Living an extraordinary life

Ibadah 1 JPCC 27 Agustus 2017
By: Dr. Robi Sonderreger

Segala sesuatu yang luar biasa tidak bisa dihasilkan dari kegiatan yang biasa-biasa saja.
1. Orang-orang luar biasa itu biasanya punya coach di hidup mereka.
2. Untuk bisa menghasilkan yang terbaik di panggung kehidupan, kita perlu 1 menit untuk berpindah dari hidup yang biasa menjadi hidup yang luar biasa.
Jangan malas! Jangan tunggu mood dulu untuk memulai sesuatu!

Lakukan 3 hal ini:
1. Berani untuk terlihat bodoh
Dalam 1 Korintus, untuk mengerjakan apa yang belum pernah kita kerjakan sebelumnya
If you want to do whatever you never do, do whatever you never do
2. Bersemangatlah menjadi orang yang memberi
Kisah Para Rasul 20:31-35
Lebih berbahagia memberi daripada menerima. Orang yang murah hati, dunianya semakin luas.
Seringkali kita pikir kita baik. Padahal tidak demikian. Maka, kita perlu meresponi dengan baik.
Kemurahan hati bukan perbuatan tapi identitas.
3. Melepaskan apa yang kita ketahui dan percaya pada Tuhan

Percayalah bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang luar biasa atas kehidupan kita. Happy sunday!

Advertisements

Ibadah 1 JPCC 20 Agustus 2017
By: Ps. Jeffry Rachmat

Bangsa Israel harus mengalami perbudakan, melewati padang gurun untuk kemudian bisa masuk ke tanah perjanjian. Tidak semua orang bisa dengan mudah masuk ke tanah perjanjian (hidup berkemenangan, berkelimpahan).
Dalam hidup ini, kita punya 3 masa, yaitu:
1. Dependence (ketergantungan)
Di masa ini, orang meminta. Maka sulit bagi mereka untuk memberi.
2. Mandiri. Mulai declare independence, tidak tergantung pada orang lain lagi. Berdiri sendiri. Menguasai segala sesuatu sendiri.
3. Interdependence (sinergi, saling ketergantungan). 2 orang yang sudah mandiri saling bekerjasama satu sama lain. Contohnya: pernikahan. Mereka yang berada dalam tahap ini sudah ada di tanah perjanjian sehingga mereka dapat memberi.
Tujuan dari hidup ini bergerak dari meminta-minta menuju yang kemudian memberi.
Supaya kita bisa hidup berkemenangan, kita perlu melewati padang gurun. Sama seperti bangsa Israel bahkan selama 40 tahun.
Padang gurun adalah daerah yang sangat kering, panas, dan banyak binatang buas di situ. Tugas orangtualah untuk membimbing anaknya menghadapi padang gurun.

Kita sebagai orang yang dewasa harus berani mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan kita.

3 hal yang dapat kita pelajari dari bangsa Israel, yaitu:
1. Aturan main (perintah, ketentuan, hukum dan batas-batas yang harus dipatuhi) diberikan Tuhan bagi bangsa Israel. Peraturan ada untuk menjaga kebebasan kita.
Ulangan 28:1-6
Ketentuan inilah yang membuat bangsa Israel bisa menikmati kemerdekaan mereka.
Ulangan 8:5
Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.
Kalau kita tidak disiplin, kita akan kesulitan melewati masa-masa seperti ini. Untuk bisa mandiri, kita harus mencukupkan diri dengan apa yang ada dalam tangan kita.
2. Visi
Tanah perjanjian adalah tujuan bangsa Israel.
Amsal 29:18
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
Bilangan 14:1-4
3. Iman
Ulangan 29:5-6
Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.
Roti tidak kamu makan, anggur atau minuman yang memabukkan tidak kamu minum — supaya kamu tahu bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.
Di padang gurunlah bangsa Israel mengenal Tuhan. Kita harus belajar bergantung pada Tuhan.

Orang-orang berusia 18-29 tahun (Mozaik Generation) di Amerika tidak lagi datang ke gereja. Padahal saat mereka masih bersama orangtua, mereka masih gereja. Mereka selama ini beriman dengan ‘nebeng’ ke orangtua mereka. Mereka tidak memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan.

Pada saat kita di padang gurun, kita belajar untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan, mengenalNya secara pribadi, memiliki pengalaman pribadi denganNya. Di saat itulah kita mengembangkan disiplin.

Happy sunday! Semoga diberkati ya melalui Firman ini!

The Agony of divine delay

Ibadah 1 JPCC 13 Agustus 2017
By: Paul Scanlon

Hidup diantara masalah datang pada kita dan Tuhan memberikan kelegaan pada kita.

Habakuk 1:1-4
Habakuk adalah suara profetik nabiahNya Tuhan. Tuhan tahu segala sesuatu dalam hidup kita. Kita harus belajar menghadapi musim kehidupan kita saat ini. All things work together for good. Jadi Tuhan tahu segala sesuatu. Kitalah yang harus memperbaiki persepsi kita atas segala sesuatu.

