Ibadah 1 JPCC 20 Maret 2016

image

By: Ps. Sidney Mohede

Hari ini 20 Maret 2016, saya seneng banget bisa barengan lagi sama eny dan sarshe. Dan saya senang juga hari ini k a r e n a 🙂
Tema bulan ini adalah membangun jembatan
Untuk menjadi penghubung, siapa Yesus. Menjadi jembatan kepada dunia untuk menunjukkan siapa Yesus.

Yohanes 13:34-35
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Kita semua hidup dalam zaman manusia menjadi individualis. Padahal Tuhan mau kita saling mengasihi.
Masalah terbesar koneksi generasi muda saat ini adalah kita yang pegang kendali.

Saya pernah kena tegur sama temen saya yang merasa gak suka dengan sikap saya yang kalau ngobrol dengannya, saya gak mendengarkannya sepenuh hati, karena saya sambil main HP, sibuk sama dunia maya saya sendiri tanpa sadar bahwa orang di dunia nyata saya sudah diacuhkan.

Step untuk memperdulikan lingkungan di dunia nyata:

  1. Kalau ada orang yang lagi ngobrol sama kita, dengarkan sepenuh hati, jangan sibuk pegang HP, Laptop. Hidup kamu di sana berarti (dunia maya yang semu). Kalau kamu mengacuhkan orang sekitarmu, buat apa itu semua? Emang kamu hidup di dunia maya atau dunia nyata? Orang-orang di sekitar kita lebih penting. Kamu menyesal loh entar kalau orang itu jauh, atau bahkan pergi dan kamu gak punya momen berarti karena lagi makan bareng aja, pada sibuk pegang HP sendiri-sendiri dan ga ada percakapan apa-apa selama waktu yang lama. Penyesalan memang datangnya belakangan sih.. Ini teguran untuk saya pribadi.
  2. Buka Medsos pada saat tertentu saja, bangun tidur sekali aja. Atau kalau ada yang penting.Saya sendiri sebenarnya di WA, ada beberapa grup yang bahasannya kadang gak penting, tapi rada gak enak kalo left, jadi saya silent aja. Buka beberapa kali boleh kalau ada yang hubungin, ada yang penting. Itu sih fungsinya.

Intinya adalah: Lebih hargailah orang di dunia nyata kita.

Kontrolnya ada di kita. Karena kita hanya menunjukkan bagian-bagian yang sempurna saja.

Kebetulan di akhir Khotbah ini ada video seorang pemusik yang berkali-kali berusaha post fotonya dengan berbagai jenis editan berbeda dan caption berbeda juga, namun tak ada satu pun yang jadi di post karena dia rasa kurang bagus. Dan terakhir kali akhirnya dia nge-post video tulisan yang intinya di bahasa seperti ini, “tunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Jadilah dirimu sendiri.”

Ya ya saya sadar saya juga begitu. Bukankah kita seringkali post sesuatu untuk menunjukkan sesuatu yang baru dan membagikannya pada orang banyak.Kita HANYA MENUNJUKKAN BAGIAN SEMPURNA KITA SAJA. Itu sebuah kenyataan.

Itu sebabnya kita merasa kehilangan kalau internet kita mati, karena kita sebenarnya KESEPIAN.
Melalui jejaring sosial, kita hanya ingin membuat orang lain terpesona dengan postingan kita, kebanyakan begitu 😢😢😢 termasuk saya sendiri
ITU SEMUA SEMU. KARENA KITA HANYA MENUNJUKKAN BAGIAN YANG KITA ANGGAP PENTING ATAU SEMPURNA.

1 Yohanes 1:3
Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

Perbedaan hubungan di luar HANYALAH SEKEDAR MENJALIN HUBUNGAN. TAPI di GEREJA lebih dari hubungan, tetapi juga PERSEKUTUAN dengan menunjukkan kelemahan, ketidaksempurnaan kita.
Yesus adalah konektor luar biasa bagi pemungut cukai, bagi orang-orang berdosa.
Real connection is about valuing others. Tuhan mau kita sama-sama naik ke ‘Gunung Tuhan’.
Waktu kecil kita pikir==> what can others do for me?
Waktu besar kita pikir  ==> what can i do for my self?
Waktu kita menjadi dewasa kita pikir ==>  what can i do for others?
Yang lebih baik ==> what can i do with others for others?
Rasa malu dan tidak layak membuat orang membuat jarak kepada orang lain.
Apa yang orang lain katakan jika mereka tahu masa laluku?
Apakah orang lain akan menerimaku jika mereka tahu siapa aku sebenarnya? Kita harusnya menjadi otentik, gak palsu.

Matius 22:35-40
Matius 7:12
“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Perbedaan empati vs simpati
Empati merasakan orang lain melalui sebuah hubungan. Sedangkan simpati hanya merujuk pada kasihan semata.
Kapan terakhir kali kita punya real conversation dengan orang lain dalam hidup kita?

2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Milikilah real connection dengan real people around us. Have a blessed sunday. See you next friday Guys!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s