Melawan rasa takut

7


Setelah trauma berkelanjutan belajar motor, akhirnya kemarin saya pertama kali ke jalan. Langsung bonceng Nelica yang notabene lebih berat daripada saya. Nel, thank you so much ya… Ketegasanmu sebagai guru kemudi motor dan juga kesabaranmu buat aku dah mulai bisa naik motor. Dari yang naik sepeda aja goyang-goyang. Makasih banyak nel.

Saya terpaksa oleh keadaan karena hanya saya yang gak bisa naik motor di sini, saya pengen bisa pergi lebaran ke rumah kak Heny naik motor nanti, saya pengen hemat juga kalo kemana-mana bisa naik motor soalnya lumayan juga pengeluaran kalo kemana-mana naik ojek (kecuali kalau malam dan hujan, saya belum berani hehehe), dan terakhir adalah supaya saya bisa jadi pengawas survei supaya pencacah saya gak bisa bohongin saya. Kalau diawasi baik, maka hasil datanya juga lebih baik sehingga pekerjaan saya di IPDS (Pengolahan) jadi lebih mudah. Saya mau buntutin pencacah saya biar gak macem-macem, biar dia beneran ke lapangan. Jadi, saya harus bisa naik motor.

Kalo kamu cuma di halaman kantor aja, gak berani ke jalan, sampai kapanpun kamu gak akan bisa.

-Nelica-

Dan saya baru sadar, kalau udah bisa naik motor, setidaknya saya gak perlu ngerepotin orang lain buat nganterin saya.

Walau saya belum lancar ngerem dan ganti gigi, serta masih goyah kalau udah mulai rame. Masih tegang, belum bisa nyebrang dan keluar gang kost, dan juga kalau ada banyak jalan jelek dan tergenang air, saya belum bisa melewati di jalan yang bagus (bisa bikin kejipratan lumpur). Tapi, saya akan terus coba belajar sampai saya lancar. Saya harus berani.

Waktu masih belajar di halaman kantor, saya sempat jatuh sekali, but..

It is good to fall sometimes. Jadi, kita bisa belajar bangkit..

Hal itu pun mestinya diterapkan dalam kehidupan kita semua. Kalau kita jatuh, kita capek, kita lelah, kita harus bangkit dan melawan rasa takut.

Seusai itu, malamnya badan saya pegal semua dan tangan saya juga. Untungnya Nelica mau bantu pijit saya, dikerokin juga (Thanks again ya nel…).

Makasih banyak ya nel. Ini sangat berguna.

Kira-kira apa sih yang kamu takutkan dalam hidup ini? Ya, kita semua punya jawaban masing-masing. Tapi, yang jelas, kalau kita bisa melawan rasa takut, kita akan mampu mengerti bahwa kita sebenarnya mampu melakukannya. Semangat!

Advertisements

Ingin bertemu

6


Beberapa masalah yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini membuat saya menjadi bingung dan lucunya setiap kali saya kesal akan tindakan orang lain, pasti mama saya akan menghubungi saya dan saya hanya bisa cerita via text WA saja karena saya tidak ingin orang lain tahu keluh kesah saya jika saya menelepon mama. Saya baru bisa bertemu lagi dengan beliau pada bulan Juli nanti. Saya ingin sekali menceritakan banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan pada siapa-siapa di Waropen ini. Saya kangen berat. Tak hanya dengan mama, saya kangen berat dengan keponakan saya, walaupun setiap kali saya menelepon, dia tak mau bicara dengan saya. Namun, kata mama setiap kali mama putar video saya di Laut Jayapura, keponakan saya bye-bye ke Handphone seolah saya bisa lihat dia. Nak, kita baru bisa ketemu Desember ya… Bou rindu banget sama alom. Saya jadi ingat lirik lagu Raisa yang LDR

Seandainya jarak tiada berarti, akan kuarungi ruang dan waktu dalam sekejap saja

Benar juga lagu itu… Rasanya sekarang, ketemu dengan orang-orang yang kita sayang jadi momen mahal yang gak bisa digantikan sama apapun juga ya. Semoga suatu hari nanti, kita bisa lebih sering ketemu ya lom… ๐Ÿ˜ฆ


Beberapa waktu lalu, teman saya Sarshe kebanjiran dan dia minta didoakan. Baru kali itu, dia mau cerita masalahnya -_- Dia sosok cewek kuat menghadapi masalah, tegar, dan selalu jadi tempat cerita saya setelah Indah (urutan pertama). Dia bilang pada saya sebelum penempatan, “La, kalau kau ada masalah, telepon aja aku ya. Daripada kau simpan sendiri.” –dia tahu gua pilih-pilih mau cerita ke siapa– Sementara saya kesal sendiri karena dia gak pernah cerita masalahnya ke saya. Orang setegar sarshe harus kebanjiran lagi. Saya pikir setelah kuliah, kami semua akan terbebas dari satu jenis bencana alam itu, tapi ternyata Sarshe harus kebanjiran lagi. Saya pun meneleponnya dan nada bicaranya berbeda dari biasanya. Duh ce, kau baik-baik aja kan? Rasanya pengen banget ketemu sama dia… Ace, rindu banget loh ce ๐Ÿ˜ฆ


Saya rasa, sekarang saya terkena penyakitย  rindu akut sama keluarga dan teman-teman saya. Tapi, saya gak bisa ketemu sama mereka sekarang.

