His Grace

Selamat malam readers. Saya kembali nge-blog malam ini. Namun, kali ini saya menulis di Page agar saya senantiasa mengingat hal-hal yang saya tulis dalam halaman ini.

Apa kabar semuanya?

Semoga baik-baik saja ya. Terima kasih juga sudah mau berkenan membaca blog saya 🙂


30 November 2016 jam 9 pagi merupakan hari yang bersejarah bagi saya secara pribadi. Jika readers membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya dalam postingan, readers pasti tahu bahwa saya sedang menanti pengumuman penempatan kerja saya.

Dan saya dialokasikan untuk bekerja di tempat yang sangat jauh yaitu Kabupaten Waropen, Papua. Saya terdiam dan segera memberitahu opung dan mama saya. Saya tahu ini adalah jawaban doa saya yang Tuhan beri. Tapi, saya benar-benar tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi. Berhari-hari saya berdoa dalam tangisan pada Tuhan karena mengingat betapa jauhnya saya akan pergi dan apa semua mimpi saya masih bisa tercapai di tempat yang sangat jauh di sana. Dan di hari-H pengumuman semua WhatsApp yang masuk ke HP dan juga DM IG menanyakan ‘gimana perasaanmu sekarang? Kau nangis gak? Udah enakan sekarang?’ Dan munafiknya saya, saya bilang saya tak menangis. Saya masih galau sampai 2 hari lalu tepatnya 12 desember 2016. Hingga hati saya mulai damai sejahtera dan ikhlas menerima kenyataan yang harus saya jalani. Life must go on. Saya harus terus maju di daerah terpencil sekali pun. Saya percaya bahwa Tuhan punya rencana besar atas hidup saya yang mungkin saya tidak mengerti saat ini.

Kebetulan, saya sedang di rumah opung saya saat ini dan tidak sengaja menemukan buku karangan Lisa Bevere (Pembicara TWC 2015 yang pernah saya hadiri).Judulnya Lepaskan Kendali dan Berbahagialah! Seringkali saya berusaha mengendalikan segala sesuatu tana sadar bahwa saya sudah kelelahan karenanya. Buku ini mengajarkan saya banyak hal di saat rentan seperti sekarang. Di saat-saat kegalauan saya, saya selalu berpikiran negatif pada orang-orang yang menanyakan saya bekerja dimana. Saya selalu berpikir bahwa mereka merendahkan saya dalam hati mereka karena saya tidak memiliki ranking yang bagus dan terdampar di tempat sejauh itu. Saya mulai membanding-bandingkan tempat orang lain dan tempat saya tanpa bersyukur bahwa saya baru lulus sudah bisa bekerja di tengah realita begitu banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan.


Hingga di suatu siang, saya bertemu Lidya, sebaya saya, masih bersaudara dengan saya. Dia baru akan wisuda dari Teknik Industri UNDIP Januari nanti. Saya bertemu dengannya di Shelter busway Senen dan kami jadi cerita banyak hal. Dia ternyata baru lamar kerja di perusahaan Industri gitu dan dia bilang “enak dong di Papua…” Dan melihat dia begitu lelah masih harus cari kerja itu rasanya seperti tamparan keras buat saya pribadi.


Beberapa hal yang saya dapatkan melalui Buku Lisa Bevere tadi ditambah dengan tambahan dari saya yaitu:

  • Dunia tidak akan melihat Yesus kecuali Dia tampak dalam hidup kita

Mungkin, atau emang beneran, banyak orang yang gak suka dengan saya. Saya tidak selalu bisa bertindak seperti khotbah-khotbah yang saya tulis dalam Blog ini. Saya masih manusia biasa. Saya sadar ada banyak sikap jelek dalam diri saya yang tidak boleh diteruskan seperti menyimpan kepahitan pada orang lain, benci sama orang lain, iri hati, jengkel. Dan saya sadar benar bahwa sikap saya selama ini belum bisa menjadi Alkitab yang terbuka untuk sesama saya 😦

  • Mencari pasangan yang menjadi orang yang paling dapat dipercayai, teman terbaik.
  • Masa lalu bukan masa depan Anda 🙂

Filipi 3:13-14

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

  • Semakin lama kita duduk pada masa lalau dan mempelajarinya, semakin terdorong kita untuk mengulanginya. Kita harus mengebaskannya! Jangan lagi duduk dalam kegagalan masa lalu!
  • Apabila kita sampai pada ujung kekuatan kita, maka kita akan menemukan kekuatan Allah
  • Kunci kebebasan adalah memiliki hati yang percaya.

