The Agony of divine delay

Ibadah 1 JPCC 13 Agustus 2017
By: Paul Scanlon

Hidup diantara masalah datang pada kita dan Tuhan memberikan kelegaan pada kita.

Habakuk 1:1-4
Habakuk adalah suara profetik nabiahNya Tuhan. Tuhan tahu segala sesuatu dalam hidup kita. Kita harus belajar menghadapi musim kehidupan kita saat ini. All things work together for good. Jadi Tuhan tahu segala sesuatu. Kitalah yang harus memperbaiki persepsi kita atas segala sesuatu.

Tuhan mengasihi kita sama hari ini. Kita tak perlu setuju dengan Tuhan untuk dipakai olehNya karena Tuhan bisa memakai siapa saja.

Sebuah ketertundaan dari Tuhan yang ilahi memang menyengsarakan karena kita pikir Ia tidak mengasihi kita.

Kalau Tuhan menunda intervensiNya, berarti Tuhan sudah memutuskan untuk menunda. Sama seperti lazarus, Tuhan sengaja menunda kepergiannya saat lazarus sakit. Dan sebenarnya itu saat yang tepat untukNya melakukan mujizat bukan? Tapi Yesus sengaja menunggu waktu supaya dia mati. Kita mulai ragu akan ke-Maha kuasa-an Tuhan.

Saat tragedi terjadi atas hidup kita, harusnya kita semakin sadar betapa terbatasnya kemampuan kita. Kita harus jadi orang yang menang atas penundaan yang ilahi ini. Pikirkanlah benih apa yang bisa kita tabur pada kehidupan orang lain berdasarkan apa yang telah kita alami.

Sesungguhnya all things work together for good.

Mungkin Tuhan memilih kita, mungkin kita istimewa, tak semua orang seperti kita. Hadiahmu bukan menyelesaikan masalahku, tapi saat kau mau berjalan bersama-sama denganku.

Gereja ini isinya manusia yang biasa-biasa saja. Bukan manusia yang selalu dalam keadaan bahagia.

Tidak apa-apa ada sesuatu yang tertunda dalam hidup kita! Tuhan mau memakai kita untuk menjadi tiang terang, pengharapan bagi orang-orang yang tak tahu meminta pertolongan pada siapa. Kita bukan orang-orang kristen seperti teman-teman Ayub.

Gampang mencintai Tuhan saat semuanya baik-baik saja. Tapi saat kita susah? Belajarlah seperti Ayub. Tuhan itu nyata dan kuat. Kita akan mampu menghadapi apapun juga. Kuat ya, La!

Sesulit dan seberat apapun menjalani hidup ini, jauh dari keluarga, bekerja di tempat yang jauh dari fasilitas, tapi semuanya harus dijalani ya, La! Anggap saja ini latihan sebelum ke Rotterdam!

Advertisements

Hidup dalam segala kelimpahan

Ibadah 1 JPCC 30 Juli 2017
By: Ps. Jeffry Rachmat

Hai guys, tema kita adalah hidup berkelimpahan dan diakhiri dalam khotbah pada minggu ini.

Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Orang yang murah hati adalah orang yang gampang mengampuni. Dengan kepenuhan dalam diri kita, kita bisa menolong orang lain.
Salah satu alasan Tuhan memberimu ketenaran dan kekayaan adalah supaya kamu bisa berbagi dengan orang lain.

Visi JPCC: Melahirkan sebuah generasi bintang yang tahu cara berbuah bagi orang lain. Tapi, kita gak bisa berbagi jika kita selalu dalam tahap bertahan.

Untuk dapat berkecukupan, maka kita perlu pandai mengelola apa yang ada di tangan kita.
3 hal yang perlu dikuasai adalah:
-Leadership
-Relationship
-Stewardship (kepandaian kita untuk mengelola)
Kelola waktu dengan baik ya, La!
Setiap kita bangun pagi, kita mengelola waktu kita. Tentukan prioritas kita. Kalo kita gak punya nilai dalam hidup kita, kita gak bisa mengatur prioritas kita. Kita harus pandai mengelola tenaga kita.