Aku harap bisa bertemu kalian semua segera :”)

ALIVE!!!

5


Ada hal yang saya syukuri dengan musim hidup saya saat ini. Saya menjalankan banyak hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya dan selalu saya cita-citakan. Kebetulan ada kesempatan jalan-jalan dengan orang-orang kantor ke Serui beberapa waktu lalu. Serui itu adalah kota di Kepulauan Yapen. Yapen tepat berada di seberang Waropen. Sebelumnya Waropen dan Yapen berada dalam satu kabupaten yang sama sebelum akhirnya mekar pada tahun 2003.

Kami pergi dengan menggunakan Kmp. Masirei dengan jarak tempuh sekitar 2 jam.

KAPAL

Perjalanan di Serui itu begitu menyenangkan. Destinasi pertama yang kami tuju adalah Sarawandori. Wah, lautnya di sini biru sekali, bersih. Tapi bagian yang paling saya suka saat di Sarawandori ini adalah saat kami menaiki sebuah perahu kecil dengan mesin untuk mengelilingi pulau-pulau di Sarawandori dan ini sangat menyenangkan! Saya yang notabene tak bisa berenang, dengan nekadnya naik perahu itu. Panas terik tidak masalah.

Jangan sia-siakan masa mudamu untuk tidak jalan-jalan, hanya karena kamu takut hitam (jadi hitam kulitnya)

-Nelica-

Itulah yang selalu saya ingat hehehe ๐Ÿ˜€

Dulu, setiap pulang sekolah SD, kalau tidak main kemana-mana dan tidak ada orang di rumah, saya selalu melakukan hobi aneh, pura-pura jadi host Jejak Petualang dan jalan-jalan di tempat-tempat sehijau Sarawandori menaiki perahu kecil. Agak konyol memang, tapi ini adalah cita-cita saya dari sejak kecil. Dan tercapai! Asyik banget! Saya gak menyangka bahwa pesan abang saya sebelum ke Papua untuk banyak lihat hal baru benar-benar tercapai. Saya tidak hanya bisa lihat banyak hal baru, tapi jutaan hal indah, pemandangan indah yang Tuhan buat. How Great Thou Art!!! Tuhan tuh ajaib bener ya bisa ciptain banyak hal indah di dunia ini. Pemandangan yang indah di berbagai tempat di dunia. Saya selalu merasa terkagum-kagum melihat hasil ciptaanNya. Kadang, saya berpikir gila, bahwa mungkin jika saya tidak ditempatkan di Papua, saya hanya akan terus berada di comfort zone dan belum tentu bisa melakukan banyak perjalanan ke berbagai tempat indah seperti Sarawandori ini. Makasih ya Tuhan memberikan kesempatan ini ๐Ÿ™‚

Oh, ya sewa perahunya untuk 7 orang berkisar Rp300.000 saja.. Lumayan ya… Hehehe

ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย ย Serui

sarawandori1

sarawandori2
Dua sejoli kecil. Ciehhh ๐Ÿ˜€
sarawandori
Perkampungan warga di Sarawandori, Serui
sarawandori3
Ini dengan orang-orang kantor ๐Ÿ™‚

sarawandori4
Kembali lagi bersama saya di My Trip, My Adventure ๐Ÿ˜€

Setelah itu, sorenya kami jalan-jalan ke Serui Laut.

Serui laut ini adalah salah satu bentuk objek yang ingin saya kunjungi dari kecil. Tebing-tebing putih dengan jalan meliuk-liuk dan laut lepas. What a beautiful view!!

Senja di sini saat itu kebetulan warna langitnya pink ๐Ÿ™‚ Saya emang paling suka foto pemandangan senja, warna langitnya bisa beda-beda. Bisa pink, orange, ungu, biru, kuning. Suka banget sama langitnya ๐Ÿ˜€

SERUI
Kayaknya ini cocok untuk adegan orang lagi galau deh tempatnya hehe
SERUI1
Langitnya โค
SERUI2
di Instagram, saya post foto ini tapi mama-mama yang lagi duduk di-crop.ย Hahaha peace ๐Ÿ™‚

SERUI3

Saya senang sekali bisa melakukan perjalanan ke Serui ini ๐Ÿ™‚

 

Sapaan hangat

4


Satu hal yang gua senangi di sini adalah setiap kali gua pulang kerja dan melewati Mambui (nama tempat di Waropen), pasti selalu ada anak kecil yang panggil gua, “Kaka Lala!” Sambil tersenyum atau melambaikan tangan mereka. Gua yang kelelahan ngentry data sepulang kerja jadi punya semangat baru dan mengembangkan senyum lebar sambil bye bye dengan mereka. Dulu pas di Jakarta? Astaga! Boro-boro itu mah.. Bahkan tetangga gua kayaknya gak tahu nama gua siapa.

