Belajar bersyukur dan tetap percaya

Ehm, semenjak ayah saya dipanggil Bapa di Sorga dan ibu serta saya menderita penyakit cukup serius, saya rasa saat ini saya berada dalam lembah yang begitu kelam di hidup saya. Saya merasa putus asa dan nyaris frustasi, namun sarshe dan mama yang saya curhatin hari ini mengingatkan saya untuk tetap percaya.

Mungkin ada 20 ml air mata keluar hari ini. Saya tidak bisa menceritakan masalah saya secara jelas, tapi saya diingatkan mama tentang sesuatu yang ada hubungannya dengan ayat berikut:

Amsal 22:29

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Wajar saya dituntut banyak hal di tengah kenyataan bahwa mungkin banyak orang merindukan hal-hal yang saya miliki dalam hidup ini. Seperti itulah Tuhan melatih saya akhir-akhir ini. Kebetulan beberapa waktu lalu kamera saya bermasalah dan saya menghubungi teman saya yang paling jago foto di kampus, status WhatsApp dia

What doesn’t kill you makes you stronger

Saya percaya ketika kita mengalami masalah yang sangat berat, zona kekuatan kita makin besar sehingga ketika ada masalah lain yang lebih ‘remeh’mampir di hidup kita, kita akan lebih mudah melaluinya.

Ma, thanks ma, untuk selalu menguatkan anak perempuanmu yang suka mengeluh ini. Aku akan perkatakan yang baik dan aku percaya Tuhan akan melakukan mujizatNya untukku.

1 kalimat tidak baik yang keluar dari mulutku tadi tak akan pernah kuulangi lagi. Aku sadar ma, aku bisa lulus di sini diantara banyak orang pintar yang rindu kuliah di sini bukan kekuatanku, kasih karunia Tuhan. Kalau Tuhan sudah meluluskanku di sini, Tuhan juga yang akan menolongku lulus dari sini 🙂

Saat ini, rasanya tidak ada yang mampu aku lihat. Untuk berharap pun rasanya sulit. Semuanya gelap. Gelap. Gelap banget. Seolah tak ada yang mampu membawaku pergi dari kegelapan ini. Tapi, aku sadar Tuhan sudah menolongku seminar, sidang, menyembuhkanku, Ialah Tuhan yang sama yang sanggup menolongku lagi, lagi, lagi, sampai selamanya.

Roma 8:24-25

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Tuhan, maaf aku mengeluh. Maaf aku menyalahkan orang lain. Maaf aku merasa tak ada yang sanggup menolongku seolah masalahku jauh lebih besar dari pertolongan yang mampu Kau beri dalam hidupku.

Aku percaya segala sesuatu mendatangkan kebaikan dalam hidupku. Aku percaya Kau sanggup menolongku. Meski sulit untuk berharap, tapi aku mau tetap percaya bahwa aku lulus tahun ini juga. Oktober 2016, aku akan wisuda! Aku masih percaya 🙂 Ajar aku untuk kuat melewati segala persoalan hidupku Tuhan.

Setidaknya aku bisa melewati sidang di saat orang lain ada yang tidak bisa sidang. Aku bisa kuliah gratis, aku dapat kasih luar biasa dari keluarga yang mendukung sidang, mendoakan, aku punya teman-teman yang bisa diajak sharing. Hidupku ini kurang beruntung apa lagi?

Sorry God, i’m just a lucky bastard.. lucky bastard.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s