Thanks my Daddy God

Pagi itu rasanya seperti ‘petir’ buatku. Aku tak menyangka bahwa ranking sejurusan di kampus aku mendapat ranking 145 dari 185 orang dengan IPK 3,15. Saraf sedihku kebetulan bekerja secara lambat. Aku bukan orang yang dengan cepat menangis karena sesuatu (kecuali pada saat aku mendengar ayahku dipanggil Bapa di Sorga 13 tahun lalu). Aku masih bisa tertawa-tawa, berfoto bersama teman-temanku. Namun, sesampainya di rumah dan aku tahu bahwa di kontrakanku rankingku paling rendah-meskipun jurusan mereka berbeda denganku- didukung keadaan bahwa hanya aku sendirian di kontrakan saat itu, air mataku mulai turun. Di kampusku, lokasi penempatan kerja mahasiswa ditentukan melalui IPK. Ya begitulah kenyataannya. Dan di situ aku tak punya gambaran bagaimana penempatan. Kebetulan pada saat itu, ranking baru diketahui secara privasi oleh orangnya sendiri dan belum diurutkan secara terbuka pada semua orang.

Tapi, sesampainya hotna di rumah, aku seolah baik-baik saja. Dia pun heran melihatku kelihatan tegar.

Hingga diumumkanlah urutan ranking sejurusan Statistika Ekonomi dari ranking satu sampai terakhir, juga formasi penempatan. Rasanya malu sekali… Lima belas orang yang dibutuhkan di Sumatera Utara dari jurusanku, dan akulah Putra Daerah ranking tujuh belas dari sembilan belas yang secara logika sudah tak bisa lagi masuk ke Sumatera Utara-dengan asumsi semua yang ranking satu sampai lima belas Sumut di jurusanku lulus TKD-. Aku menghubungi orangtuaku sambil mengingat bagaimana cara belajarku. Kuakui aku masih rajin dari tingkat 1 sampai tingkat 2 dan setelah itu, tak usah kau tanyakan lagi. Kau pasti tahu bagaimana keadaannya. Aku menyesal karena belum memberikan yang terbaik dan membuat kecewa orangtuaku.

Sampai-sampai aku mengacuhkan hotna dan orang sepertiku bisa nangis di telepon sama abangku, hingga akhirnya ia berkata,

Seharusnya, kamu tuh bersyukur la. Ibarat orang makan, banyak orang di luar sana yang mikir bisa makan atau ga, tapi kamu cuma milih makan dimana.

Tak hanya itu, kakak iparku berkata,

Kamu kan masih muda, ayo keluar dari zona nyaman. Selama ini kamu kuliah kan masih banyak saudara, ada opung, ayo coba la biar makin dewasa. Umur kamu juga kan belum 22 tahun. Beda halnya kalo kamu dah berkeluarga.

Iya ya, aku belajar bersyukur bahwa banyak orang di luar sana yang tidak terserap dalam lapangan kerja padahal memiliki pendidikan yang cukup. Aku sudah pasti bekerja, hanya saja tidak tahu dimana sampai saat ini.

Kalau ditanya secara pribadi, apa aku mau di Sumut? Pasti mau, meskipun tetap saja harus jauh dari orangtua, tidak apa-apa. Aku malah berencana kalau di Sumut, mama tak perlu sering-sering berkunjung. Aku ingin lebih mandiri saja. Tapi aku percaya Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam hidupku. Aku sudah berdoa tempat penempatan seperti apa yang aku rindu, dan kupercaya Ia akan memberikan jauh lebih besar dan jauh lebih indah daripada apa yang dapat aku pikirkan dan doakan.

***

Mungkin ini semua rencana Tuhan. Biasanya aku bekerja shift 2. Tapi hari itu aku bekerja mulai dari shift 1 dan bisa ngobrol banyak sama dian. Sekilas mendengar suara dian, perasaanku agak kesal. Gaya bicaranya jujur saja songong. Tapi ternyata dia adalah orang yang cukup ‘holy‘, ternyata dia orang yang sangat baik.

“Gue ngejutekin nyokap bokap gue dan kakak-kakak gue. Sampe bokap gue nangis karena liat gue nangis terus. Dia bingung kok gue bisa gini. Sampe akhirnya gue gereja hari minggu dan lagunya God will make a way dan di situ gue sadar kalo Tuhan pasti kasih yang terbaik buat kita dan semenjak hari minggu kemaren tuh perasaan gue damai banget. Jadi pris, tetep percaya pasti Tuhan kasih jalan.”

