Passing The Darkness

Ibadah 1 JPCC 31 Juli 2016
By: Ps. Philip Wagner

Halo.. siang readers. Hari ini khotbahnya gak ada judul spesifik, tapi saya tangkap seperti melewati kekelaman dalam hidup kita.

Yesus datang untuk memerdekakan hidup kita. Tuhan bisa mendatangkan keindahan di atas kehidupan anda yang hancur.
Yesaya 61:3
untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
Namun, ini merupakan sebuah perjalanan iman. Kadang kita dibebaskan, namun ada perasaan takut dalam diri kita untuk menghadapi dunia luar. Mungkin, kiita sedang melewati musim yang buruk dalam hidup kita. Jangan pernah menyerah! Ini bukan akhir dalam hidup kita. Kita masih bisa menemukan kesembuhan dan pemulihan Tuhan.

Markus 4:35, 37-40
Yesus mengajak murid-muridNya untuk menyebrang, namun di tengah-tengahnya ada badai yang besar. Mereka takut padahal biasanya mereka bisa menghadapi badai, tapi berbeda dengan badai ini. Pernahkah kita berpikir bahwa Tuhan sedang ‘tidur’ ketika kita menghadapi kondisi sulit? Ada 1 hal yang perlu kita tahu bahwa Tuhan Yesus masih ada di ‘kapal’ bersama kita. Dia ada bersama kita. Ada sesuatu yang sangat berarti dengan kehadiranNya yang membawa iman, kekuatan, dan pengharapan dalam hidup kita.
Kebaktian itu penting karena kita bisa memilih fokus pada Tuhan daripada ‘badai’ hidup yang kita alami.
Biarlah mata kita terbuka seperti hamba elisa bahwa Tuhan ada bersama kita. Pada saat itu, hamba elisa ketakutan saat berperang karena mereka sedikit, namun elisa meminta Tuhan menunjukkan bahwa Malaikat Tuhan begitu banyak yang menemani berperang bagi elisa.
2 Raja-raja 6:16-17
Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”
Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
Maka, perhatian kita tidak boleh ada ke badai itu. Percayalah, Yesus ada di ‘kapal’ kita. Jesus is with you. Jangan takut seminar, sidang! Teruslah melangkah maju, karena ini hanya 1 bab saja dan masih ada perjalanan berikutnya yang harus kita hadapi.

Bagaimana memiliki iman dalam melewati masa kelam di hidup kita?
1. Tetapkan sekarang bahwa kita akan menghadapi dengan kuat.
Ibrani 10:36
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
Harus tekun jangan menyerah. Semangat nyekrip. Harus kuat nyekrip ya! Jangan menyerah! Terus maju. Jangan takut la. Pasti seminar dan sidang bakal lancar!
2. Tetap senantiasa mengucap syukur yang membawa kita ada di saat itu. Tidak terlalu kuatir akan masa depan. Ucapkan terima kasih pada Tuhan. Karena segala sesuatu mendatangkan kebaikan.
Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Jangan takut! Lebih banyaklah bersyukur. Maka rasa takut akan masa depan serta rasa sakit akan masa lalu pun hilang.
3. Terus berpegang kepada FirmanNya (Janji-janjiNya). Melakukan pertarungan iman.
Yosua 1:9
Amin 🙂 Jadi, jangan takut la.. temukan ayat-ayat yang menjadi kekuatan bagi kita.
2 Korintus 12:9
Filipi 4:13
4. Menolong seseorang yang memerlukan bantuan di tengah badai hidup yang kita hadapi.
Amsal 11:25
Poin keempat ini menarik, justru saat kita mengalami masalah, kita harus membantu orang lain mengatasi masalahnya.
Karena jika kita membantu orang lain di saat kita menghadapi lembah kelam hidup kita, kita akan menjadi kuat. Ini menarik. Karena saat kita pun sebenarnya butuh bantuan, kita harus menolong orang lain.
5. Jaga hati dan jiwamu untuk tetap sehat. Memberikan perhatian pada kamar-kamar dalam hati kita.
Ibrani 12:15
Banyak orang yang kelihatannya sehat rohani, melayani, selalu datang ke Gereja, namun memiliki kepahitan. Maka, lepaskan pengampunan. Belajar mengasihi, percaya pada orang lain, Tuhan. Yesus sanggup memulihkan.

Boleh saya curhat?

