Berubah jadi baik

Ibadah 1 JPCC 14 Agustus 2016

By: Ps. Victor Faraknimella
FullGospel Mission Church (FMC)-Delft

Bagaimana supaya kita memiliki hati yang baik, bermurah hati?
1. Kita harus mengalami perubahan hati itu sendiri
Hakim-hakim 11:1-3
Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead.
Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.”
Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.
Siapapun kita, sejelek apapun sifat kita, kita mampu berubah menjadi baik. Gak ada yang mustahil. Hidup kita tidak ditentukan oleh nasib, tapi oleh Tuhan.
Kalo hati kita belum berubah, kita gampang marah, kita gampang sakit hati.
Tapi di Hakim-hakim 11:4-11, Yefta berubah dan bertobat. Ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia membawa seluruh perkaranya pada Tuhan dalam persekutuan.
Roma 12:17
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
Jangan membalas kejahatan orang lain pada kita, ampuni. Oke. Semua sakit hati, masa lalu, tekanan hidup kita. Intinya serahkan semua ke dalam tangan Tuhan.

2. Yefta mengandalkan kekuatan dan pertolongan Tuhan
Berdoalah. Hati kita untuk memberkati, mengasihi, mengampuni orang lain sangat terbatas. Maka kita perlu berdoa pada Tuhan. Yefta suka berdoa. Orang yang suka berdoa, hatinya juga berubah.
Lukas 22:42
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
Orang yang suka berdoa, tidak egois, tidak arogan. Percaya pada kehendak Allah. Kehendak Allah itu baik.
Izinkan tangan Tuhan memulihkan hati kita. Mungkin menyakitkan, kita harus mengampuni orang yang menyakiti kita karena itu yang Tuhan mau.

3. Yefta mengatasi pergumulannya dengan tekun
Hakim-hakim 11:32-33
Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari AroΓ«r sampai dekat Minit β€” dua puluh kota banyaknya β€” dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel.
Berjuang terus supaya Tuhan dipermuliakan.

Happy sunday. Jangan simpan kepahitan pada siapa pun juga di hati kita ya.

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s