Tuhan mau kita hidup a full life.
Amsal 11:24-25
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Kita dipanggil untuk live the Life to the Fullest.
Kejadian 41:25-37
Meskipun diprediksi akan ada masa sulit, bukan berarti kita pasti mengalaminya. Masa susah bukan berarti kita ikut susah.

Kita harus disiplin terhadap hidup ini.
Untuk bisa mengelola waktu, energi, kita perlu mengelola dengan baik.
2 Korintus 9:6-7
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Biarlah kita menjadi orang yang dalam segala keadaan bisa memberi, berarti kita harus hidup secara full.

Happy sunday! Tuhan memberkati!
Cukupkan hidup dengan apa yang sisa!

Influence the Next Generation

Ibadah 1 JPCC 23 Juli 2017
By: Kenny Goh

Orang yang dewasa memikirkan tentang angkatan berikutnya juga. Kita ada di sini karena pekerjaan Tuhan yang tidak statis. Kita bagian cerita yang sangat panjang yang Tuhan mau.

Banyak orang yang sibuk cari tujuan hidupnya, caranya:
1. Pikirkan orang lain
2. Pikirkan anak-anak Anda, adik Anda, dan generasi berikutnya

We need to grow up. Karena sudah biasa dipimpin, dikasih tahu, ditolong, dibantu, difasilitas. Ini waktu kita semua untuk mimpin.
Semangat melayani, La!

Start leading ya… build a church supaya generasi berikutnya bisa kenal sama Tuhan. Ini bukan tanggung jawab JPCC Kids atau Youth tapi semua orang.

Ulangan 6:4-9
Mengajarkan pada anak-anak berulang-ulang. Supaya nilai akademik mereka bagus, gak bergaul dengan orang buruk, gak terjerumus narkoba, dan yang terpenting supaya mereka menaruh kepercayaan pada Allah yang benar.

Saat kita hidup untuk Tuhan, kita harus berani benar sendiri.

Mazmur 78:3-7

We can trust God. Tidak ada yang bisa mengambil “This is my Story” dalam hidup kita.

1. BE that SOMEONE
Hadir dalam kehidupan mereka

Happy sunday! Tuhan memberkati..

 

Bisa ketemu kalian aja gua senang :)

Gua bisa ikut prajab ini semua karena kasih Tuhan…


Karena tidak ada rumah sakit di tempat gua bekerja, maka gua dan teman-teman gua memutuskan untuk pergi dan sampai di jakarta beberapa hari sebelum prajab untuk tes kesehatan di sini. Gua udah janjian ketemu sama mama di waktu-waktu sebelum masuk diklat ini. Gua pikir semua akan berjalan lancar. Tapi ternyata enggak.

Untuk masuk diklat, butuh surat kesehatan yang menyatakan sehat dari pemeriksaan urin dan darah. Gua cek darah di salah satu klinik dan hasilnya trombosit gua hanya 40 ribuan. Jauh di bawah normal 150 ribu sampai 450 kalo gak salah. Gua konsultasi ke dokter BPS dan beliau menyarankan gua untuk tes lagi ke rumah sakit swasta dokter intern takutnya darah gua menggumpal sehingga hasilnya tidak akurat.

Namun yang ada saat gua konsultasi dengan dokter, beliau menanyakan apa gua memar lama dan gua jawab iya. Gua jatuh dari motor dan memar lumayan parah di betis selama 3 mingguan. Beliau nanya lagi apa gua kalo sikat gigi suka berdarah dan gua jawab kadang-kadang. Beliau seolah mengamini hasil lab klinik itu.

“Jadi, saya ga bisa ikut prajab tahun ini ya dok?”, ujar gua.

“Mohon maaf nih ya, jangankan tahun ini, tahun depan pun kamu belum tentu bisa saya keluarkan surat sehat.”

Gua pun nangis sampai susternya menepuk bahu gua.

Tapi, mama gua bilang, “Jangan bilang gitu ya dok.. bagi Tuhan ga ada yang mustahil.”

Suatu anugerah luar biasa buat aku ma memilikimu sebagai ibu yang kuat dan selalu berpikiran positif.