Gua senang banget disapa mereka. Jaim gua hilang seketika wkwk ๐Ÿ˜€

Walau sederhana, terima kasih banyak adik-adik ๐Ÿ™‚ Itu memang sederhana sekali, tapi itu menambah stok energi kakak di sini ๐Ÿ™‚ Kalian akan sangat kaka rindukan pasti suatu saat nanti :’)

Harapan yang muncul kembali

3


Gua merasaย bahwa gua tak bisa berbuat apa-apa untuk cita-cita gua. Gua merasa gak berguna. Gua frustasi dan putus asa karena gua tidak bisa menerapkan apa yang dipesankan saudara gua 100% dalam menjalani hidup ini. Sampai di suatu saat seorang teman gua mengatakan bahwa semangat gua udah bagus. Baru itulah satu sisi positif kehidupan gua yang sekarang gua ketahui.

Gua merasa tidak dapat mempercayai banyak orang. Gua mengalami rasa kekecewaan agak besar buat beberapa orang. Gua frustasi karena merasa bahwa sepertinya gua tak bisa memperbaiki suatu kondisi yang buruk. Gua frustasi dengan sistem dan beberapa orang. Gua benar-benar hampir putus harapan. Sampai-sampai gua berusaha mencari-cari apaย passion sejati dalam hidup gua. Berhari-hari gua terus berpikir apakah setelah 8 tahun gua bekerja di instansi ini, gua akan berpindah haluan mengejar passion gua secara fulltime atau melakukan hal-hal yang pastinya akan ditentang oleh beberapa orang di hidup gua. Entahlah, gua terus-menerus bertanya-tanya sampai suatu saat ada seorang kakak yang bilang, “Kamu punya beban dan visi kan untuk kerjaanmu dek? Berarti Tuhan emang pengen kamu kerjakan itu. Dan apa setiap passion kamu itu sesuai dengan kehendak Tuhan?” Gua pun terdiam, gua tak mengambil kesimpulan apa-apa. Yang jelas, gua hanya bisa berusaha mengerjakan tugas gua sebaik mungkin sekarang dan soal-soal yang lain itu akan ada jawaban pastinya kelak bagaimana.


Di suatu siang, kak Ata (Kakak di Gereja) sms gua untuk mengajak gua dan kak Ester ikut ibadah Tunas (Untuk anak-anak kisaran kelas 5 SD-SMA). Tadinya, gua dan kak ester gak pengen ikut, tapi ternyata sempat untuk ikut (rapat di kantor selesai tepat waktu).

Sesampainya di sana, gua lihat adik-adik yang biasa ada di Sekolah minggu.

Salah satu sumber sukacita gua adalah setiap lihat adik-adik ini ๐Ÿ™‚

Meski kadang gua sempat stres soal kerjaan, Tuhan kasih satu hal menarik di sini, anak-anak ๐Ÿ™‚

Lalu, singkat cerita datanglah seorang kakak-kakak yang gua gak kenal dan belum pernah lihat sebelumnya. Ternyata kakak itu menyampaikan Firman dan pesannya adalah untuk tetap percaya pada Tuhan Yesus. Sekalipun kalau adik-adik gak punya ongkos buat naik ojeg ke sekolah, adik-adik harus percaya sama pertolongan Tuhan bahwa Tuhan pasti sanggup untuk menolong dengan mengantarkan orang yang mau mengantarkan kalian ke sekolah.

Gua harus akui, gua mengalami krisis kepercayaan baik pada diri sendiri, orang lain, maupun Tuhan. Ada beberapa hal yang gua doakan sejak lama namun tidak berdampak apa-apa sampai sekarang. Terkhusus 1 doa untuk kerabat gua. Gua agak kecewa, frustasi, bingung harus berbuat apa dan nyaris tak punya pengharapan. Tapi, setelah mendengar khotbah itu, gua kembali membangun rangkaian harapan gua yang udah hancur sebelumnya. Dan gua nangis.. Gua gak tahu apa adik-adik ini lihat gua nangis atau gak. Yang jelas, itu karena gua sudah gak sanggup nahan air mata lagi. Sejujurnya malu banget diliat nangis sama orang, apalagi sama anak-anak. Sampai sekarang, gua asumsikan mereka ga sadar aja kalo gua nangis.


