Kesempatan berikutnya

1


Kepergian kak eirene menyadarkan gua akan banyak hal. Selama gua kuliah di Jakarta, gua gak pernah ketemu sama dia. Sekarang dia sudah pergi dan gua sadar bahwa kita gak bisa mengulangi momen. Pakailah kesempatan sebaik mungkin untuk bisa bertemu dengan kerabat kita, karena kita gak pernah tahu kapan kita atau mereka akan pergi. Mungkin, ke depannya gua akan berusaha untuk bisa keep in touch dan menjadi pendengar atau bercerita banyak hal dengan orang-orang yang gua sayangi. Gua menyesal selama tingkat akhir kuliah gak pernah ketemu kak eirene. Kami sama-sama kuliah di jurusan Statistika. Hanya saya dia di UNPAD dan setahun di atas gua. Di tahun terakhir gua kuliah, dia kerja di salah satu Bank swasta di Jakarta.

Kak eirene pergi saat usianya masih sangat muda, 24 tahun karena kecelakaan mobil. Sampai sekarang, gua gak bisa mengendarai kendaraan apapun. Seperti ada rasa trauma sedikit.

Kepergiannya menyadarkan gua lagi bahwa kita bisa saja dipanggil Tuhan kapan saja. Sesehat apapun, semuda apapun umur kita, kita gak pernah tahu.

Thanks pung!

Hello readers all over the world. Beberapa waktu lalu, saya membaca buku, ehm ehm… “The Sacred Search” karyanya Gary Thomas.
Mau tahu isi bukunya apa? Ya ya silakan baca sendiri ya πŸ˜€

Ada sebuah bab dalam buku ini yang memberikan pertanyaan, “Gambarkan kakek dan nenek yang ideal bagi anak-anak Anda di masa depan.”

It reminds me to my grandfa and grandma. Especially my grandma. She always pray for me and give many verses to build my spirit. One of them is Ephesians 3:20 before going to Papua. They are like my parents-to be honest… Almost every month when studying at STIS, i visited them. They taught me to be better girl than before. She shared her experiences in life. Oh ya, she often asks me for singing songs-that she forgot. She taught me more about Bible. I feel grateful to have them in my life.

I want have grandfa and grandma to my children in the future who can be like them. Always pray for their grandchildren by mentioning our name one by one.

Thanks so much pung. I will send photos of papua soon for you two πŸ™‚

Kak eirene, selamat jalan ya kak. Aku gak sangka kakak pergi secepat ini. Dulu waktu kita kecil, kita sering main bareng seru-seruan sama Petra. Kami semua sangat kehilangan kakak. Tapi, rasa sayang Tuhan Yesus jauh lebih besar daripada rasa sayang kami ke kakak ei…
Selamat jalan ya kak ei, kami semua pasti rindu kak eirene…
Maaf aku ga bisa pergi ke sana sekarang.

I feel so Alive

Rabu, 22 Maret 2017

Hari ini ternyata menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi gua secara pribadi. Staf BPS provinsi sedang supervisi ke kantor kami dan membawa anaknya, namanya Darrel. Darrel masih TK B. –Selain ‘Eunoia’ untuk perempuan dan ‘Zoe’ untuk laki-laki, gua jadi kepikiran ngasih nama anak gua laki-laki di masa depan ada ‘Darrel’nya hehehe– Nah, ternyata di hari ini kak imo (mamanya darrel) genap berusia 32 tahun, jadi kami kasih kejutan sama dia. “Darrel, mami ulangtahun nak,”ujar maminya. Dan darrel langsung meninggalkan gambar-gambarnya untuk menyongsong dan memeluk maminya sambil digendong. Oh, so sweetΒ dalam hati gua. Sepulang kerja, gua diajak kak anti jalan-jalan ke Pelabuhan sama darrel dan maminya. Akhirnya gua mengiyakan.

Menunggu agak sunset, gua dipaksa nelica belajar motor yang pake gigi. Gua terus berkeras untuk gak mau belajar hari ini karena gua belum persiapan hati, gua pernah belajar waktu itu dan menghidari mobil, gua sampe nabrak pot rumah orang, untungnya gak pecah dan masuk parit wkwkw πŸ˜€ Yah gua rada trauma belajar sejak saat itu. Tapi, cuma gua yang gak bisa mengendarai motor di kantor ini, jadinya yah gua iyain aja deh. Sebelum belajar motor gua hanya diberi kesempatan belajar sepeda pake punya kak Sulfa selama 10 menit untuk latihan keseimbangan.