Dian

Di, makasih banget ya di. Gua gak pernah tahu kalo obrolan kita waktu break itu jadi nambah stok pengharapan gua kalo Tuhan pasti tetap sama-sama gua kemana pun gua ditempatkan. Tuhan berkati setiap langkah hidup lu ke depannya ya di… Di, kalo lu di NTT, ajak-ajak gua ke Ende. Gua pengen banget ke Ende sama Bukit Warinding (salah satu wish hidup gua ini) hehehe…

***

Lala: Eh aku simulasi penempatan lulus di Maluku loh…

Hotna: Oh iya? Emang pilihan keduamu apa?

Lala: Sulawesi Tengah…

Hotna: Tapi ya la, kau tuh cukup tegar ya. Temenku banyak yang mengeluh.

Lala: Aku gak setegar itu loh hot (mulai nangis dan nutup muka pake bantal). Tiap aku lihat peta jarak Sumut-Maluku itu jauh banget, aku sedih. Kalau rindu sama keluarga jauh banget mereka ke sini 😦

To be honest, aku masih berharap di Sumut aja. Maluku jauh sekali… 😦


Ada banyak hal yang pasti gua rindukan saat penempatan:

  1. JPCC dan Date. Beberapa minggu lalu, gua gereja sendirian sesi 2 dan gua melihat orangtua yang hilir mudik mengantarkan anaknya ke Sekolah Minggu. Jujur, gua belajar banyak hal di Gereja ini. Gua belajar untuk kuat dan percaya kalau Tuhan penyembuh gua di sini. Gua memang kenal Tuhan Yesus dari kecil sampai SMA. Tapi, gua merasa benar-benar kenal dekat sama Tuhan waktu kuliah karena ada banyak peristiwa hidup gua yang sangat berkesan terutama saat gua dan ibu gua sempat sakit cukup serius waktu itu.
  2. Hotna dan Sarshe. Gua cari dimana lagi teman-teman baik seperti mereka. Mereka pemberi masukan yang baik. Walau kadang nyebelin. Gua pasti kangen sama mereka. Dari lirik lagu yang diganti-ganti, skenario cerita gila yang pernah mereka kasih ide (wkwkwk seandainya kalian baca blog gua suatu hari nanti, gua yakin kalian ingat skenario cerita gila macam apa yang kita pernah buat bareng-bareng waktu itu dan akhirnya ceritanya ditolak karena tidak berbau manusiawi wkwkwk 😀 ), tindakan mereka nahan gua jalan pas … sumpah gua kesel banget waktu itu,  alay banget ih. Suka ngegodain gua sama berbagai jenis kaum adam dari yang masuk akal sampai tidak masuk akal. Terutama hotna, teman sekamar gua yang imajinasinya luar biasa. Dia minta gua jadi pandongani (bridemaid dalam bahasa batak) in case kalo dia nikahnya duluan. Ya kalo gua duluan, dia yang jadi pandongani. Busuk-busuk gua mereka dah kenal, dah tahu. Gua rindu banget bercandaan mereka. Someday i will cover Ingatlah by Monita Tahalea or Sebuah Kisah Klasik special for you two hotna and sarshe 🙂 Wait ya 🙂 Btw, gua pernah dengar lagu Sebuah Kisah Klasik di radio dan gua nangis keinget kalian :”)
  3. Gua pasti rindu indah, eny (teman curhat bagian rohani), novi, angga, dan roma partner makan :”)
  4. Dan banyak hal lainnya (Adik asuh, terutama vica, dll)

Tapi, pagi ini 1 November 2016 butuh 1,5 jam untuk aku kembali membaca buku Mutiara Bagi Raja dari awal sampai akhir. Setiap kali aku down dan setiap kali aku tak tahu harus cerita dengan siapa (aku takut dibilang orang yang suka mengeluh), aku membaca buku ini. Buku ini sudah kubaca untuk ke? Ah, sudahlah… Pokoknya buku ini sudah kubaca berulang kali. Dan aku menemukan hal-hal yang menjadi sumber pengharapanku di dalamNya.

🙂

Bilangan 23:19

Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

  • Allah tidak pernah berdusta, Ia tidak akan lupa, Ia peduli, dan Ia baik. Jadi, perlukah kita kuatir akan hari esok? Perlukah kita memandangnya sebagai sebuah ketidakpastian yang menakutkan? Ataukah kita tertawa menyambutnya karena kita tahu bahwa janji Allah, Bapa kita, menunggu di sana?

