’ kesalahanku yang begitu ansos dulu.

Dear readers, aku gak tau apa kalian saat ini seperti aku di masa SMAku? Begitu ambisius parah sampai mengabaikan banyak hal indah di hidup ini, teman, hidupmu. Kalau capek belajar, berhentilah, jalan-jalan, nikmati hidupmu. Jangan jadi kuli hidupmu! Maksudku bukan berarti gak bekerja keras loh ya, usaha itu pasti. Aku pernah baca artikel kalau kita punya cita-cita maka latihlah skill kita selama 10000 jam. Bukan tanpa henti loh ya. Kalau capek, istirahat. Lari sehat gitu. Dan mulai coba perduli sama orang lain. Hidup ini bukan cuma tentang kita, kita, dan kita guys. TIDAK SAMA SEKALI. Suatu hari nanti, kau pasti mengerti bahwa cita-cita kita akan semakin besar ketika menggandeng kehidupan banyak orang dalam cita-cita kita. Kau akan mengerti arti hidupmu suatu hari nanti dan kau akan tersenyum bahagia ketika kau bisa mencapai cita-citamu dengan memperhatikan kebutuhan orang lain juga.

Kalau boleh jujur, aku sangat menyesal dengan diriku yang terlalu study oriented parah dan ansos semasa SMA. Tapi, setidaknya hari ini aku bukanlah Priskila cupu yang kerjaannya belajar tanpa peduli dengan orang sekitarnya 🙂  Aku bersyukur sama Tuhan, karena aku dah berubah jadi orang yang lebih baik daripada Priskila waktu SMA. Walaupun, tak bisa kupingkiri aku masih banyakkkkkkkkkkkk sekali kekurangan dalam bersosialisasi dengan orang lain, seperti: aku gak bisa langsung akrab sama orang yang baru kukenal, butuh waktu dan aku masih milih-milih orang untuk kusapa (bukan sombong atau apa, tapi aku takut gak menerima balasan baik dari sapaanku).

Hitamku di hidup ini adalah diriku sendiri waktu SMA. Kalau kalian apa? Jawab sendiri aja ya. Tapi sekelam apapun hidup kalian, sekarang adalah kesempatan baik untuk beranjak dari hitam kalian. Kita masih bisa merubah segalanya dan tentunya menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Jakarta

Sabtu 5 Maret 2016 Pukul 22:39 WIB

Lala

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s