Sesudah itu gua diajarkan teori dasar, klakson, gigi 1-5, gas, pegang stir biar ga mudah nge-gas dll. Gua baru sadar ini guru kemudi gua ga ikut sama gua di motor. Karena kaki gua panjang, jadi peluang jatuh agak kecil. Mulailah gua pake gigi 1, setiap kali ngebelok gua selaku keringet dingin dan kaku, kaki gua masih turun, dan setiap nge-rem gua masih pake kaki. Sampai-sampai darrel bilang, “santai.. santai aja.. terus.” Astaga anak kecil ini baik sekali. Dan gua bilang ke dia, “tahun depan Darrel ke sini, kakak yang bonceng ya…” Walau sederhana, tapi ini latihan cukup lumayan memberikan progress buat kemampuan naik motor gua. Darrel, makasih banyak ya dek…

Setelah itu kami langsung cus ke waren, ke pelabuhan untuk naik kapal ke Inggerus.

IMG_20170322_155505
Kiri ke kanan: kak dina, darrel, kak sulfa, kak anti, kak imo, gua, nelica
PicsArt_03-22-10.09.54
Darrel dan kalala πŸ™‚

Lalu, kami ke pantai dekat kantor karena sudah cukup tertinggal sunset di pelabuhan. Semua pada buka sepatu… dan pulangnya kaki ayam sampe ke tempat makan (ditraktir kak imo) dan pulang kayak habis dari sawah. Ini pertama kali dalam hidup gua pulang kerja kaki ayam. Astaga seru banget. Makasih kak imo traktirannya, makasih jalan-jalannya semua, dan makasih my darrel. IΒ wishΒ i could see you really soon ❀

IMG20170322183150

I feel grateful πŸ™‚

Thanks God

A sweet journey

Selamat malam readers dimanapun bagian dunia! Wah, semenjak agak sedih ya berpisah sama keluarga ke tempat yang jauh. Well, i could say, i’m happy for living to the fullest.

Kadang, dalam hari-hari kerja, sulit bekerja sama dengan beberapa rekan kerja yang such a ah sudahlah… Tapi gua berasa bersyukur banget ditempatkan di Waropen. To be honest, kabupaten ini tidak sepedalaman beberapan kabupaten lainnya di Papua yang kebanyakan orang agak takut tinggal di sana karena beberapa hal. Tapi, setelah berusaha menempuh perjalanan pencarian data sampai ke kampung-kampung di sini, ada juga daerah yang cukup pedalaman.

Sumber sukacita gua apa aja kerja di Waropen?

Ehm, kayaknya ratusan halaman novel pun gak bisa menggambarkan betapa banyak rasa syukur yang gua punya πŸ™‚ A whole happiness. Alive.

1. Gua dipertemukan dengan teman-teman kerja yang keduanya sangat berbeda pribadi. Yang satu tegas, pintar masak. Yang satunya (kebalikannya) tapi sangat rajin cuci piring dan suka jalan-jalan. Kehidupan gua di sini membuat skill masak gua semakin baik. Perbumbuan gak pernah gua kenal sama sekali semenjak bisa masak. Pasca operasi, gua mulai bisa masak tapi rasanya sangat amat teramat datar, gua ga ngerti perbumbuan dan di sini ada teman gua yang ngajarin gua masak. Gua rasa 3 tahun lagi gua bisa buk restoran wkwk (bercanda).

Walau kami dari suku bangsa yang berbeda dan berbeda keyakinan, mereka gak keberatan mengantar dan menjemput gua ke Gereja (notabene sampai saat ini gua belum bisa naik motor, belum sempat belajar, survey lagi ramai lancar bung).

IMG_20170221_121328
Waktu masih di Jayapura, sehari sebelum ke Waropen πŸ™‚

2. Gua mendapat sosok kakak yang bisa saling menguatkan yang notabene adalah kakak asuh gua di kampus dulu. Dia baru masuk #stiscantik loh wkwkwk πŸ˜€ Salut sama dia yang perjuangannya gigih dan tetap kuat serta tabah menghadapi banyak tantangan dalam pekerjaan. Kebetulan kakak ini memgajar sekolah minggu. Jadinya gua segereja sama dia. Nah, gua di sini ibadah di Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Berbeda dengan gereja gua sebelumnya. Lagunya juga beda. Tapi gua nyaman di sini. Dan gua salutnya kalau ada Perjamuan Kudus, ada ibadah khusus yang buat jemaat jadi makin mengerti tentang Perjamuan kudus itu.

