Ibadah 1 JPCC 14 Februari 2016

image

image

image

image

image

image

By: Ps. Alvi Radjagukguk
Penting vs Signifikan
Apa yang penting belum tentu signifikan. Apa yang signifikan sudah pasti penting.
Hidup yang penting biasa berporos pada diri sendiri. Tapi hidup yang signifikan itu menjadi berkat bagi orang lain.

Matius 16:18
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Baca 1 Korintus 12
Keberdampakan kita hanya datang dari keberanggotaan kita dimana.
Ada 3 perbedaan antara penting dan berdampak, yaitu:
1. Memberi kesan atau memberi dampak?
Yesus gak pernah mengajarkan kita hidup untuk berkesan bagi orang lain.
You impress people with your image and You impact people with your personal life.
Baca Lukas 19:1-10
Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Ingat! Yesus datang pada zakheus, masih mau memberi dampak bahkan beberapa hari sebelum Yesus disalibkan. Di masa sulitnya, Ia tahu Ia akan disalibkan, Ia masih mau memberi dampak buat orang lain.
What you do with you have?
Who’s you impact?
You can only impact people up close.
Bangun jembatan! Jangan bangun tembok!
1 Korintus 12:24-25
Datang dan jadilah teman untuk orang lain. Berhentilah untuk mengesankan orang lain.
Memberikan dampak = menambahkan nilai pada orang lain (membagikan hidupmu pada orang lain, bagikan keselamatan, arahkan orang lain kepada Yesus)
Apakah hidup kita sudah mengarahkan orang lain kepada Yesus?
2. Jaim VS Rentan
Untuk membangun dengan sesama. Kita harus terbuka, peka pada kebutuhan orang lain dan mudah merasa (beda dengan baper)
Rentan di sini menjadi sedikit terbuka dan ketahui kepada siapa kita bicara. Jadilah tulus dan apa adanya. Jangan jadi jaim.
Yesus pun pernah ‘rentan’ seperti di ayat berikut ini Matius 26:36-38

Matius 5:16
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Kita gak bisa membangun hidup kita dari kepura-puraan.
A nice quote “Kalau dia bukan yang nyiptain kamu, mulutnya gak usah didengerin” hahaha πŸ˜€
Pintarlah memilah-milah yang perlu didengar dan tidak perlu didengar.
3. Menjadi ‘penikmat’ VS Berkorban
Ga ada hidup yang signifikan kalo yang kita lakukan hanya ingin menikmati. Kita perlu berkorban.
Hidup yang signifikan adalah hidup yang berkontribusi bagi hidup orang lain.
Kalau Yesus gak memilih untuk mati, dimanakah kita sekarang?
Untuk semua hal yang penting, you will make time.
Biasakan diri untuk berkorban?
Inilah kita yang diajar untuk berdampak bagi hidup orang lain. Semoga berhasil! Happy sunday! πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s