Tuhan mengasihi kita sama hari ini. Kita tak perlu setuju dengan Tuhan untuk dipakai olehNya karena Tuhan bisa memakai siapa saja.

Sebuah ketertundaan dari Tuhan yang ilahi memang menyengsarakan karena kita pikir Ia tidak mengasihi kita.

Kalau Tuhan menunda intervensiNya, berarti Tuhan sudah memutuskan untuk menunda. Sama seperti lazarus, Tuhan sengaja menunda kepergiannya saat lazarus sakit. Dan sebenarnya itu saat yang tepat untukNya melakukan mujizat bukan? Tapi Yesus sengaja menunggu waktu supaya dia mati. Kita mulai ragu akan ke-Maha kuasa-an Tuhan.

Saat tragedi terjadi atas hidup kita, harusnya kita semakin sadar betapa terbatasnya kemampuan kita. Kita harus jadi orang yang menang atas penundaan yang ilahi ini. Pikirkanlah benih apa yang bisa kita tabur pada kehidupan orang lain berdasarkan apa yang telah kita alami.

Sesungguhnya all things work together for good.

Mungkin Tuhan memilih kita, mungkin kita istimewa, tak semua orang seperti kita. Hadiahmu bukan menyelesaikan masalahku, tapi saat kau mau berjalan bersama-sama denganku.

Gereja ini isinya manusia yang biasa-biasa saja. Bukan manusia yang selalu dalam keadaan bahagia.

Tidak apa-apa ada sesuatu yang tertunda dalam hidup kita! Tuhan mau memakai kita untuk menjadi tiang terang, pengharapan bagi orang-orang yang tak tahu meminta pertolongan pada siapa. Kita bukan orang-orang kristen seperti teman-teman Ayub.

Gampang mencintai Tuhan saat semuanya baik-baik saja. Tapi saat kita susah? Belajarlah seperti Ayub. Tuhan itu nyata dan kuat. Kita akan mampu menghadapi apapun juga. Kuat ya, La!

Sesulit dan seberat apapun menjalani hidup ini, jauh dari keluarga, bekerja di tempat yang jauh dari fasilitas, tapi semuanya harus dijalani ya, La! Anggap saja ini latihan sebelum ke Rotterdam!

Hidup dalam segala kelimpahan

Ibadah 1 JPCC 30 Juli 2017
By: Ps. Jeffry Rachmat

Hai guys, tema kita adalah hidup berkelimpahan dan diakhiri dalam khotbah pada minggu ini.

Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Orang yang murah hati adalah orang yang gampang mengampuni. Dengan kepenuhan dalam diri kita, kita bisa menolong orang lain.
Salah satu alasan Tuhan memberimu ketenaran dan kekayaan adalah supaya kamu bisa berbagi dengan orang lain.

Visi JPCC: Melahirkan sebuah generasi bintang yang tahu cara berbuah bagi orang lain. Tapi, kita gak bisa berbagi jika kita selalu dalam tahap bertahan.

Untuk dapat berkecukupan, maka kita perlu pandai mengelola apa yang ada di tangan kita.
3 hal yang perlu dikuasai adalah:
-Leadership
-Relationship
-Stewardship (kepandaian kita untuk mengelola)
Kelola waktu dengan baik ya, La!
Setiap kita bangun pagi, kita mengelola waktu kita. Tentukan prioritas kita. Kalo kita gak punya nilai dalam hidup kita, kita gak bisa mengatur prioritas kita. Kita harus pandai mengelola tenaga kita.

Tuhan mau kita hidup a full life.
Amsal 11:24-25
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.
Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Kita dipanggil untuk live the Life to the Fullest.
Kejadian 41:25-37
Meskipun diprediksi akan ada masa sulit, bukan berarti kita pasti mengalaminya. Masa susah bukan berarti kita ikut susah.

Kita harus disiplin terhadap hidup ini.
Untuk bisa mengelola waktu, energi, kita perlu mengelola dengan baik.
2 Korintus 9:6-7
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Biarlah kita menjadi orang yang dalam segala keadaan bisa memberi, berarti kita harus hidup secara full.

Happy sunday! Tuhan memberkati!
Cukupkan hidup dengan apa yang sisa!

Influence the Next Generation

Ibadah 1 JPCC 23 Juli 2017
By: Kenny Goh

Orang yang dewasa memikirkan tentang angkatan berikutnya juga. Kita ada di sini karena pekerjaan Tuhan yang tidak statis. Kita bagian cerita yang sangat panjang yang Tuhan mau.

Banyak orang yang sibuk cari tujuan hidupnya, caranya:
1. Pikirkan orang lain
2. Pikirkan anak-anak Anda, adik Anda, dan generasi berikutnya

We need to grow up. Karena sudah biasa dipimpin, dikasih tahu, ditolong, dibantu, difasilitas. Ini waktu kita semua untuk mimpin.
Semangat melayani, La!

Start leading ya… build a church supaya generasi berikutnya bisa kenal sama Tuhan. Ini bukan tanggung jawab JPCC Kids atau Youth tapi semua orang.

