Iman, Pengharapan, dan Kasih

Sharing by: Kak Ricky Setiawan (Date Rawamangun 2, 19 Maret 2016)

Jembatan adalah sebuah penghubung untuk mencapai suatu tempat dengan lebih cepat. Jembatan ini menghubungkan antara 2 titik berbeda.

Dalam membangun sebuah jembatan, lebih penting jembatannya atau fondasinya? Jawabannya adalah fondasi.

Dasar (iman yang sama) pun penting dalam kita menjalin relasi (read: pacaran, menikah). Ehm ehm ehm (Dulu, gua pernah berpikir kenapa sih dia bisa-bisanya pacaran beda agama gitu? Sampai saatnya saya mengalami perasaan mendalam sama seseorang yang pernah saya sayangi. Cinta itu adalah satu keajaiban luar biasa yang Tuhan ciptakan di dunia ini. Rasa saling sayang. Nyatanya, tidak segampang itu untuk berhenti bagi saya pribadi. Sulit sekali, apalagi kalau kita dan orang itu sudah klop banget. Perlahan, semua pesan yang sampai pada saya menyatakan bahwa dasar (read: iman) yang berbeda nyatanya pada akhirnya hanya membawa duka saja walaupun mungkin awalnya terasa indah. Setelah saya mengalami hal ini, saya mengerti kenapa cinta bisa ada antara 2 orang yang punya dasar berbeda, tapi saya lebih sadar lagi bahwa dasar yang berbeda gak akan pernah membawa saya pada harapan :”) )

“…Cinta memang banyak bentuknya, mungkin tak semua bisa bersatu…” ~ Tulus (Sepatu)

Dasar yang kuat akan menjaga kita untuk tetap kokoh sekalipun begitu banyak badai menerpa. Tapi dasar yang berbeda, dasar yang tidak kuat akan mengaburkan rencana Tuhan dalam hidup kita sehingga ketika kita mengalami keterpurukan, apa hal yang kita pikir jadi pegangan kita pergi, kita akan langsung buyar, sengasara, dan menderita.

Kasih adalah dasar segala sesuatu yang kamu bangun dalam hidup ini. Jadi, sekalipun mungkin kamu diputusin pacar kamu, dijahatin temen kamu, diabaikan orang-orang di sekitarmu, tidak dihargai, kamu tetap percaya bahwa orangtua kamu yang merawat kamu dari kecil jauh lebih mengasihimu dan yang paling penting ada Tuhan Yesus yang selalu mengasihi kamu setiap saat. Dengan pengenalan kasih ini, kamu tidak akan mudah bunuh diri hanya karena orang lain mengabaikanmu (seperti banyak terjadi sekarang ini).

Selanjutnya, jembatan berbicara mengenai iman. Iman bisa dilihat dari 2 perspektif:

  1. Pengalaman masa lalu. Tuhan Yesus disalibkan di kayu salib ga ada videonya di Youtube kan? Lah terus kamu percaya kan Dia rela mati disalibkan untuk menyelamatkan kamu kan?
  2. Pengalaman kita secara pribadi. Kamu tidak bisa mengalami Yesus pada saat ini, kalau kamu tidak pernah mengalamiNya kemarin, dan kamu tidak bisa mengalami Yesus di masa depan kamu, kalau kamu tidak mengalamiNya hari ini.

Bagaimana Dia menolong lo dulu, Dia pun sanggup melakukannya sekarang. Walaupun gue tahu skripsi kalian banyak tantangannya, tapi gue mau kalian percaya bahwa walaupun sukar. Lo bakal mendapatkan harapan lo (lulus, wisuda) tahun ini juga. Karena kita punya Yesus -Kak Ricky

Yes kak, i will do my best. I have to be a strong girl, i have to pass this year.

Penting bagi kita berjalan di jembatan iman dengan orang-orang yang membangun hidup kita. Akan sangat berbahaya jika kamu berjalan di sekitar orang-orang tukang gosip, pelit, dll. Kamu gak akan sampai di tujuan kamu yaitu Hope (Harapan). Jadi, marilah kita menjadi orang yang positif, supaya kita pun dikelilingi oleh orang-orang yang positif.

Pergaulan yang negatif akan membuat kita tidak sampai di ujung jembatan, hanya mondar-mandir di jembatan itu, atau bahkan lebih parah lagi mundur.

Selanjutnya adalah tempat tujuan kita. Tadi, kita berbicara mengenai jembatan yang menghubungkan kita dari tempat asal menuju tujuan. Setelah kita memiliki kasih dan iman yang kuat, kita akan tiba pada harapan (wisuda 2016) itu.

Have a blessed monday guys. See ya!

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s