Nothing Left

Ibadah 2 JPCC Kokas 5 Juni 2016
By: Ps. Eddy Chang (Fresh Generation Community Church Malaysia)

Markus 12:41-44
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Cara Yesus menilai dengan manusia menilai itu berbeda. Tuhan Yesus juga melihat hati, tidak hanya apa yang terlihat dari luar.
Hal-hal yang dapat kita pelajari dari orang miskin, yaitu:
1. Dia rela berkontribusi.
Pada zaman dulu persembahan dipakai untuk minyak lampu, air, peralatan Gereja, dan lain-lain. Meskipun sedikit, tapi dia mau berkontribusi.
Jadi apa yang bisa kita berikan?
Silahkan renungkan.
2. Dia mengajarkan kita tentang tindakan iman, karena dia memberika semua yang dimilikinya. Seluruh nafkahnya. Seluruh aspek hidup kita, kita beri pada Tuhan.
Tuhan bisa memberkati kita dengan cara yang ajaib, walau mungkin persembahan kita kecil nominalnya.
3. Persembahan yang tulus dan terbaik menarik hati Tuhan Yesus.
Berikan yang terbaik pada level kita di setiap aspek kehidupan ini.
Berapa banyak yang sudah kita berikan pada Tuhan dibandingkan berapa banyak yang seharusnya kita berikan pada Tuhan?

Semoga kita bisa belajar untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan dalam segala hal yang kita kerjakan. Semangat kuliah, semangat bekerja! Have a nice sunday! God is not finished with us yet 🙂

Ibrani 11:4
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Jangan sampai ketika Tuhan memanggil kita, kita tidak memberikan yang terbaik selama kita hidup.
Khotbah ini sangat menohok saya yang seringkali tidak bersemangat, malas dalam menjalani kehidupan, bahkan saya pikir kadang lebih baik saya dipanggil Tuhan saja daripada menjalani semua ini.
Saya mau semangat lagi. Bagaimana dengan kalian? Masih berapa banyak sisa yang bisa kita beri pada Tuhan dan sesama. Biarlah ketika kita mati, kita kosong, karena semua bakat, uang, kita beri bagi Tuhan dan sesama. Nothing left. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s