Entah saya terlalu berlebihan atau tidak, boleh saya katakan saya takut saat-saat ini. Saya merasa takut seperti murid Tuhan Yesus yang sedang menghadapi badai di kapal bersamaNya. Sebentar lagi seminar, ada banyak rumor yang membuat saya cemas. Saya pun tergabung dalam sebuah grup WA yang isinya banyak orang yang lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih siap seminar daripada saya. Mereka beberapa diantaranya ada yang sudah selesai skripsinya, sedangkan saya belum selesai sampai saat ini. Karena beberapa dari mereka sudah selesai, sebagian mereka memeriksa kembali skripsinya dan selalu saja-atau ini hanya menurut saya mempertanyakan kepastian teori, rumus, dan lain-lain di saat saya masih menulis. Seolah-olah apa yang sudah mereka kerjakan salah. Hal ini membuat saya takut jujur. Saya sempat berencana left group karena saya jadi cemas. Saya heran, mereka sangat pintar namun terlalu banyak kekuatiran mereka yang akhirnya menular pada saya. Saya takut kalau sewaktu seminar nanti ada pertanyaan kritis dari orang-orang kritis. Saya takut sekali. Apalagi, metode saya sulit. Saya jujur takut sekali, saya dan bersama dengan kedua teman saya benar-benar dikuatkan melalui Firman ini. Dan yang paling saya suka adalag poin 4. Ada seorang teman saya yang hampir tidak mau melanjutkan skripsinya, namun setalah saya dan beberapa orang lainnya ‘membujuk’nya, ia memutuskan untuk terus melanjutkan skripsinya 🙂 Terimakasih Tuhan Yesus… Engkau baik sekali.

Saya mendapati dalam perjalanan hidup saya di perkuliahan ini, semakin banyak saya mengenal orang secara dekat melalui personaliti dan musim hidup yang mereka sedang alami, semakin saya sadar bahw bukan saya manusia di bumi ini yang masalahnya paling berat.

Kalian tahu, di saat kita menolong orang lain padahal kita sendiri membutuhkan pertolongan, kita akan menjadi semakin kuat dan saya merasa ada rasa bahagia melimpah dalam hati saya yang tidak mampu untuk saya jelaskan. 

Saya percaya SKRIPSI hanyalah 1 bab dalam buku kehidupan kita yang belum berakhir. Masih ada banyak persoalan hidup di depan sana yang menuntut kita untuk jadi orang yang lebih kuat, lebih tegar. Dan bukan hanya itu saja. Sesulit dan sekeras apa pun badai dalam hidup kita saat ini, ingatlah bahwa Tuhan Yesus masih bersama kita dalam perahu yang sama. Ia tidak meninggalkan kita.

Jadi, tetapkan hati untuk kuat menghadapi ini semua. Kerjakan skripsi kita dengan kuat, sukacita. Yakin. Jangan takut. Teruslah mengucap syukur pada Tuhan dalam setiap musim hidup kita sehingga kita lebih fokus pada Tuhan yang bersama kita daripada badai yang sedang kita hadapi. Ingatlah akan janjiNya bagi kita untuk menjadikan kita lebih dari pemenang. Bantu juga orang lain. Walau sederhana, menjadi tempat curahan hati bagi orang lain di saat kita terpuruk akan badai hidup merupakan sebuah hal yang uniknya dapat membuat kita bahagia. Dan yang terakhir, isi hidup kita, isi ruang hati kita dengan hala-hal Rohani. Jangan menyisakan kepahitan pada siapa pun juga.

Mungkin paragraf di atas terlihat sangat bijaksana, namun saya juga mengakui bahwa cukup sulit untuk melakukannya secara nyata di hidup ini.

Saya percaya beberapa hal hari ini.. semua akan baik-baik saja. Seminar saya akan lancar, sidang pun begitu juga lulus langsung. TKD akan lulus langsung. Dan tidak akan ada hal-hal mengerikan yang menimpa saya. Asal, saya juga berusaha sungguh-sungguh menyelesaikan skripsi saya, sungguh-sungguh belajar TKD.

Saya dan kedua teman saya sangat diberkati oleh Firman ini. Saya tidak tahu apa musim hidup yang kalian hadapi saat ini, namun percayalah Ia setia dalam setiap perjalanan hidup kita.

Have a good sunday. See the miracles along the next week. And be still, God is with you, He is good all the time 🙂

Bye bye 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s