Ibadah 1 JPCC 20 Agustus 2017
By: Ps. Jeffry Rachmat

Bangsa Israel harus mengalami perbudakan, melewati padang gurun untuk kemudian bisa masuk ke tanah perjanjian. Tidak semua orang bisa dengan mudah masuk ke tanah perjanjian (hidup berkemenangan, berkelimpahan).
Dalam hidup ini, kita punya 3 masa, yaitu:
1. Dependence (ketergantungan)
Di masa ini, orang meminta. Maka sulit bagi mereka untuk memberi.
2. Mandiri. Mulai declare independence, tidak tergantung pada orang lain lagi. Berdiri sendiri. Menguasai segala sesuatu sendiri.
3. Interdependence (sinergi, saling ketergantungan). 2 orang yang sudah mandiri saling bekerjasama satu sama lain. Contohnya: pernikahan. Mereka yang berada dalam tahap ini sudah ada di tanah perjanjian sehingga mereka dapat memberi.
Tujuan dari hidup ini bergerak dari meminta-minta menuju yang kemudian memberi.
Supaya kita bisa hidup berkemenangan, kita perlu melewati padang gurun. Sama seperti bangsa Israel bahkan selama 40 tahun.
Padang gurun adalah daerah yang sangat kering, panas, dan banyak binatang buas di situ. Tugas orangtualah untuk membimbing anaknya menghadapi padang gurun.

Kita sebagai orang yang dewasa harus berani mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan kita.

3 hal yang dapat kita pelajari dari bangsa Israel, yaitu:
1. Aturan main (perintah, ketentuan, hukum dan batas-batas yang harus dipatuhi) diberikan Tuhan bagi bangsa Israel. Peraturan ada untuk menjaga kebebasan kita.
Ulangan 28:1-6
Ketentuan inilah yang membuat bangsa Israel bisa menikmati kemerdekaan mereka.
Ulangan 8:5
Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.
Kalau kita tidak disiplin, kita akan kesulitan melewati masa-masa seperti ini. Untuk bisa mandiri, kita harus mencukupkan diri dengan apa yang ada dalam tangan kita.
2. Visi
Tanah perjanjian adalah tujuan bangsa Israel.
Amsal 29:18
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
Bilangan 14:1-4
3. Iman
Ulangan 29:5-6
Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.
Roti tidak kamu makan, anggur atau minuman yang memabukkan tidak kamu minum — supaya kamu tahu bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.
Di padang gurunlah bangsa Israel mengenal Tuhan. Kita harus belajar bergantung pada Tuhan.

Orang-orang berusia 18-29 tahun (Mozaik Generation) di Amerika tidak lagi datang ke gereja. Padahal saat mereka masih bersama orangtua, mereka masih gereja. Mereka selama ini beriman dengan ‘nebeng’ ke orangtua mereka. Mereka tidak memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan.

Pada saat kita di padang gurun, kita belajar untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan, mengenalNya secara pribadi, memiliki pengalaman pribadi denganNya. Di saat itulah kita mengembangkan disiplin.

Happy sunday! Semoga diberkati ya melalui Firman ini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s