Ulangan 6:4-9
Mengajarkan pada anak-anak berulang-ulang. Supaya nilai akademik mereka bagus, gak bergaul dengan orang buruk, gak terjerumus narkoba, dan yang terpenting supaya mereka menaruh kepercayaan pada Allah yang benar.

Saat kita hidup untuk Tuhan, kita harus berani benar sendiri.

Mazmur 78:3-7

We can trust God. Tidak ada yang bisa mengambil “This is my Story” dalam hidup kita.

1. BE that SOMEONE
Hadir dalam kehidupan mereka

Happy sunday! Tuhan memberkati..

 

Bisa ketemu kalian aja gua senang :)

Gua bisa ikut prajab ini semua karena kasih Tuhan…


Karena tidak ada rumah sakit di tempat gua bekerja, maka gua dan teman-teman gua memutuskan untuk pergi dan sampai di jakarta beberapa hari sebelum prajab untuk tes kesehatan di sini. Gua udah janjian ketemu sama mama di waktu-waktu sebelum masuk diklat ini. Gua pikir semua akan berjalan lancar. Tapi ternyata enggak.

Untuk masuk diklat, butuh surat kesehatan yang menyatakan sehat dari pemeriksaan urin dan darah. Gua cek darah di salah satu klinik dan hasilnya trombosit gua hanya 40 ribuan. Jauh di bawah normal 150 ribu sampai 450 kalo gak salah. Gua konsultasi ke dokter BPS dan beliau menyarankan gua untuk tes lagi ke rumah sakit swasta dokter intern takutnya darah gua menggumpal sehingga hasilnya tidak akurat.

Namun yang ada saat gua konsultasi dengan dokter, beliau menanyakan apa gua memar lama dan gua jawab iya. Gua jatuh dari motor dan memar lumayan parah di betis selama 3 mingguan. Beliau nanya lagi apa gua kalo sikat gigi suka berdarah dan gua jawab kadang-kadang. Beliau seolah mengamini hasil lab klinik itu.

“Jadi, saya ga bisa ikut prajab tahun ini ya dok?”, ujar gua.

“Mohon maaf nih ya, jangankan tahun ini, tahun depan pun kamu belum tentu bisa saya keluarkan surat sehat.”

Gua pun nangis sampai susternya menepuk bahu gua.

Tapi, mama gua bilang, “Jangan bilang gitu ya dok.. bagi Tuhan ga ada yang mustahil.”

Suatu anugerah luar biasa buat aku ma memilikimu sebagai ibu yang kuat dan selalu berpikiran positif.

Aku sayang mama

Jujur iman gua goyah, gua berpikir mungkin gua sakit darah yang serius, mungkin gak banyak yang bisa gua lakuin, aku gak prajab?, aku dah janji ketemu ian iman dan septy hari minggu ini at least walau gak ikut prajab aku bisa ketemu mereka, gua dah gak perduli lagi dengan apa kata orang. Yang gua pikirkan adalah bagaimana gua bisa melakukan yang terbaik selama gua masih punya waktu.


Loket tes lab darah dengan asam sitrat di RS swasta tersebut sudah tutup dan baru buka besok. Kami pun pulang dan di perjalanan mama gua menguatkan gua untuk percaya sama rencana Tuhan.

Gua belajar kalo ikut Tuhan itu gak selalu kita ngerasain enak-enak. Percaya sama Dia itu tuh baru keliatan saat kita sulit. Percaya sama Tuhan tuh harus penuh.

Untuk mengantisipasi kalo emang trombosit gua rendah tapi karena DBD, maka gua minum sop anjing tiap sejam sekali dan berdasarkan saran tante gua yang juga dokter, besoknya gua tes darah lagi di RS lain deket rumah opung gua tapi hanya untuk tes trombosit aja.

Hasilnya 186000!

Praise The Lord.

Sarshe udah pulang dan gua gak tahu kaoan lagi ketemu dia. Dia bilang natal belum tentu pulang, dan natal tahun depan gua gak pulang ke rumah. Gua gak tahu kapan lagi bakal ketemu dia.


*

Sekamar sama dama ngasih gua banyak inspirasi untuk terus berintegritas dalam pekerjaan, belajar bersyukur.

Masih banyak yang pengen banget gua ceritain.. tapi besok ujian kompre hehehe doakan berhasil ya 🙂 Jadi gua belajar dulu.

Nanti gua edit lagi dan tambahin foto ya 🙂

Intinya, sampai saat ini gua gak tahu apa darah gua menggumpal atau emang gua ada sakit darah dan disembuhkan Tuhan. Gua gak tahu. Tapi yang pasti, gua senang bisa ketemu kalian semua lagi. Bisa ketemu kalian aja, gua udah senang 🙂

At least, i can see you again.. some of my bad perception change. I don’t hate you anymore.. actually, i still wonder ’bout your ideas, your passion. Before separating to far places, i want to have a long chit-chat but it’s impossible enough. Huh, ya ya i can’t tell anyone.. I want to love somebody but i can’t ’till all of my questions can be answered. But, as i expected before.. it is never going easy to get the answers.

I just want to know.. cause i want to restart my feel. Maybe, in the next chapter.. i can meet you again or the other person will replace ‘the space’

I just want to make sure. That’s it