Malam ini, saya ngejar deadline skripsi dan sebelumnya, saya akan share sesuatu yang udah lama gak saya bahas-bahas di blog ini. Tentang cinta. Entah kenapa saya beberapa hari ini kepikiran sesuatu dan saya berusaha menyibukkan diri tapi tetap saja pikiran-pikiran itu berputar-putar di otak saya. Jadi, daripada saya tahan di otak, mending ditulis aja ya.

Yaps, sebelumnya ini adalah kisah seorang teman saya (dan saya pasti tidak akan beritahu siapa).

“… lu beneran gak pacaran sama siapa-siapa?”

“Gini ya la, kalau ada cowok yang bener-bener usaha untuk memperjuangkan gua, pasti gua pasti buka hati kok la..”

1.Cinta itu berjuang

Berjuang bukan berarti melakukan hal-hal yang terlalu berlebihan, misal: nonstop chatting, ngasih bunga terus-terusan. Intinya, saya juga bingung ya menjelaskan jenis perjuangan itu seperti apa.

Ada temen saya naksir sama cewek, dia sharing Saat Teduhnya, ya sampai kapan cewek itu tahu kalo dia suka sama cewek itu. Pasti cewek itu mikir bahwa cowok itu sharing Saat Teduhnya jarkom ke banyak orang. Di sisi temen saya ini, itu merupakan perjuangan. Tapi, kalau dari sisi cewek itu bukan perjuangan. Ok, sejenak lupakan istilah peka dan tidak peka.

Berjuang itu berarti berani maju sendiri tanpa “sembunyi di balik keramaian bersama orang-orang lain”. Menurut saya, laki-laki paling gentle ya Alm. Bapak saya. Latar belakang keluarga kedua orangtua saya yang begitu berbeda tidak membuat ayah saya takut. Padahal, saat itu ada beberapa orang lain juga yang memperjuangkan cinta untuk ibu saya.

Jadilah laki-laki yang gentle!

Gentle untuk berjuang! Jangan sembunyi. Dan kalau emang niatnya serius, jangan “singgah”. Maksud temen saya yang cewek tadi itu ya kalau cuma sekedar naksir biasa ya dia males buat melanjutkan semuanya. Intinya sih gitu…

Terus saya tanya lagi ke cewek itu,

“…, kan abang itu baik kayaknya orangnya. Kenapa lu ga buka hati aja ke dia? Siapa tahu cocok…”

“Gua udah nyoba la, gua doain dia… Tapi, gua masih belum suka sama dia.”

“Jadi, apa yang lu lakuin? Jangan ngegantungin perasaan orang lain lah”

“Rencananya gua pengen ngomong sama dia… Tapi, gua bingung gimana caranya yang baik”

“Apa ada orang lain yang lu tunggu?”

“Enggak”

2.Jujur dan bertemu untuk mempertegas hubungan

Komunikasi adalah suatu cara untuk tahu semua asumsi di pikiran kita itu benar atau enggak.

Satu hal yang harus kamu tahu, kamu tidak bisa menolak cinta seseorang, sebab cinta itu adalah miliknya, tumbuh di dalam hatinya sendiri. Akan tetapi, keputusan bagaimana kamu bersikap kepadanya adalah sepenuhnya hakmu. Kadang, atau mungkin lebih baik ketidaktahuan kita tentang cinta seseorang itu jauh lebih aman daripada kita mengetahuinya.

Apakah boleh? (Suara Cerita by: Kurniawan Gunadi dan Alfina Subiantoro)

3.Hargailah perasaan orang lain yang menyukaimu 

4.Tanya hatimu sendiri bagaimana perasaanmu pada orang itu

5.Jangan menggantungkan perasaan orang lain

… lu adalah salah satu teman terbaik yang gua punya, dan gua percaya bahwa suatu saat nanti akan ada orang yang memperjuangkan lu sepenuh hati dan juga lu sayangi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s