Family

Ibadah 3 JPCC 2 Oktober 2016
By: Dr. Jim Burns

Tidak ada seorang pun yang punya keluarga sempurna dalam hidup ini.
Seperti apa keluarga yang sehat?
1. Kita harus berani mematahkan rantai kegagalan dalam keluarga. Kita bisa karena ada Tuhan.
Kalau kita menyambut anak, kita menyambut Tuhan Yesus. Panggilan paling mulia saat menikah adalah menyambut anak kecil.
Markus 10:13-15
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Sekitar 2000 tahun yang lalu, tidak biasa kalau anak-anak langsung mendatangi Rabbi. Tapi, Tuhan membiarkan anak-anak datang padaNya, bahkan memeluk mereka. Dia menunjukkan kasih sayangNya kepada anak-anak.

Markus 9:36-37
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:
“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
Markus 9:42
“Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Dari ayat tadi:
1. Bless children with your presence
Jangan sibuk cari duit tapi tidak memperhatikan anak-anak.
2. Memberkati anak-anak dengan kasih sayang kita.
Bless them with your affection.
Mark 10:16
“And He took the children in His arms, put His hands on then and blessed them.”
Markus 10:14
Kalau di rumah tangga ada kasih sayang, maka anak-anak akan cenderung hidup baik juga di luar.
Kalau kita tidak memberikan kasih sayang yang melimpah pada anak-anak kita, maka mereka akan mencari kasih sayang bahkan yang tidak benar di luar sana. Kalau kita mencurahkan kasih sayang kita, kita memberkati.

3. Memberikan kekayaan Rohani bagi kehidupan anak-anak kita.
Bless them with spiritual deposits.
Mark 9:37
“Whoever welcomes one of these little children in My name welcomes Me; and whoever welcomes Me does not welcome Me but The one who sent Me.”
Ini bukan hanya tugas guru di sekolah, guru sekolah minggu. Tapi, yang terpenting adalah peran orangtua dan Gereja, khususnya merupakan tanggung jawab.
Orangtua mewakili Kristus dalam rumah tangga.

Kalau iblis tidak bisa merusakmu, maka ia akan membuatmu sibuk.
Kalau kita lelah, kita tidak akan mampu menjalankan aktivitas dengan baik. Maka, perhatikanlah cara kita hidup. Jangan terlalu sibuk dan tidak memperhatikan anak-anak.
“Untended fires soon become nothing but a pile of ashes.”
Biarlah Roh setiap orangtua tetap menyala-nyala agar dapat memimpin kehidupan Rohani anak-anaknya dengan baik.

Mungkin, saya juga belum menikah ya. Tapi, Firman ini penting bagi kita yang akan dan sedang berkeluarga agar menjadi orangtua yang lebih bijaksana lagi. Mari berkati orang lain dengan kekayaan Rohani dalam hidup kita.

Apa yang Tuhan minta kita lakukan hari ini? Lakukanlah apa yang Ia minta. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita.
Happy sunday. Be a good influencer! 🙂

Libatkan Tuhan dalam segala sesuatu di hidup kita…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s