Aku sayang mama

Jujur iman gua goyah, gua berpikir mungkin gua sakit darah yang serius, mungkin gak banyak yang bisa gua lakuin, aku gak prajab?, aku dah janji ketemu ian iman dan septy hari minggu ini at least walau gak ikut prajab aku bisa ketemu mereka, gua dah gak perduli lagi dengan apa kata orang. Yang gua pikirkan adalah bagaimana gua bisa melakukan yang terbaik selama gua masih punya waktu.


Loket tes lab darah dengan asam sitrat di RS swasta tersebut sudah tutup dan baru buka besok. Kami pun pulang dan di perjalanan mama gua menguatkan gua untuk percaya sama rencana Tuhan.

Gua belajar kalo ikut Tuhan itu gak selalu kita ngerasain enak-enak. Percaya sama Dia itu tuh baru keliatan saat kita sulit. Percaya sama Tuhan tuh harus penuh.

Untuk mengantisipasi kalo emang trombosit gua rendah tapi karena DBD, maka gua minum sop anjing tiap sejam sekali dan berdasarkan saran tante gua yang juga dokter, besoknya gua tes darah lagi di RS lain deket rumah opung gua tapi hanya untuk tes trombosit aja.

Hasilnya 186000!

Praise The Lord.

Sarshe udah pulang dan gua gak tahu kaoan lagi ketemu dia. Dia bilang natal belum tentu pulang, dan natal tahun depan gua gak pulang ke rumah. Gua gak tahu kapan lagi bakal ketemu dia.


*

Sekamar sama dama ngasih gua banyak inspirasi untuk terus berintegritas dalam pekerjaan, belajar bersyukur.

Masih banyak yang pengen banget gua ceritain.. tapi besok ujian kompre hehehe doakan berhasil ya ๐Ÿ™‚ Jadi gua belajar dulu.

Nanti gua edit lagi dan tambahin foto ya ๐Ÿ™‚

Intinya, sampai saat ini gua gak tahu apa darah gua menggumpal atau emang gua ada sakit darah dan disembuhkan Tuhan. Gua gak tahu. Tapi yang pasti, gua senang bisa ketemu kalian semua lagi. Bisa ketemu kalian aja, gua udah senang ๐Ÿ™‚

At least, i can see you again.. some of my bad perception change. I don’t hate you anymore.. actually, i still wonder ’bout your ideas, your passion. Before separating to far places, i want to have a long chit-chat but it’s impossible enough. Huh, ya ya i can’t tell anyone.. I want to love somebody but i can’t ’till all of my questions can be answered. But, as i expected before.. it is never going easy to get the answers.

I just want to know.. cause i want to restart my feel. Maybe, in the next chapter.. i can meet you again or the other person will replace ‘the space’

I just want to make sure. That’s it

Melawan rasa takut

7


Setelah trauma berkelanjutan belajar motor, akhirnya kemarin saya pertama kali ke jalan. Langsung bonceng Nelica yang notabene lebih berat daripada saya. Nel, thank you so much ya… Ketegasanmu sebagai guru kemudi motor dan juga kesabaranmu buat aku dah mulai bisa naik motor. Dari yang naik sepeda aja goyang-goyang. Makasih banyak nel.

Saya terpaksa oleh keadaan karena hanya saya yang gak bisa naik motor di sini, saya pengen bisa pergi lebaran ke rumah kak Heny naik motor nanti, saya pengen hemat juga kalo kemana-mana bisa naik motor soalnya lumayan juga pengeluaran kalo kemana-mana naik ojek (kecuali kalau malam dan hujan, saya belum berani hehehe), dan terakhir adalah supaya saya bisa jadi pengawas survei supaya pencacah saya gak bisa bohongin saya. Kalau diawasi baik, maka hasil datanya juga lebih baik sehingga pekerjaan saya di IPDS (Pengolahan) jadi lebih mudah. Saya mau buntutin pencacah saya biar gak macem-macem, biar dia beneran ke lapangan. Jadi, saya harus bisa naik motor.

Kalo kamu cuma di halaman kantor aja, gak berani ke jalan, sampai kapanpun kamu gak akan bisa.