If we live in worry, we don’t give God space to work 🙂

  • Dia mengetahui akhir segala sesuatu sejak awal. Dia melihat seluruh gambar dengan jelas, sementara kita hanya melihat secara samar-samar.

Pengkhotbah 3:11

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Saya pikir, selagi saya muda, mencari pengalaman dan keluar dari zona nyaman itu perlu. Kapan lagi saya pergi sejauh itu kalau tidak dibayar pemerintah? Lagipula, ini adalah saat yang tepat untuk bekerja bagi masyarakat sebagai balas budi bahwa selama kuliah saya dibiayai dari uang rakyat. Jadi, mungkin saat ini saya tidak mengerti, tapi saya optimis bahwa masa depan yang sangat indah Tuhan sudah sediakan untuk saya. Burung di udara saja dipelihara, apalagi saya?

  • Masa lalu Anda telah berlalu
  • Ia melakukan lebih dari apa yang kita harapkan

Yesaya 43:19

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Yeremia 29:11

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

  • Beranikan untuk percaya kendati Anda tidak melihat atau mengerti.

Roma 8:31

Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

  • Tindakan harus bekerja sama dengan iman. Dia ingin menerima segala kemuliaan atas semua yang Dia lakukan dalam hidup kita. Kita diberi hak istimewa bekerja bersama-Nya dalam proses tersebut. Dia melatih tantangan kita untuk bertempur dan jari-jari kita untuk berperang.

Mazmur 138:3

Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambah kekuatan dalam jiwaku

  • Jangan biarkan sifat-sifat takut atau kegagalan masa lalu menekan Anda. Allah tidak merahasiakan pada Anda! Dia sedang memberi semangat kepada Anda!
  • Jangan putus asa atau menahan diri menurut kegagalan-kegagalan masa lalu, karena ada anugerah yang baru tersedia bagimu untuk bangkit dan mengalahkan rintangan-rintangan dalam hidupmu.

Mazmur 73:28

Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.


Buat saya pribadi, Tuhan Yesus itu baik sekali. God is good all the time and all the time, God is good. Terlalu banyak hal yang harus saya syukuri:

  1. Saya bisa dapat kerja langsung di saat banyak orang yang masih harus apply ke berbagai perusahaan
  2. Saya dikasih kesempatan ke Papua. Abang saya bilang, “Gak semua orang dikasih kesempatan untuk bisa pergi ke tempat sejauh itu la.”
  3. Ini kesempatan yang baik untuk melayani pendidikan anak-anak di sana.
  4. Saya bisa keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih dewasa dan mandiri.
  5. Setidaknya, saya tidak sendirian ditempatkan di sana. Ada Nelica dan Sari (teman-teman seangkatan saya) yang juga sekantor dengan saya nantinya. Ada Kak Ester (kakak asuh saya) di sana dan kami berempat dengan Nelica dan Sari sudah mendapat tempat tinggal.
  6. Saya bisa ke Raja Ampat lebih dekat dari sini 🙂
  7. Saya bisa Travelling keliling Papua kalau tabungan saya sudah cukup 🙂
  8. Dan ada begitu banyak hal lain yang akan saya temui dan syukuri di sana nanti 🙂
  9. Dan banyak hal lainnya. Terima kasih untuk this grace Sahabat terbaik 🙂 Tuhan Yesus terima kasih 🙂 Tolong kasih saya kesempatan menjadi berkat buat banyak orang di sana 🙂

Ibarat anak panah yang ditarik ke belakang. Mungkin saya ditarik mundur jauh dari harapan. Tapi saya tahu satu hal pasti, semakin jauh anak panah ditarik, maka dia akan melesat semakin jauh pula. Saya percaya akan tiba saatnya saya akan mengerti maksud Tuhan menempatkan saya di Waropen. Berat rasanya pergi ke tempat yang sangat jauh, as my mom said, “La… la… gimana mau ke Belanda? Ke Waropen aja galau hehe…”

Hei, ma… Aku gak galau lagi ya. Aku harap mama dan aku sehat selalu dan kita bisa berkunjung ya.

Saya siap ke Waropen. Adik-adik tunggu kaka lala ya!

Semoga saya bisa jadi saluran berkat buat banyak orang di sana 🙂

See you in the Future 🙂