Jurnal 2017

Hai!ย  Sebelum mengakhiri 2017, gua pengen me-review banyak hal yang terjadi di Tahun 2017 ini. Karena ini akan panjang, jadi bertahap ya..

Advertisements

Gerakan Cinta Data

Halo semua. Wah ternyata gua dah lama ya ga buka blog.. Dah sebulan aja. Nah, kali ini proyek aktualisasi kerja gua hampir selesai. Anyway, kalian tahu kenapa gua kasih judulnya “Gerakan Cinta Data” ?

Karena, kali ini gua mau sharing sebentar ya sebelum gua kasih tahu akun sosmednya BPS Waropen.

Nah, kenapa kita harus cinta sama Data? Membangun suatu negara tanpa data itu ibarat mengambil kucing dalam karung, pembangunan yang tak berhaluan. Hal ini tentunya hanya akan membuang uang nergara dengan sia-sia. Data berperan sangat penting sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan serta evaluasiย  dari setiap kebijakan yang dbuat oleh Pemerintah, apakah sudah berjalan sangat baik, cukup baik, atau malah sebaliknya berjalan buruk.

Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa cinta kita akan perkembangan pembangunan dan untuk mengetahui perkembangan pembangunan di Waropen, khususnya. Kalian bisa buka website BPS Kabupaten Waropen, Papua di Website BPS Kabupaten Waropen. Tidak hanya itu, kalian bisa melihat infografis data-data Waropen di Instagram BPS Kabupaten Waropen dan jangan lupa di follow dan like postingannya ya (masih dikit followernya soalnya hahaha ๐Ÿ˜€ ).Nah, satu lagi nih… Kalian bisa like Fanpage Facebook BPS Kabupaten Waropen . Terima kasih sudah membantu, gua sih pengen banget untuk terus aktif mengelola akun-akun ini dan bukan hanya sebatas proyek aktualisasi semata. Tapi bisa terus berlanjut sampai seterusnya.

 

 

Perstatistikan-Cinta Data

Pekerjaan di kantor saya lagi banyak-banyaknya. Dan di saat itu juga, saat-saat ini, kondisi tubuh saya tidak begitu baik. Kecapekan, kepikiran kerjaan yang banyak juga, mau gak masuk kantor tapi rasanya agak hina, sungguh perasaan serba salah.

Pekerjaan tahun ini lagi banyak-banyaknya, tahun depan pun sama. Terkadang, ada perasaan dalam diri saya untuk mengeluh. Tapi saya sadar satu hal kalo ini sudah jadi tugas dan tanggung jawab saya.

Saya bekerja di Kabupaten yang aksesnya mudah, dan dibutuhkan waktu yang tidak cepat juga. Untuk bisa sampai ke Waropen, harus mendarat di Bandara biak lalu naik Kapal cepat 5 jam ke Waropen. Tapi kalau sedang berombak hebat seperti beberapa waktu lalu (teman saya akhirnya tidak bisa mendarat di Waropen dan akhirnya mendarat di Serui akibat ombak hebat yang menyebabkan penumpang kelas Ekonomi semuanya sudah pakai pelampung), maka naik pesawat dari biak-serui (20 menit) lalu naik kapal cepat 1 jam (serui-waropen).

Beberapa waktu lalu, ada pelatihan Nilai Tukar Petani di Biak dan saya memilih rute kedua karena teman saya itu masih trauma naik kapal cepat 5 jam. Keberangkan saya ke Serui tidak mudah, waktu itu berombak hebat, bahkan tangga untuk naik kapal hampir jatuh ke laut. Kadang saya berpikir gila, “Kalo nyokap gua tahu gua begini, dipaksa pindah bisa-bisa.” Akhirnya saya hanya bilang berombak dan kepala saya pusing tapi semua aman-aman saja kok supaya beliau tidak kuatir.

Abang saya sampai suruh saya beli pelampung karena cerita saya yang kalo nyacah (wawancara data) ke kampung itu harus pake perahu dan gak ada pelampungnya. Gak mudah loh untuk bekerja di daerah sulit. Saya salut juga sama beberapa teman saya yang kerja di pegunungan Papua yang bisa survive hidup tanpa internet, listrik yang hanya beberapa jam dalam sehari. Kalau tempat saya, masih enak banget.. listrik 24 jam, toko roti enak-enak dah ada, internet di rumah yang saya sewa ada (walau hanya bisa kirim Wa wkwkwk).

