Lemah lembut

Ibadah 2 JPCC Kokas 12 Juni 2016
By: Ps. Jeffry Rachmat

Beberapa minggu lalu, Ps. Jeffry menyampaikan mengenai “Harta yang terpendam”

2 Korintus 4:7
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Dalam setiap orang, ada potensi.
Masa depan kita ada dalam diri kita sendiri, tapi di komunitas mana kita berada sangat menentukan bagaimana potensi kita bisa keluar atau tidak?

Mazmur 92:13-15
mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Ditanam–>Bertunas–>Berbuah
1. Ditanam di Bait Tuhan (Orang-orang yang punya komitmen, mereka yang menganggap Rumah Tuhan sebagai rumahnya, bukan sekedar datang berkunjung, sulit untuk dipindahkan, dia punya komitmen di situ, meskipun dia punya konflik dengan orang di Gereja tersebut tetap datang ke Gereja dan menyelesaikan konfliknya tersebut).
Orang seperti ini punya potensi untuk bertunas, bahkan berbuah. Orang ini membiarkan dirinya dan karakternya dibentuk.

Amsal 27:17
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Pisau yang tajam harus diasah dan melalui rasa panas. Sama seperti hidup kita, kadang Tuhan izinkan kita mengalami masalah untuk membentuk kita menjadi sesuatu yang indah. Seperti bejanaNya yang dibentuk dari tanah liat. Bahkan, Tuhan memakai orang lain untuk membentuk kita. Misalnya melatih kesabaran kita dlsbnya.

Dalam hidup ini, bedakan mana masalah yang harus diselesaikan dan mana ketegangan yang harus diatur, supaya timbul harmoni di situ, so mintalah hikmat Tuhan.
Remember ALIVE! 🙂

Markus 12:29-30
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Benih–Potensi/Kekuatan

Roma 15:1-2
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

Kekuatan yang kita butuhkan untuk menang dalam kehidupan seringkali diperlukan lebih dari ‘kekuatan’

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Kekuatan kita yang sesungguhnya ada pada masa kesesakan kita. Ehm Skripsi ehm … it doesn’t mean i’m weak, right? Ehm..

Orang yang kuat adalah orang yang mampu berdiri lagi meskipun mereka jatuh.

Amsal 24:16
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Matius 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Lemah lembut di sini bukan lemah, tapi kekuatan dalam sebuah kelembutan. Orang yang kuat adalah orang yang rendah hati, mampu meminta maaf, mampu mengampuni, tidak takut mengakui kesalahan, mau mendengarkan pendapat, mendengarkan nasehat orang lain sekali pun orang yang menasehatinya lebih rendah statusnya. Orang kuat punya penguasaan diri yang kuat. Semua ini adalah Karakter Buah Roh.

Galatia 5:22-23
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Buah Roh ini hasil persekutuan kita dengan Tuhan.

Ulangan 8:18
Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Orang yang tertanam dalam Bait Allah, tidak hanya bertunas dan berbuahkan kesuksesan, kekayaan dalam hidupnya, tapi di saat bersamaan pun dia berbuahkan buah Roh.
Sukses tanpa dibarengi moral yang baik, bukan sukses yang sesungguhnya. Sebab, dunia hanya bisa mengembangkan diri sampai tahap sukses saja.
Happy sunday! 🙂

Bagi saya, khotbah ini menjadi pesan keras bahwa saya harus kuat. Saya gak boleh sedih dan terus terpuruk dengan keadaan bahwa saya sepertinya harus ganti lokasi penelitian skripsi. Saya harus semangat. Bagaimana dengan kamu? Sudahkah kamu semangat menjalani kehidupan hari ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s