Dalam khotbah kak Ice di Ibadah Tunas, dia kasih kesaksian bagaimana Tuhan menolongnya bisa menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik diantara teman-teman seangkatannya di Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih. Beberapa minggu lagi dia akan berangkat S2 ke ITB karena dapat beasiswa LPDP.

Kak Ice sangat menginspirasi gua. Dia orang asli Papua yang menurut gua luar biasa semangat belajarnya. Gua ingat kata mama gua, “jangan pernah mengecilkan cita-cita la!” Ok deh, gua jujur aja ya… Kalo Tuhan perkenankan beberapa tahun lagi gua pengen S2 Ekonomi ke Belanda, Erasmus University of Rotterdam

Gua sekarang punya harapan akan hidup di Waropen ini, menjalani pekerjaan ini, menjalankan cita-cita gua dan misi hidup di sini sebelum gua pergi dari tempat ini. Masih ada jutaan hal indah di sini. Dan Tuhan gak akan mungkin menaruh gua di sini tanpa sebuah tujuan yang mulia. Pasti ada hal-hal luar biasa yang Ia mau lakukan buat hidup gua di sini. Gua harus semangat terus! Pasti bisa! ๐Ÿ™‚


Selama ibadah tunas itu, gua melihat wajah polos dan mata adik-adik, gua meyakini dan percaya benar bahwa suatu hari nanti mereka juga bisa seperti kak Ice. Mungkin mereka tinggal di daerah yang bisa dibilang tidak begitu maju, namun gak pernah ada 1 hal pun yang bisa menghalangi cita-cita kita selagi kita mau terus berusaha dan berdoa. Gua sangat yakin dan sambil berdoa dalam hati, gua ingin suatu hari nanti di masa tua ketika liburan dengan keluarga ke luar negeri, gua akan ketemu adik-adik ini dalam keadaan yang jauh lebih baik. Mereka kuliah di tempat-tempat yang bagus di luar negeri dan kembali membangun Waropen. Gak ada yang mustahil kalau Tuhan berkenan. Semangat terus adik-adik! Tuhan yang bikin kalian pintar, tapi kalian perlu belajar rajin! ๐Ÿ™‚

Lebih baik ganggu aku

2


Gua punya seorang teman yang kepribadiannya cukup mellow. Beberapa kali gua memergoki dia menangis. Mungkin masalah dia berat.. Sejujurnya gua gak suka dengan sikapnya yang seperti itu. Gua gak suka lihat orang nangis. Jadi, setiap kali dia menjadikan gua sebagai bahan gangguan atau membuat lelucon dengan gua, gua selalu pasrah aja. Lebih baik dia ketawa-ketawa bahagia dengan ganggu gua daripada gua lihat dia nangis.

Gua harap, sukacita sejati dari Tuhan Yesus bisa lu dapatkan kak. Gua bukan bilang nangis itu gak boleh. Nangis itu manusiawi. Tapi, jangan terlalu sering.. Sebarkanlah sukacita buat orang di sekitarmu. Percayalah sekalipun semua orang, semua temanmu pergi, masih ada Tuhan Yesus yang menemani. Walau memang sulit juga buatku menerapkannya. Aku harap hidupmu lebih banyak dipenuhi kebahagiaan kak. Janganlah terus-menerus seperti ini. Serta cobalah untuk ‘memakai sepatu orang lain’ selanjutnya..

Kesempatan berikutnya

1


Kepergian kak eirene menyadarkan gua akan banyak hal. Selama gua kuliah di Jakarta, gua gak pernah ketemu sama dia. Sekarang dia sudah pergi dan gua sadar bahwa kita gak bisa mengulangi momen. Pakailah kesempatan sebaik mungkin untuk bisa bertemu dengan kerabat kita, karena kita gak pernah tahu kapan kita atau mereka akan pergi. Mungkin, ke depannya gua akan berusaha untuk bisa keep in touch dan menjadi pendengar atau bercerita banyak hal dengan orang-orang yang gua sayangi. Gua menyesal selama tingkat akhir kuliah gak pernah ketemu kak eirene. Kami sama-sama kuliah di jurusan Statistika. Hanya saya dia di UNPAD dan setahun di atas gua. Di tahun terakhir gua kuliah, dia kerja di salah satu Bank swasta di Jakarta.

Kak eirene pergi saat usianya masih sangat muda, 24 tahun karena kecelakaan mobil. Sampai sekarang, gua gak bisa mengendarai kendaraan apapun. Seperti ada rasa trauma sedikit.

Kepergiannya menyadarkan gua lagi bahwa kita bisa saja dipanggil Tuhan kapan saja. Sesehat apapun, semuda apapun umur kita, kita gak pernah tahu.