-Nelica-

Dan saya baru sadar, kalau udah bisa naik motor, setidaknya saya gak perlu ngerepotin orang lain buat nganterin saya.

Walau saya belum lancar ngerem dan ganti gigi, serta masih goyah kalau udah mulai rame. Masih tegang, belum bisa nyebrang dan keluar gang kost, dan juga kalau ada banyak jalan jelek dan tergenang air, saya belum bisa melewati di jalan yang bagus (bisa bikin kejipratan lumpur). Tapi, saya akan terus coba belajar sampai saya lancar. Saya harus berani.

Waktu masih belajar di halaman kantor, saya sempat jatuh sekali, but..

It is good to fall sometimes. Jadi, kita bisa belajar bangkit..

Hal itu pun mestinya diterapkan dalam kehidupan kita semua. Kalau kita jatuh, kita capek, kita lelah, kita harus bangkit dan melawan rasa takut.

Seusai itu, malamnya badan saya pegal semua dan tangan saya juga. Untungnya Nelica mau bantu pijit saya, dikerokin juga (Thanks again ya nel…).

Makasih banyak ya nel. Ini sangat berguna.

Kira-kira apa sih yang kamu takutkan dalam hidup ini? Ya, kita semua punya jawaban masing-masing. Tapi, yang jelas, kalau kita bisa melawan rasa takut, kita akan mampu mengerti bahwa kita sebenarnya mampu melakukannya. Semangat!

Ingin bertemu

6


Beberapa masalah yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini membuat saya menjadi bingung dan lucunya setiap kali saya kesal akan tindakan orang lain, pasti mama saya akan menghubungi saya dan saya hanya bisa cerita via text WA saja karena saya tidak ingin orang lain tahu keluh kesah saya jika saya menelepon mama. Saya baru bisa bertemu lagi dengan beliau pada bulan Juli nanti. Saya ingin sekali menceritakan banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan pada siapa-siapa di Waropen ini. Saya kangen berat. Tak hanya dengan mama, saya kangen berat dengan keponakan saya, walaupun setiap kali saya menelepon, dia tak mau bicara dengan saya. Namun, kata mama setiap kali mama putar video saya di Laut Jayapura, keponakan saya bye-bye ke Handphone seolah saya bisa lihat dia. Nak, kita baru bisa ketemu Desember ya… Bou rindu banget sama alom. Saya jadi ingat lirik lagu Raisa yang LDR

Seandainya jarak tiada berarti, akan kuarungi ruang dan waktu dalam sekejap saja

Benar juga lagu itu… Rasanya sekarang, ketemu dengan orang-orang yang kita sayang jadi momen mahal yang gak bisa digantikan sama apapun juga ya. Semoga suatu hari nanti, kita bisa lebih sering ketemu ya lom… ๐Ÿ˜ฆ


Beberapa waktu lalu, teman saya Sarshe kebanjiran dan dia minta didoakan. Baru kali itu, dia mau cerita masalahnya -_- Dia sosok cewek kuat menghadapi masalah, tegar, dan selalu jadi tempat cerita saya setelah Indah (urutan pertama). Dia bilang pada saya sebelum penempatan, “La, kalau kau ada masalah, telepon aja aku ya. Daripada kau simpan sendiri.” –dia tahu gua pilih-pilih mau cerita ke siapa– Sementara saya kesal sendiri karena dia gak pernah cerita masalahnya ke saya. Orang setegar sarshe harus kebanjiran lagi. Saya pikir setelah kuliah, kami semua akan terbebas dari satu jenis bencana alam itu, tapi ternyata Sarshe harus kebanjiran lagi. Saya pun meneleponnya dan nada bicaranya berbeda dari biasanya. Duh ce, kau baik-baik aja kan? Rasanya pengen banget ketemu sama dia… Ace, rindu banget loh ce ๐Ÿ˜ฆ


Saya rasa, sekarang saya terkena penyakitย  rindu akut sama keluarga dan teman-teman saya. Tapi, saya gak bisa ketemu sama mereka sekarang.

Aku harap bisa bertemu kalian semua segera :”)