Jurnal 2017

Hai!  Sebelum mengakhiri 2017, gua pengen me-review banyak hal yang terjadi di Tahun 2017 ini. Karena ini akan panjang, jadi bertahap ya..


Okay, here we go…

Selain tahun 2014 yang agak drama, gua bisa bilang 2017 adalah tahun yang cukup drama juga buat gua secara pribadi. Apa ya? Tahun ini tuh kayak titik balik hampir segala aspek kehidupan gua.

Bukan dimulai Januari, tapi lebih tepatnya pas gua beberes rumah karena mau penempatan, di situ draft skripsi gua, gua kasihin ke tukang loak dan gua liat satu per satu barang-barang di kontrakan gua diangkut. Eny datang ngasih kenang-kenangan dan ngobrol karena gak bisa antar gua yang notabene penerbangan tengah malam ke Papua. Beberapa barang sisa gua angkut naik mobil ke rumah opung, tapi sebelumnya pamitan sama Bapak kontrakan yang udah baik banget jagain kite-kite 4 tahun ini. Trus hotna bilang, “dada Lala… Sampai ketemu di bandara ya.” Sumpah tempatnya gak match banget sama perasaan gua. Sedih banget… secara hotna itu temen sekamar gua 4 tahun yang udah tahu busuk-busuknya gua kayak gimana, kebiasaan buruk gua, dan banyak hal lain.

Trus foto-foto di bandara, dan belum lagi mas ari cerita pas nyampe BPS Provinsi kalo nyokap gua nangis diliat nyokapnya dan nyokapnya kasih tahu ke dia via telepon, beuh… Nyampe di Provinsi dah jetlag juga langsung kumpul kan.. Perjalanan ke tempat baru yaitu Waropen yang bener-bener jauh daripada tempat tinggal gua sebelumnya.

Awalnya gua bingung. Awalnya gua takut. Banyak makanan kesukaan gua gak ada di Waropen, jadi kalo lagi rajin, ya gua bikin sendiri aja. Bukan hanya itu, tempat ini tidak ada lampu jalan. Wow! Perjalanan ke sini pun melewati darat, laut, dan udara.

Gua pikir hidup gua flat.

Gua pikir gak ada yang asyik di sini. Tapi gua bertemu banyak inspirasi buat gua:

  1. Pak Bagus (Beliau selalu ramah dan sangat murah hati memberi makanan ke kami)
  2. Kak Ice (Orang asal Waropen yang sekarang S2 di ITB dengan beasiswa LPDP)
  3. Yoab (Anak SD ang terkena polio tapi semangat belajarnya luar biasa. Orangtua dan teman-temannya senang hati membawakan tas dan menggendongnya. Semoga cita-citamu menjadi astronot tercapai ya dek. Tuhan pasti tolong)
  4. Kak Atha (Kaka pengasuh yang setia datang pagi ke Sekolah Minggu)
  5. Ale (Seorang misionaris asal Chili yang melayani penerjemahan Alkitab ke Bahasa Waropen)
  6. Warga Mambui (Yang sangat ramah)
  7. Kak Ridwan, kak Andik yang pernah bantuin masalah rumah tangga genteng penghalang hujan yang mau roboh
  8. Pak Trevor John (Pelayan Kesehatan di Korowai, sempat masuk di kitabisa.com loh… Beliau seorang warga asing yang satu Grup WA dengan saya-tapi saya gak pernah ngobrol dengan beliau- )
  9. Kak Samantha (Memilih menjadi Pegawai Negeri agar ilmunya bisa dipakai untuk kemajuan Papua)
  10. Kak Ester (Terlepas dari sikapnya dan sifatnya yang menurut gua kadang agak keras, tapi hal itu bikin gua menjadi orang yang makin bersih dan rapi hehehe. Dia juga partner memajukan generasi Z. Terima kasih banyak kak)
  11. Dan banyak lagi

Terima kasih banyak ❤

Kalian sangat menginspirasi hidup gua secara pribadi. Di sini gua menyadari bahwa emang sih awalnya agak sakit karena IP gua 3,18 ranking agak rendah penempatan Papua. Tapi, ada rencana yang Tuhan sediakan buat hidup gua. Gua senang sekali di Waropen. Kayaknya gua gak perlu menceritakan hidup gua bagaimana karena belum banyak hal yang bisa gua lakukan untuk orang lain.

Tapi orang-orang yang gua sebutkan tadi menjadi contoh yang luar biasa buat gua.

Kita tidak bisa jadi bahagia kalo kita tidak bikin orang lain bahagia

Point yang gua cari selama ini dalam hidup sudah gua temukan. Point yang selama ini buat gua sulit bahagia karena belum gua kerjakan. Tapi, walau perlahan, gua mulai merasakan sukacita yang begitu besar.

Walau banyak drama perselisihan dengan teman sekantor, teman serumah, sakit yang bikin hampir gak bisa ikut Prajabatan lah, dan drama zzzzzzzzzzzz lah.

Tapi, gua merasakan penyertaan Tuhan yang sempurna di Tahun 2017 ini.


Oh ya, gua punya doa yang agak konyol sih tapi entahlah. Gua mendoakan sebuah skenario di hidup gua sama Tuhan tentang sesuatu. Gua baru terpikir mendoakan karena terinspirasi dari sharing dengan kak Ester wkwk (Kak, someday, if you read this, you will know what i mean exactly hahahaha).

Kalo boleh meminta beberapa hal di 2018, ya hal itu yang gua minta sama Tuhan. But, i know He will open the right door to me.


Oh ya, lagu yang menginspirasi hidup gua adalah lagu JPCC Choir-His Love, “… with His hands working in my life, i’ll walk through valleys, whom shall i fear?”

Tanpa Tuhan, gak mungkin rasanya bisa melewati 2017 dengan segala lika-likunya. Terima kasih untuk sweet journey ini Tuhan. Terima kasih semua inspirasi, kasih sayang, doa, dan nasehat dari semuanya.

Jangan lupa living life to the fullest, more alive in 2018 ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s