 Good things come to those who wait

Better things come to those who don’t give up

And best things come to those who believe

  • Gua percaya bahwa Tuhan sudah menyediakan segala sesuatu yang terbaik untuk masa depan gua 🙂
  • Gua belajar untuk berbahagia atas kesuksesan orang lain. Gua belajar berbesar hati dan bersukacita apabila dari orang-orang serumah gua kelak hanya gua yang gak balik ke Sumut. Gua percaya Tuhan punya rencana besar buat hidup gua 🙂

Belajar seperti Tinker Bell 🙂

  • Gua belajar bahwa masalah adalah suatu tantangan yang harus dihadapi. Seandainya pun gua gak masuk Sumut di penempatan nanti, gua harus memakai momen ini sebagai ajang buat gua bisa lebih semangat menjalani segala sesuatu di hidup gua.

Seasons may pass,

as beauty fades

and pain goes away.

But God’s love remains the same.

It never fails.

  • Gua belajar mengucap syukur dalam segala keadaan. Kalau gua mengeluh, gak ada gunanya juga. Kalau mungkin saat ini di jenjang pendidikan DIV, gua tidak baik secara akademis, gua masih bisa memperbaikinya di jenjang-jenjang pendidikan berikutnya jika Tuhan berkenan. Hidup pasti berputar.

Kita tidak perlu meratapi hari kemarin yang sudah lewat, karena tidak ada yang bisa kita ubah. Yang perlu kita lakukan adalah belajar dan menjadi lebih bijaksana agar hari ini menjadi hari yang lebih baik. Jangan biarkan kegagalan hari kemarin menjadi penghalang kesuksesan hari ini. Kita dapat berdiri tegak dan tersenyum kepada hari esok karena kita tahu ada kebaikan dan pertolongan Tuhan di dalamnya.

  • Ucapan syukur akan mendatangkan mujizat dalam hidup kita.
  • Belajar bersabar pada rencana Tuhan dalam hidup gua.
  • Tidak perlu iri dengan pencapaian orang lain.
  • Pada akhirnya, kita semua harus bertumbuh dan menjadi lebih dewasa. Suka atau tidak, umur kita akan terus bertambah. Dan menjadi dewasa adalah sebuah keputusan. Gua akan bekerja, gua harus bisa ngatur waktu, uang dengan lebih baik lagi, dan pastinya gua juga harus makin bijaksana dan berhikmat.
  • Masalah dan tantangan adalah hal-hal yang menjadikan kita lebih dewasa. Keadaan dan perubahan di dalam hidup kita akan menjadikan kita lebih matang, asal kita tidak lari daripadanya.
  • Hanyalah kepercayaan diri kita pada Tuhan yang menjadikan langkah kita mantap untuk menjalani kehidupan.
  • Gua bersyukur bisa dikasih kesempatan untuk kenal sama Tuhan Yesus, my Daddy God. The only one daddy i have since my father passed away :”) Thank you Jesus 🙂

Kita tidak perlu mengingatkan Tuhan bahwa esok pagi kita membutuhkan matahari untuk terbit. Kita tidak perlu meminta untuk bulan muncul menerangi malam yang gulita. Kita sering meremehkan hal-hal yang kita nikmati tanpa perlu meminta dan meluputkan kebaikan Tuhan yang ada di balik semuanya itu.

Gua bersyukur punya Bapa, punya Tuhan Yesus yang menjadi sahabat terbaik yang gua punya di saat gua tak mampu untuk berbagi cerita dengan orang-orang di sekitar gua. KasihNya buat gua selama ini sungguh amat luar biasa besar. Gua takjub akan kasih setiaNya buat gua yang hanyalah makhluk kecil di jagad raya yang begitu besar ini.

I love You, God-

You make me strong

Psalm 18:1 (MSG)

Janji Tuhan cukup bagi kita dalam menemukan kembali kekuatan untuk membangun pengharapan yang sudah hancur. Bahwa Ia adalah Allah yang setia dan Ia bukan manusia yang berdusta dan tidak menepati janji-Nya.

Dimana pun gua ditempatkan, Tuhan ada di sana. Dan dimana pun gua berada, selama gua gak menyerah dan terus berusaha, gua percaya setiap mimpi gua akan tercapai bersamaNya.

Gua masih percaya kalau masa depan yang indah udah Tuhan sediakan buat gua dan buat kalian semua juga 🙂

Thanks for being my Daddy God, Jesus. I love You 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s