Gak mudah sih emang, tapi saya sadar banyak hal bahwa setiap orang mengalami kesulitannya masing-masing. Mau di kota, di kampung, semua orang yang melayani negara khususnya punya suka duka tersendiri. Yang bisa kita lakuin, hanya belajar untuk terus bersyukur, menikmati pengalaman ini, karena bagi saya ini cukup menarik ya. Saya cucu ketiga opung saya yang jauh dari jangkauan hehehe. Kedua sepupu saya yang sudah 15 tahun tak bertemu ada nun jauh di Ohio tapi masih sekolah, sedangkan saya untuk bekerja di Papua tanpa saudara sama sekali. Menarik banget bisa cerita sama anak-anak saya di masa depan kalo ibunya pernah kerja di daerah yang untuk sampai ke Jakarta butuh 2 hari, melihat Indonesia dari sudut pandang yang berbeda, pelajaran kebahagiaan dari hal-hal sederhana tanpa perlu tampil eksis demi harga diri di mata orang lain. Saya belajar banyak hal.

Nah, hari ini saya akan mengawas survei pertama kalinya bersama pencacah saya ke lapangan. Wah, ini pengalaman yang menyenangkan karena saya belum pernah ke lapangan, kerjaan saya dalam ruangan terus soalnya (bagian IT kantor hwhw). Semoga cuaca bersahabat, responden ada, eligible, dan sabar untuk didata.

Yang lebih lucunya lagi, ini Bapa pencacah saya mau ditemenin sampe beliau selesai (tapi entrian saya pak :” ), well selama ini bisa buat kualitas datanya lebih baik, bakal saya coba lakuin. Sebab, dengan semakin baik kualitas datanya, maka efek panjangnya pembangunan daerah ini juga akan semakin baik ke depannya. Nah, jadi supaya bisa membangun suatu daerah dengan baik, butuh cinta data. Untuk lebih tahu perkembangan statistik Kabupaten Waropen bagaimana, kalian bisa follow IG, Twitter, dan like Fanpagenya (link menyusul). Di situ ada seputar kegiatan-kegiatan survei BPS Waropen dan beberapa infografis yang saya buat untuk aktualisasi saya wkwkwk ๐Ÿ™‚

Gapapa kan promosi di blog sendiri wkwkw

Satu yang saya harapkan dari survei ini, semoga semua pihak yang bertugas bisa berintegritas untuk menyelesaikannya tepat waktu. Harus kuat! Informasi yang mau diketahui banyak soalnya hehehe

 

Just be a better person, La!

Akhir-akhir ini, gua banyak mengalami gesekan dengan orang-orang sekitar gua yang membuat gua emosi dan rasanya gua pengen banget menyelam ke Sarawandori. Menjalin hubungan yang baik dengan rekan tidak menjamin bahwa tidak akan ada cekcok dengan mereka. Pasti ada beberapa hal yang tidak cocok.

Akhir-akhir ini gua belajar banyak sekali hal, bahwa gua perlu introspeksi diri kalau gua merasa tidak cocok dengan banyak orang. Walau kadang, hati gua berontak untuk introspeksi diri, tapi gua sadar akan banyak hal.. Bahwa gak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Si A terkadang keras, emosinya meledak-ledak tapi dia orang yang murah hati, si B sering sekali menegur, tak pernah memuji sama sekali walau sebenarnya dia orang yang care.

Gua menyadari banyak sekali hal yang perlu gua periksa dalam diri gua. Gua selalu menuntut orang lain untuk mengerti perasaan gua, tanpa mencoba untuk mengerti perasaan dan musim hidup mereka.

Gua belajar untuk sabar, mengalah, dan beberapa ketidakcocokan gua mulai netralisir dengan cara mengubah kebiasaan dan gaya hidup gua yang mungkin tidak cocok buat orang lain.

Gua harus bisa memahami orang lain. Dunia kerja jauh tak jauh berbeda dengan kuliah,

Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya

Akan selalu ada orang-orang yang berbeda pribadinya yang sengaja Tuhan letakkan di hidupmu untuk membentukmu menjadi orang yang semakin baik dari hari ke hari.

Happy working!

Selamat pagi all ๐Ÿ™‚

Bapak yang selalu tak ingin dibantu

Hai..

Gua lagi butuh inspirasi buat bikin infografis, namun inspirasi gua habis lenyap, hilang sudah, jadi gua pengen nulis aja sekarang. Masih jam istirahat kantor loh…

Nah, udah lama gua pengen ceritain sesosok bapak yang luar biasa murah hatinya buat kami. Beliau adalah Pak Bagus, Kepala Seksi Statistik Distribusi yang tinggal di rumah dinas belakang kantor kami.