3. Mendapat sosok bapak yang baik.

Di kantor ada Pak Bagus, beliau 3 tahun lagi pensiun. 1 kata-kata beliau yang selalu gua ingat, “Ah, sudah hidup ini jangan diambil pusing. Senang-senang saja.” Beliau selalu bersukacita. Kalau beliau masak ubi goreng selalu membagikan pada kami. Termasuk kepiting yang dikasih kuah waktu itu. Beliau sangat murah hati.

Ada juga CS di sini yang biasa dipanggil ‘Opa’ dan gua selalu tertawa waktu awal-awal panggil Opa. Gua kepikiran oppa-oppa Korea wkwkwk πŸ˜€

4. Dapat saudara-saudara baru

Bang hamdi (atasan gua) di IPDS (anyway ini harusnya kerjaan anak Komputasi, kok jadi nyasar di sini ya gua? Hehehe Tapi kok jadi agak ada pikiran nyambung sekolah IT ntar? Ah sudahlah mungkin gua bercanda. ) beliau ini pengusaha sukses di Waropen. Patut dicontoh.

Nah kalo kak wondo, melihat wajahnya pasti orang terpikir Vidi aldiano. Kadang kami bertiga pikir ia seperti orangtua kami, selalu menyuruh makan ke rumah kalau dia yang giliran masak. Kalau ada orang tahu lebih sering dia yang masak daripada kami, mungkin gua diblacklist dari daftar calon istri. astaga -_-

5. Gua ketemu pedagang di pasar yang kampungnya di Binjai. Dan dia jadi ramah sama gua. Dan ini juga mempermudah survei harga bulanan dari Distribusi (kerjaan teman gua) ke pasar karena ada dia. Hehehe senang ketemu teman sekampung.

6. Orang-orang di sini sangat ramah dan sabar πŸ™‚

7. Gua udah sekali jalan-jalan ke pedalaman πŸ™‚ Dan gua senang. Gua suka mandang-mandang, lihat jalan, pantai, hutan..

8. Fisik gua jauh lebih kuat di sini πŸ™‚ Gua jarang sekali sakit.

9. Gua lebih sering olahraga di sini. Waktu itu, rasanya otak gua kusut abis entry data survey dan gua main bulutangkis sama temen gua (yang lagi mau nurunin berat badan) dan semua beban gua rasanya hilang dan badan gua berasa enteng.Β Olahraga itu buat kita sehat karena rasa capek habis kerja itu berkurang.Β 

10. Belajar bersyukur. Dulu, rasanya ke pasar bukanlah keadaan yang menyenangkan. Tapi, sekarang ke pasar aja gua senang. Internet juga hanya tersedia di tempat yang pasang Wifi (saat ini gua masih di rumah dinas jadi masih ada wifi). Ada internet via kuota di hp tapi mungkin hanya bisa kirim WhatApp. Jadi, banyak orang di sini yang nonton TV. Dan mereka bahagia tanpa harus buka Internet. Gua belajar bahwa kebahagiaan bisa kita temukan dalam hal-hal yang sederhana. Hidup mereka satu sama lain saling memperhatikan karena sikap individualistis itu sangat minim. Setiap kali gua survey, gua jadi belajar banyak hal bahwa Tuhan Yesus sangat baik buat hidup gua. Gua melihat banyak orang yang masih sulit ekonominya. Dan gua tahu Tuhan setia memelihara hidup gua dari gua belum lahir ke dunia ini sampai sekarang.

11. Ada kak Fajar yang baru lulus S2 dengan cara kerja dan belajarnya yang luar biasa. Sebentar lagu dia akan mutasi karena sudah S2.

Kadang, ada sih rasa rindu yang besar banget untuk bisa ketemu mama, keluarga, dan teman-teman. Tapi, gua tahu 1 hal bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang besar atas hidup gua di Waropen sekarang. Tuhan mau membentuk pribadi gua menjadi lebih dewasa. Karena, jujur harus gua akui gua anak manja. Mungkin, beberapa tahun di sini akan menjadi pengalaman yang luar biasa dalam perjalanan hidup gua yang mungkin saja gua pergi jauh dari negara ini kelak atau entah kemana…

You feed me with Your Goodness

Your mercies new every morning

Thank You Best Friend ever πŸ™‚