Generosity

Ibadah 1 JPCC 28 Agustus 2016
By: Ps. Jeffry Rachmat

3 Yohanes 1:2
Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Kemakmuran, kelimpahan itu dimulai dari jiwa kita.
Apa yang ada dalam hati kita menentukan bagaimana kehidupan kita.
Maka, kita harus keluar dari cara berpikir yang miskin untuk menjadi orang yang murah hati.
Di dalam date, kita belajar untuk berkomunitas yang sehat. Kita dapat mengubah karakter dan sikap hati yang tidak baik melalui join in date.
Kita gak bisa bahagia dengan pelit.
Kemurahan hati adalah jalan menuju kebahagiaan, menolong kita untuk tidak menjadi orang yang kikir, tidak fokus pada diri sendiri.

Generosity is paradoxical, self-contradictory.

Dengan memberi apa yang kita miliki untuk orang lain, hidup kita jadi berbuah.
Ada 5 efek bermurah hati:
1. Kebahagiaan seseorang meningkat
2. Kesehatan baik
3. Tujuan hidup
4. Terhindar dari depresi
5. Kemajuan Pribadi

Generosity bukan cuma berbicara mengenai uang, tetapi juga waktu, perhatian, hikmat (bagi hikmat kita pada orang lain), nasehat.
Biasakan ucapkan “Terima Kasih”

Hal sederhana, pernahkah kita berterimakasih pada CS yang sudah membersihkan toilet? Wah, saya gak pernah sebelumnya 😯
Amsal 11:24-25
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Generosity bukan hanya sebuah perbuatan. Ini harus merupakan kebiasaan. Jangan sekali atau sekali-kali, atau bahkan terpaksa.
Generosity adalah sebuah gaya hidup.

Beberapa tipe orang memberi:
1. Orang yang memberi dari kelimpahannya
Amsal 19:17
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
Orang yang lemah di sini adalah orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.
2. Orang yang memberi dari kecukupan
Di jenis orang ini, mulai kita temukan nilai pengorbanan.
3. Orang yang memberi karena kekurangannya
Pada jenis orang ini, nilai pengorbanannya paling tinggi.

Apa tujuan kita bermurah hati?

Supaya penerima dari pemberian kita bukan hanya merasa ditolong, tetapi juga berterimakasih pada Tuhan.

Kita diberi hikmat ketika kita memberi.

Pemberian kita pada “lahan yang salah” seperti ini:
Matius 7:6
“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Jadi bijaksanalah untuk memberi di tempat yang tepat juga!

Barangsiapa menyegarkan orang lain, ia akan disegarkan.

Happy sunday! God bless you. He is not finished with us yet. Be generous!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s