Dari awal gua sampai di sini, dua hari kemudian beliau langsung masakin kami kepiting pake kuah (fyi: Waropen terkenal dengan udang dan kepitingnya yang uenakkkkkk banget, kalah tuh dimsum di jakarta bagian mana pun, serius deh…)

Jadi, pada hari tahun baru islam kemarin, bapak mengajak kami makan sate di rumahnya, dan sehari sebelumnya kami dah bilang, “Bapak jangan masak ya, tunggu kami dulu.” Eh, kami sampai, ternyata udah jadi semuanya dan beliau selalu mengaku kalau itu bukan masakannya. Beliau hidup sederhana dan bahagia. Beliau tidak perlu memamerkan apapun di hidupnya.

Kebahagiaan buat Bapak itu adalah saat bisa berbagi dengan orang lain. Dan beliau tak pernah mau menyusahkan orang lain

Dua tahun lagi, bapak pensiun. Sedih rasanya. Tapi, meskipun gua tinggal di daerah yang minim fasilitas dan infrastruktur, tapi kasih sayang dan kebaikan dari banyak orang sangat amat gua rasakan.

You inspired me to be a generous person, Bapake…

Tetaplah murah hati pak.

Terima kasih.

100 adonan skotel macaroni pun gak akan mampu membalas semua kebaikan Bapak pada kami selama ini ๐Ÿ™‚ Sehat terus ya pak. Nanti kalau Bapak sudah pensiun, setiap ke Serui, kami usahakan mampir di rumah Bapak ya ๐Ÿ™‚

I’ve decided

Ehm, gua gak tahu mau cerita ke siapa. Kayaknya sahabat gua bakal geleng-geleng kepala kalo gua ceritain bahwasanya gua masih suka sama seorang cowok dari beberapa tahun lalu (sekitar 4 tahun) sampai beberapa waktu lalu. Gua sampe-sampe ngedoain itu orang sama Tuhan karena dari sekian banyak laki-laki yang gua temui, dia orang yang ‘get the point i’m looking for hehe’.

Gua ngasih rentang waktu sama Tuhanย  untuk memastikan apakah gua perlu memperjuangkan perasaan gua atau gua berhenti dan belajar melupakan serta memenangkan masa depan gua tanpa ingat sama dia lagi.

Gua dikasih Tuhan kesempatan untuk bisa ketemu lagi sama dia, hanya saja gua melihat bahwa sepertinya perasaan gua tidak perlu dilanjutkan. Kenapa? Entahlah… Gua pun bingung, gua hanya merasa bahwa ternyata bukan dia orang yang gua cari selama ini. Mungkin, gua gak akan pernah ketemu lagi sama dia juga. Dan gua sama dia hanya saling tahu nama. Itu aja. Gua dulu suka sama dia karena sesuatu yang ‘i’m looking for’ itu.

Tapi perlahan dari respon dia ke gua, perasaan gua ke dia, gua tahu jawabannya. Mungkin Tuhan bilang “enggak la… kamu salah sangka selama ini. Bukan dia orangnya.”

Walau jawaban itu membuat damai sejahtera gua hilang untuk beberapa waktu tapi sekarang gua sudah mulai menerima jawaban itu. Gua hanya berpikir bahwa gua harus belajar untuk move on.

Gua percaya ada orang lain di depan sana yang Tuhan percayakan untuk bisa gua sayangi dan menyayangi gua dengan Kasih yang jadi respon karena sudah dikasihi olehNya. Gua gak perlu risau untuk segala sesuatunya.

Saat ini gua masih fokus ke pekerjaan gua dulu.

Kadang, jawaban enggakNya Tuhan buat gua kecewa. Tapi, gua yakin sebenernya ada hadiah terbaik yang sudah Ia sediakan buat gua dan gua hanya perlu terus belajar jadi wanita yang lebih baik dari hari kemarin ๐Ÿ™‚

Gua memutuskan untuk bahagia dan move on hari ini, esok, dan seterusnya. Gua udah berdoa sama Tuhan dan gua percaya Dia gak akan mengingkari semua janji-janjiNya untuk hidup gua.

Selamat pagi ๐Ÿ™‚

Gua gak bisa mengubah masa lalu gua. Tapi, gua masih punya masa depan untuk gua kerjakan dalam hidup gua. Gua yakin, Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah daripada pemikiran gua yang pendek saat ini.

Good bye my past!

Welcome my future ๐Ÿ™‚